Peneliti mengatakan mereka berhasil menyembuhkan seorang anak yang tenggelam dan membangkitkannya dengan kombinasi terapi oksigen. Seorang anak berusia dua tahun, Eden Carlson, dari Arkansas, mengalami kerusakan otak akibat tenggelam tahun lalu. Kejadian tragis ini membuatnya tidak bisa berbicara atau memberi respon terhadap suara. Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan adalah menggelengkan kepala dan menggeliat.

Kasus langka

Kasus ini sendiri bisa dikatakan ajaib karena kehidupan sang anak tidak kembali dalam waktu dua jam setelah tenggelam selama 15 menit. Saat ia kemudian dibawa ke Puskesmas Pusat Washington dimana dokter berusaha untuk mengembalikan kehidupan Eden. Anak ini menerima perawatan kritis di rumah sakit selama 48 jam.

Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) merupakan salah satu terapi oksigen yang diberikan 45 menit dua kali sehari melalui kanula nasal oleh tim dari LSU Health New Orleans dan University of North Dakota. Setelah terapi dimulai, dokter berhasil menyembuhkan kerusakan otak yang dialami anak ini.

Dari status sangat sensitif hingga mampu makan dan bahkan berbicara – Eden juga mulai sadar dan aktivitas menggeliatnya pun ikut menurun – yang mengindikasikan ia memiliki 'kontrol' lebih pada anggota tubuhnya. Tiga minggu kemudian, ia memulai terapi barunya dalam bilik hiperbarik, yang berlokasi di New Orleans. Secara keseluruhan, Eden sudah melalui 39 sesi hiperbarik dan terapi fisik untuk membantu mengembalikan fungsinya.

Efek terapi oksigen

Mengenai tingkat keterkejutan mereka mengenai efek terapi oksigen, dokter spesialis hiperbarik, Paul Harch, menyebutkan, "Pertumbuhan kembali jaringan terjadi karena kami bisa memberikan intervensi langsung pada anak yang sedang tumbuh, sebelum degenerasi jaringan jangka panjang." Harch merupakan salah satu dokter yang menyarankan terapi dengan oksigen untuk "membangunkan" kerusakan otak Eden.

Di akhir terapi, scan MRI menunjukkan hanya tersisa sedikit cedera ringan di otak Eden. Selain itu, juga diketahui bahwa otaknya sudah hampir sembuh total. Menurut tim yang menangani terapinya, hasil ini belum pernah dilaporkan sebelumnya, bahkan dalam metode terapi apapun – bahkan mereka sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Dilaporkan terapi normobarik dan hiperbarik memberikan hasil positif dalam memperbaiki kondisi Eden, selain itu, juga membantu menurunkan inflamasi dan mempromosikan kehidupan sel otak. Harck menyimpulkan dengan mengatakan, "Meskipun tidak mungkin menarik kesimpulan dari satu kasus ini, namun jika aplikasi sekuensial dari oksigen normobarik kemudian dilanjutkan dengan HBOT maka metode ini akan menjadi lebih efektif dari HBOT saja; jika terapi HBOT tidak tersedia, terapi oksigen normobarik berulang dalam durasi pendek bisa digunakan sebagai terapi pengganti hingga HBOT tersedia."

Tidak memberikan efek yang sama

Disamping terkejut dengan eksperimen dan temuan baru ini, ada tenaga profesional lain, yang tidak percaya terapi jenis ini akan memberikan efek. Melalui Live Science, Dr Ian Miller, seorang dokter neurologi pediatrik, menyatakan bahwa ia "... sangat khawatir orang-orang yang membaca ini di internet akan berpikir ini merupakan jenis terapi untuk semua orang penderita kerusakan otak, di saat tidak ada bukti untuk hal ini."

Dr Miller bukan satu-satunya orang yang mempertanyakan validitas laporan ini, begitu juga dengan ahli lain yang menyatakan jenis penemuan ini bisa jadi terjadi bahkan tanpa penggunaan terapi oksigen spesifik. Menurut ahli ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa sel otak sudah mati atau bahwa sel otak kembali bangkit karena terapi oksigen.

Profesor dan kepala Department of Physical Medicine and Rehabilitation di Virginia Commonwealth University School of Medicine, Dr David Cifu, setuju dengan mengatakan bahwa orang-orang bisa sembuh dari kejadian tenggelam, dan kesembuhan fungsi otak tidak ada hubungannya dengan oksigen hiperbarik. Ia melanjutkan, "Ini tidak membuktikan apapun. Kesembuhan bisa terjadi karena plastisitas, atau fleksibilitas otak, mengartikan bahwa area otak berbeda bisa mengambil alih otak yang sudah rusak."

Para ahli merasa bahwa Eden berhasil selamat karena suhu air di kolam renang. Karena Eden jatuh ke kolam air dingin, ia memiliki kesempatan sembuh lebih tinggi karena air dingin memberikan efek protektif ke otak. Meskipun ada banyak kritik, namun satu hal yang disetujui oleh para ahli, bahwa Eden kecil berhasil selamat dari insiden menakutkan tenggelam. MIMS

Bacaan lain:
Lahir dengan otak di luar tengkorak kepala, anak laki-laki ini kini tumbuh sehat
Ternyata otak masih bekerja meskipun tubuh sudah tak bernyawa
Langka namun mematikan: Amoeba pemakan otak

Sumber:
https://www.sciencealert.com/scientists-have-reversed-brain-damage-in-a-2-year-old-girl-who-drowned-in-a-swimming-pool
http://www.newsweek.com/eden-carlson-brain-damage-reversed-drowning-638628
https://www.livescience.com/59899-hyperbaric-oxygen-therapy-brain-damage.html