Dokter Malaysia menyesali fakta bahwa banyak apotek sekarang "mengambil alih pekerjaan dokter" dengan mendiagnosis penyakit pasien – merekomendasikan alternatif obat resep dan meracik obat tanpa persetujuan dokter.

Kondisi ini menyebabkan "menurunnya bisnis" dan menyebabkan kerugian, karena klinik harus terus menjaga stok obat di saat jumlah pasien yang datang menurun.

"Sekarang ini, ada banyak sekali apoteker, beberapa dari mereka melakukan tes gula darah atau kolesterol, dan bahkan merekomendasikan obat berdasarkan gejala yang disebutkan konsumen mereka," sebut Dr Khatijah, seorang dokter umum yang memiliki sebuah klinik.

"Apoteker tidak bisa mendiagnosis pasien, ini adalah pekerjaan dokter," jelas dokter lain, Dr John (psudonim), yang menyebutkan terjadi 30% penurunan pendapatan pada bisnisnya selama beberapa tahun terakhir.

Pharmacy Bill: Akankah hal ini dimasukkan dalam hukum?

Selama beberapa tahun, Pharmacy Bill – yang membatasi dokter hanya untuk mendiagnosis dan meresepkan obat, di saat apotek meraciknya – sudah banyak mendapat celaan dan kritikan, namun masalah ini hanya dibiarkan begitu saja.

Banyak dokter umum menyatakan bahwa Malaysia tidak memiliki infrastruktur seperti yang dilakukan bill, khususnya di daerah terpencil. Apoteker juga memiliki lima tugas khusus di apotek Bill, misalnya perlindungan hak konsumen dan pasien.

Meskipun demikian, dokter umum seperti Dr Khatijah, menyambut gerakan demikian karena bisa menurunkan pengeluaran.

"Sekarang, saya tidak menghabiskan lebih dari Rm7.000 dalam sebulan untuk obat. Hidup menjadi lebih mudah bagi saya, karena saya hanya akan menyediakan obat yang diberikan melalui injeksi dan obat untuk kondisi mengancam jiwa yang tidak bisa diracik di apotek," jelasnya.

Jika bill dibiarkan saja, kemungkinan dokter umum akan menaikkan biaya konsultasi sesuai dengan panduan MMA, karena konsultasi akan menjadi satu-satunya sumber pendapatan mereka.

Menurut 13th Schedule of the Private Healthcare Facilities and Services Act 1998, dokter umum swasta boleh menagih biaya antara RM30 dan RM125 untuk konsultasi.

Biaya tambahan 50% mungkin akan diaplikasikan jika konsultasi dilakukan di luar jam kerja klinik dan biaya tambahan 100% bisa diberikan untuk panggilan ke rumah.

Perang dingin antara apoteker dan dokter umum

MMA juga menerima keluhan mengenai apoteker yang tidak mengikuti aturan. Presiden MMA Dr Ravindran R Naidu mengatakan bahwa MMA meminta Menteri Kesehatan (MOH), terutama unit penanganan Pharmaceutical Department Services untuk mengambil tindakan atas apoteker yang melakukan hal demikian.

Dr Ravindran opines that it’s far more dangerous when pharmacists dispense controlled drugs without a prescription.
Dr Ravindran opines that it’s far more dangerous when pharmacists dispense controlled drugs without a prescription.


"Apoteker seharusnya meracik obat seperti antibiotik atau obat diabetes, hipertensi dan kolesterol saja sesuai dengan resep dokter," ungkapnya.

Meskipun demikian, pharmacy enforcement unit (PEU) yang merupakan bagian dari MOH juga mengambil tindakan atas dokter yang meracik obat over-the-counter (OTC) sederhana di klinik mereka.

"Jika berbagai toko, toko obat tradisional Cina dan toko kelontong bisa menjual obat OTC seperti paracetamol, mengapa klinik tidak boleh menjualnya?" tanya Dr Ravindran.

"Akan lebih berbahaya jika apoteker meracik obat pengontrol tanpa resep," tambahnya.

Menurut Dr Ravindran, MMA mendukung Pharmacy Bill dimana dokter memiliki hak meracik obat, khususnya untuk terapi penyakit nonkomunikabel – karena juga membutuhkan monitoring outcome secara teratur untuk mencegah komplikasi. MIMS

Bacaan lain:
Semakin sibuk rumah sakit, semakin kompeten dokter lulusannya
Kemajuan dunia kesehatan – Apakah profesi kedokteran akan punah?
Singapura lebih membutuhkan dokter generalis daripada dokter spesialis

Sumber:
http://www.freemalaysiatoday.com/category/nation/2017/09/11/errant-pharmacists-taking-business-away-from-clinics-say-docs/
http://www.thestar.com.my/news/nation/2017/08/11/allow-clinics-to-dispense-otc-medicine-mma-patients-should-be-able-to-buy-simple-medication/