Bagi seorang wanita yang memercayai dokter, kondisi ini bukan hanya menyebabkan stres psikis tetapi juga penghianatan kepercayaan. Luka psikologis akan terus menghantui sepanjang hidup mereka.

Jyllene Wilson takut menggunakan kamar mandi umum dan klinik, dan menggunakan aplikasi telepon pintar untuk mendeteksi pengintip. Joshulyn Brown menjadi sangat tidak percaya pada tenaga profesional, khususnya dokter dan hakim. Simmons-Gomez mengalami hal yang lebih parah lagi, ia mengalami serangan panik saat diperiksa oleh dokter pria, dan seorang anaknya mengalami depresi dan mulai memotong anggota tubuhnya sendiri.

Seperti contoh di atas, ada ribuan wanita lain yang juga mengalami hal ini - kebanyakan wanita berkulit hitam dan miskin - yang jatuh ke tangan hangat dokter ginekolog.

Dr Nikita Levy, 54, dipecat pada 2013 setelah seorang pekerja melaporkan kamera-pen yang ia gunakan dan polisi kemudian menemukan bukti 1.200 video dan 140 gambar di komputernya.

Levy, yang bergabung dengan Johns Hopkins pada 1988, telah memeriksa setidaknya 12.600 pasien. Beberapa hari setelah pemecatan, ia membunuh dirinya sendiri dengan memasukkan kepalanya ke kantung berisi helium, dan meninggalkan surat permintaan maaf untuk istrinya.

"Ia mengingatkan saya pada Dr Huxtable dari 'The Cosby Show'," kata Simmons-Gomez.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai memercayai dokter ini dan ia banyak mengadakan edukasi melalui telepon dan selama pemeriksaan ketika Simmons-Gomez kesulitan dengan pelajaran biokimia. Dua putri Simmons-Gomez juga datang ke dokter ini untuk pemeriksaan, keputusan yang membuatnya menyesal.

"Saya merasa bersalah menaruh kedua anak perempuan saya ke tangan seorang monster, ini membuat saya merasa sakit hati," kata Simmons-Gomez.

Ia mengatakan Levy menggunakan lampu dari pena selama pemeriksaan, dan kemudian menyetel lagu Layla milik Eric Clapton setelah pemeriksaan dan menari. Sekarang ia menyadari bahwa sang dokter melakukan hal tersebut untuk merayakan keberhasilannya mengambil gambar tubuh pasien.

Saat mendengar kabar ia tertangkap, Simmons-Gomez menangis dan mulai muntah.

"Mereka tidak akan pernah bisa membayangkan apa yang sudah kami lalui," kata Simmons-Gomez.

"Tidak bisa tidur, tidak bisa bekerja, tubuh Anda bekerja tetapi pikiran Anda tidak berada di sana... kami seperti hidup dalam neraka, dan beberapa dari kami masih terjebak di sana."

Pelanggaran kepercayaan: Pasien dan sistem kesehatan

Dideskripsikan sebagai pelanggaran terbesar yang dilakukan oleh seorang pelaku dalam sejarah Amerika, wanita ini akan membagikan uang sebesar 190 juta USD dmana setiap wanita akan mendapat sekitar USD 1.877 dan USD 27.935 tergantung keparahan trauma. Lebih dari setengah pasien mengalami 'trauma sedang' dan setiap pasien akan mendapat USD 21.500.

Bessie Smith, 29, mengatakan Levy membantunya saat ia keguguran di tahun 2009, dan informasi mengenai perbuatannya membuat ia semakin merasa bersalah.

Ia mengatakan ia tidak lagi percaya pada dokter dan akan meninggal di jalan sebelum saya kembali ke rumah sakit Johns Hopkins.

Kasus ini sangat besar karena tidak satupun wanita bisa diidentifikasi melalui foto - sehingga semua yang diterapi oleh Levy bisa meminta pertanggung jawaban. Diperhitungkan ada sekitar 15.200 aplikasi dan beberapa merupakan duplikasi dan 1.000 pasien yang lain tidak pernah menjadi pasien Levy.

Jonathan Schochor, seorang pengacara pasien, menolak berkomentar.

Kim Hoppe, seorang pembicara Rumah Sakit Johns Hopkins mengatakan, "Bahwa dokter bisa melakukan sesuatu yang tidak terduga. Saat kami diinformasikan mengenai kelakukan Dr Levy, kami langsung beraksi dan memberikan sikap yang meyakinkan."

"Kami memiliki kebijakan ketat untuk melindungi kerahasiaan pasien, tetapi semua rumah sakit harus bertanggung jawab akan integritas pekerjanya. Pelanggaran Dr Levy bukan hanya merupakan pelanggarannya terhadap pasien, tetapi juga meliputi Sistem Kesehatan Johns Hopkins."

Kompensasi untuk trauma psikologis merupakan suatu tantangan

Wanita yang terpengaruh tidak mengalami cedera fisik dan hal ini membuat semakin sulit untuk memberikan kompensasi trauma psikologis, misalnya seperti kehilangan dignitas dan kepercayaan, selain rasa malu dan terhina.

Kenneth Feinberg, seorang pengacara yang bertugas melakukan negosiasi dengan korban mengatakan, "Anda tidak mengalami cedera fisik. Ini mengartikan semua kerugian yang dialami pasien berupa kerugian psikologis. Maka, siapa yang bisa membuktikannya? Bagaimana Anda bisa menunjukkan tingkat kerugiannya? Ini merupakan suatu hal yang sangat sulit dilakukan, untuk mengkalibrasikan tingkat kerusakan psikologis."

Hakim senior Irma Raker di Pengadilan Banding Maryland, yang menjadi penentu dan mencaritahu tingkat penderitaan pasien, merasa banyak faktor memengaruhi jumlah kompensasi, dan cedera yang mereka sebut merupakan persepsi pasien, kepercayaan atau pengetahuan bahwa mereka terekam.

"Saat kami datang ke dokter ginekolog atau obstetrik, ini meliputi tindakan yang sangat privasi dan sangat mengintimasi, dan hal tersebut bukan merupakan pengalaman yang mengenakan. Dan kemudian jika mengetahui dokter mengambil foto beberapa orang dan ia juga mengambil foto Anda - Anda tidak mengetahui apakah ia melakukannya atau tidak - hal ini menimbulkan emosi berbeda pada setiap orang berbeda," tambahnya.

"Kami peduli, dan kami mendengarkan, dan kami memeriksa riwayat setiap pasien." MIMS

Bacaan lain:
Seorang dokter diajukan ke meja hijau karena melakukan pelecehan seksual setelah mensedasi pasien
Dokter di Gunung Sinai dihukum penjara karena melakukan pelecehan seksual pada empat pasiennya
Anak perempuan berusia 10 tahun meninggal karena infeksi herpes tidak terdeteksi oleh dokter

Sumber:
http://www.dailymail.co.uk/news/article-4537780/Patients-getting-checks-soon-gynecologist-recording-case.html
https://www.washingtonpost.com/local/education/a-gynecologist-secretly-photographed-patients-whats-their-pain-worth/2017/01/14/35bcf156-d45e-11e6-a783-cd3fa950f2fd_story.html?utm_term=.a8a35c268114
http://www.baltimoresun.com/news/maryland/baltimore-city/bs-md-levy-settlement-allocations-20170523-story.html
http://www.wbaltv.com/article/payments-in-class-action-lawsuit-in-dr-nikita-levy-case-revealed/8546625