Dokter bedah Munjed Al Muderis - seorang imigran Irak dan perintis terapi yang memberi kesempatan untuk pasien amputasi untuk kembali berjalan - dihadiahi AUD480.000 setelah menerima sejumlah ancaman dari pasiennya dan kakaknya.

Mahkamah Agung menghadiahi AUD320.000 untuk kerugian yang disebabkan oleh Grardo Mazzella dan kakaknya Rodney Duncan, dengan tambahan denda dari Mazella untuk membayar AUD160.000 untuk dr Al Muderis.

Sydney surgeon Dr Al. Muderis was awarded AUD480,000 after hearing by the Supreme Court. Photo credit: news.com.au
Sydney surgeon Dr Al. Muderis was awarded AUD480,000 after hearing by the Supreme Court. Photo credit: news.com.au


Gerardo Mazzella mengeluhkan mati rasa di penis dan skrotumnya setelah dr. Al Muderis melakukan operasi panggul di tahun 2010 - tetapi, tes menunjukkan tidak ada kerusakan pada saraf yang berhubungan.

'Penuntut sempurna' untuk kasus fitnah

Mazella dan Duncan membentuk website - dibentuk serupa dengan situs bisnis resmi dr. Al Muderis - dan halaman Facebook yang mencemarkan nama baik dan menuduhnya melakukan kelalaian medis. Materi fitnahan lain termasuk video YouTube menyebutkan 'Dr Al Muderis sang tukang jagal', dan poster 'dicari' di Pinterest yang menggambarkan dr. Al Muderis sebagai 'monster aneh' dan menyebutnya 'Pencinta Penis'.

Hakim Stephen Rothman menyebutkan bukti yang tersedia, termasuk tes medis yang menunjukkan tidak adanya cedera, tidak menunjukkan adanya 'bukti kelalaian atau kesalahan' yang dilakukan oleh dr. Al Muderis. Faktanya, Hakim Rothman menyebut dr. Al Muderis sebagai 'penuntut sempurna' untuk proses fitnah.

"Ia terlibat dalam aktivitas amal, bekerja untuk Angkatan Pertahanan Australia, menghabiskan waktu dan uangnya untuk orang yang kurang beruntung dan menjadi salah satu dokter yang memajukan dunia teknologi medis," sebut Hakim Rothman.

"Ini merupakan sikap yang salah untuk menyebutkan bahwa dr. Al Muderis merupakan contoh yang baik untuk menjawab kritik yang berhubungan dengan masalah imigran."

Tidak satupun dari pemfitnah ini yang muncul di pengadilan untuk membela diri mereka sendiri

Hakim Rothman mendengar bahwa operasi ini berjalan "sebagaimana yang seharusnya", tetapi Mazzella sudah pergi ke Thailand, berlawanan dengan saran "agar ia tidak segera terbang setelah operasi".

"Saat kembali, dilakukan pemeriksaan biasa, dan saat itulah muncul keluhan kehilangan sensasi di penis dan skrotum Mazzella," tulisnya. Tidak jelas apakah fungsi seksual Mazzella "hilang total" atau "hanya hilang sementara".

Selain itu, keluhan Mazzella menjadi "semakin kasar", mendorongnya membuat ancaman personal mulai dari ancaman di depan dokter hingga ancaman verbal melalui telepon, oleh pasien atau kakaknya. Mereka meminta ganti-rugi uang, dan menyebutkan bahwa Mazzella mengetahui dimana istri dr. Al Muderis bekerja dan dimana sekolah anak-anaknya, dan "mengancam akan 'memotong penis [dokter]" dan "membunuhnya", menurut Hakim Rothman.

Ancaman ini semakin menjadi-jadi setelah terjadi penolakan gugatan medis dan keluhan ke Komisi Keluhan Pelayanan Kesehatan. Dr Al Muderis kemudian melaporkan kedua kakak-beradik ini untuk pencemaran nama baik di akhir tahun kemarin melalui website dan media sosial.

Tidak satupun dari kakak-beradik ini yang muncul selama pengadilan. Dengan demikian, pada bulan Desember, Hakim Lucy McCallum mengambil keputusan untuk dr. Al Muderis. Hakim Rothman, yang memeriksa kerusakan, menyebutkan bahwa Mazzella dan kakaknya "menolak untuk menerima kesempatan pembelaan diri".

Dengan demikian, ia menemukan bahwa tidak satupun dari klaim Mazzella yang terbukti. Sehingga, dr. Al Muderis mendapat hadiah ganti rugi kerusakan sebesar AUD480.000 ditambah ketertarikan pasien untuk diterapi oleh dr. Al Muderis.

Menurut Hakim Rothman, pengadilan juga akan memerintahkan kakak-beradik ini untuk menghapus materi fitnahan dan tidak pernah mempublikasikannya lagi. MIMS

Bacaan lain:
WHO menyambut Tedros sebagai direktur umum baru
Rumah sakit dituduh merahasiakan alasan kematian bayi berusia 11 bulan karena kelebihan dosis
Seorang bayi meninggal setelah dokter gagal mendeteksi masalah pernapasan

Sumber:
http://www.dailymail.co.uk/news/article-4591226/Sydney-surgeon-awarded-480-000-damages.html
http://www.news.com.au/finance/work/leaders/respected-surgeon-wins-480000-in-defamation-case-involving-disgruntled-patient/news-story/b1b64ea070eda935cf16f4ab9f1c8d4f
http://www.smh.com.au/nsw/sydney-surgeon-munjed-al-muderis-awarded-480k-over-online-defamation-by-patient-20170608-gwn17a.html