Seorang dokter di New York ditegur oleh US FDA karena memasarkan prosedur eksperimental 'bayi tiga-orangtua' yang belum disetujui. Dr John Zhang, CEO dari New Hope Fertility Centre, diminta menghentikan promosi karena belum disetujui penggunaannya di Amerika.

Ia pertama kali membuat pemberitaan di tahun 2016 setelah membantu pasangan dari Jordan untuk memiliki bayi dengan prosedur kontroversial.

Dr Zhang juga mengepalai bisnis fertilitas, Darwin Life Inc., dimana ia lanjut memasarkan website perusahaan. Menyebut teknik ini sebagai HER IVF (Human Egg Rejuvenation In Vitro Fertilization), klaim ini memuja-muja "kelahiran bayi pertama" menggunakan teknologi "bayi tiga-orangtua". Mereka juga menyebutkan ini merupakan "terapi yang pertama kali disetujui" untuk penyakit genetik spesifik dan merupakan terapi berhasil untuk infertilitas akibat "usia".

Pemerintah menolak teknik tiga-orangtua

Pada teknik bayi tiga-orangtua, DNA dari tiga orang – ibu, ayah, dan donor telur – digunakan.

Dalam kasus pasangan Yordania, ibu pembawa DNA yang bisa menurunkan gangguan neurologis parah disebut Leigh Syndrome. Jika gen ini diturunkan pada bayi, maka anak ini akan meninggal di usia muda. Keluarga sudah mengalami empat kali keguguran dan kematian dua anaknya.

Teknik eksperimental yang meliputi membuang beberapa DNA ibu dan mengeksklusikan DNA penyebab penyakit. DNA sehat kemudian dimasukkan ke telur donor yang berisi sejumlah kecil DNA, dan kemudian difertilisasi.

Prosedur ini dikatakan dilakukan di Klinik New York. Embrio kemudian dibawa ke Mexico dan diimplan di sana. Pada September 2016, seorang bayi laki-laki sehat berhasil dilahirkan.

Ini bukan pertama kalinya bayi lahir dari tiga 'orangtua'. Di akhir tahun 1990an, 17 bayi dilahirkan dengan DNA dari tiga orang dalam terapi eksperimental infertilitas. Terobosan ini dibuat di Institut St Barnabas di New Jersey, meskipun demikian, hanya berlangsung sebentar.

FDA memutuskan untuk ikut campur tangan dan memerintahkan untuk berhenti melakukan prosedur demikian karena masalah keamanan dan etika. Namun, hingga saat itu, diketahui bahwa sekitar 30 hingga 50 anak-anak sudah dilahirkan dari DNA dari tiga orang.

Dari membantu pasangan dengan masalah infertilitas hingga membantu pembawa gen penyakit serius

Kasus terbaru muncul di tahun 2017 dan menjadi permulaan pergerakan tujuan teknik ini. Dari berfungsi sebagai terapi infertilitas, akhirnya teknik ini berkembang menjadi membantu ibu yang memiliki DNA mitokondria sehingga tidak menurunkan mutasinya.

Efek proses krontroversial ini belum diketahui, sehingga menunjukkan masalah tersembunyi yang kemudian bisa muncul di kehidupan selanjutnya.

Meskipun demikian, Human Fertilisation and Embryology Authority Inggris akhirnya mengeluarkan hukum di akhir tahun 2016 untuk mengizinkan klinik mencari izin untuk prosedur tiga=orangtua.

Masalah ini mendapat perdebatan sengit. Ahli fertilitas terus mendukung prosedur ini, tetapi dengan perhatian tertentu. Namun, kritik menyatakan bahwa mengabaikan aturan waspada pemerintah merupakan sikap yang tidak bertanggung jawab.

Dr Zhang dan timnya akan mempresentasikan hasil penelitian mereka di pertemuan American Society for Reproductive Medicine pada Oktober 2017. MIMS

Bacaan lain:
Euthanasia pada bayi: Perlukah dilegalkan?
Membunuh yang satu demi menyelamatkan yang lain: Tantangan etika dan medis pada kembar siam
Bayi dengan 'tiga orangtua' membuktikan kontroversi ilmu pengetahuan dapat melawan infertilitas

Sumber:
https://www.statnews.com/2017/08/05/doctor-told-stop-marketing-3-parent-baby-technique/
https://www.theverge.com/2017/8/5/16100680/three-parent-baby-fertility-doctor-fda-letter-violations
https://www.statnews.com/2016/10/26/children-3-way-dna/
http://us.blastingnews.com/lifestyle/2017/08/why-three-parent-baby-fertility-procedure-should-not-be-commercialized-001910253.html
http://www.bbc.com/news/health-37485263
https://www.theguardian.com/science/2016/dec/15/three-parent-embryos-regulator-gives-green-light-to-uk-clinics