Saat pasien masuk ke Rumah sakit Milton Keynes untuk jadwal operasinya, Lauren Hodgson berharap rasa sakit yang ia rasakan akan hilang dalam waktu beberapa jam. Namun, apa yang hilang malah ginjal sehatnya – saat seorang dokter bedah junior salah mengoperasinya, dalam proses yang berlangsung selama 45 menit.

Murni kesalahan manusia

Saat kejadian, pasien berusia 29 tahun mengatakan konsultannya yang menyadari ada kesalahan medis saat ia masuk ke ruang operasi – saat dokter sedang dalam proses mengakhiri prosedur. Dokter yang melakukan kesalahan ini mengatakan ke konsultan bahwa mereka tidak menemukan batu di ginjal kanan, tetapi tetap melakukan prosedur ini.

Dalam kondisi terkejut, konsultan ini kemudian masuk untuk melakukan operasi di ginjal yang seharusnya. Akhirnya, saat pasien bangun dari operasi, ia menemukan bahwa ada perlakukan sama yang dilakukan pada kedua ginjalnya 'disebabkan kesalahpahaman'.

Setelah menyadari adanya kesalahan, Hodgson kemudian memutuskan untuk menyampaikan keluhan ini ke manajemen rumah sakit. Menurutnya, ia diminta untuk 'diam saja', sambil melakukan penyelidikan. Ia juga ditenangkan dengan mengatakan bahwa ginjal sehatnya tidak rusak dan ia diizinkan pulang beberapa hari setelah operasi.

Efek selanjutnya akibat kesalahan

Beberapa minggu kemudian, Hodgson kembali ke rumah sakit untuk melepaskan stent – namun bukannya merasa lebih baik, ia mulai merasa nyeri di sisi kanannya – dan terus merasa kesakitan. Setelah melalui beberapa tes, diketahui bahwa ia sekarang menderita tekanan darah rendah – tanda langsung bahwa ginjalnya tidak berfungsi dengan lebih baik.

Kurangnya dukungan rumah sakit menyebabkan Hodgson membuat laporan dan menggugat rumah sakit karena kesalahan medis yang dilakukan dokter mereka. Karena insiden ini, pasien harus istirahat untuk menahan rasa sakit dan trauma yang ia rasakan.

Kejadian yang seharusnya 'tidak boleh' terjadi

Dr Ian Reckless, direktur medis rumah sakit, mengatakan, "Menurut NHS, kejadian ini bisa dikategorikan sebagai operasi di lokasi yang salah dan dilaporkan oleh rumah sakit sebagai 'Kejadian yang Tidak Pernah Terjadi'."

"Meskipun kesalahan ini berhasil diperbaiki selama operasi, namun hal ini sangat menyulitkan bagi Ibu Hodgson, yang harus meluangkan waktu lebih lama selama operasi dan melalui periode rawat inap yang lebih panjang." Ia meminta maaf ke pasien atas apa yang harus dilalui pasien.

Dokter yang salah mengatakan, dalam pengadilan minggu ini, bahwa ia merasa sangat lelah pada saat operasi akibat kerja lembur. Seorang radiografer, yang ada dalam ruang operasi, menyadari dokter mulai mengadakan intervensi di ureter kanan, dan menanyakan apakah ia sudah memeriksa kedua sisinya. Ia mengatakan dokter tidak mendengarnya dan melanjutkan apa yang sedang ia lakukan.

Rumah Sakit Milton Keyness mengatakan akan menyelidiki hal ini secara internal untuk mengetahui bagaimana hal ini bsia terjadi dan bagaimana kejadian ini bisa dihindari di masa depan.

Dalam bagiannya, Lauren Hodgson mengatakan, "Saya tidak pernah memiliki masalah kesehatan parah sebelum ini dan bukan itu masalahnya sekarang. Setidaknya saya ingin permintaan maaf, tetapi saya ingin mereka menyadari efeknya, dari kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari, sudah dan akan terjadi dalam kehidupan saya." MIMS

Bacaan lain:
Dokter bedah yang kasar cenderung menyebabkan komplikasi saat operasi
Pasien menggugat rumah sakit karena salah membuang ginjal sehat bukan ginjal bertumor
Bagaimana kritikan bisa meningkatkan kemungkinan melakukan kesalahan dalam dunia medis?

Sumber:
http://metro.co.uk/2017/07/20/woman-sues-hospital-after-surgeon-operated-on-wrong-side-of-her-body-6793387/
http://www.dailymail.co.uk/news/article-4715952/Surgeon-mistakenly-operated-wrong-woman-s-body.html