Hasil yang mengejutkan pada studi tahun 2012, perawat-perawat di tiga rumah sakit pemerintah di Melaka, Malaysia melaporkan prevalensi pelecehan seksual yang tinggi di kalangan mereka yaitu 51,2%  dengan 22,8% diantaranya mengaku pelecehan telah terjadi selama satu tahun ini berupa pelecehan baik psikologis, verbal dan nonverbal, fisik dan pelecehan visual. Tren yang mengkhawatirkan ini menimbulkan pertanyaan; apa yang dapat dilakukan oleh perawat menghadapi pelecehan seksual?

Langkah pertama menjawab pertanyaan tersebut adalah memahami bagaimana gambaran klinis pelecehan seksual. Menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) menjelaskan pelecehan seksual adalah perilaku yang tidak diinginkan terkait hasrat seksual yang dirasakan oleh seseorang pada keadaan-kedaan yang mengarah pada seks yang terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Bahkan juga dapat berbentuk intimidasi atau ancaman atau kejahatan atau penghinaan. Pelecehan ini dapat berasal dari pasien, atasan, rekan kerja dan lain-lain. 

Bagi Anda seorang perawat penting untuk mengetahui langkah-langkah yang tepat agar pelaku kejahatan tidak bebas berkeliaran dan meneror orang lain:

Laporkan Kejadian

Banyak kasus pelecehan pada perawat tidak dilaporkan karena pembuat kebijakan dan petugas rumah sakit sering menganggap kasus pelecehan tersebut sebagai kasus yang ringan dan tidak bermakna. Melaporkan pelecehan seksual memang terdengar mudah, namun kenyataannya banyak perawat enggan melaporkan kejadian ini karena pelaku pelecehan tersebut adalah pasien atasan yang dihormati ataupun dokter. Beberapa perawat lainnya tidak ingin menarik perhatian yang tidak diperlukan pada diri mereka atau buruknya justru dikucilkan.

Penting sekali untuk melaporkan kasus pelecehankepada atasan, bagian HR (Human Resource) atau pihak berwenang yang lebih tinggi di tempat kerja Anda. Ceritakan pelecehan tersebut sampai seseorang benar-benar mendengarkan. Seringkali petugas rumah sakit menolak melanjutkan kasus pelecehan seksual karena takut mendapat berita negatif. Saat hal tersebut terjadi, carilah pertolongan dari luar seperti lembaga kemasyarakatan atau pemerintah.

Hadapi pelaku pelecehan

Tampaknya hal ini sangat menakutkan dan enggan untuk dilakukan terutama jika pelakunya adalah atasan Anda. Namun perlu Anda katakan dengan tegas dan sopan bahwa tindakan ataupun ucapan mereka membuat Anda merasa tidak nyaman dan Anda tidak menyukai apalagi menerima perilaku mereka. Ingatkan bahwa ada hukum yang akan menindak perilaku pelecehan dan Anda memiliki hak untuk menuntut ganti rugi.

Rekam pelecehan yang terjadi

Rekamlah pelecehan yang terjadi, termasuk didalamnya hal yang dilakukan dan diucapkan serta waktu dan tempat insiden tersebut terjadi. Akan lebih baik jika Anda dapat merekam dalam bentuk audio atau video saat kejadian berlangsung yang dapat menjadi bukti kuat untuk meghadapi pelaku pelecehan jika kasus pelecehan dibawa sampai ke meja hijau. Rekaman audio atau video sangat membantu untuk meyakinkan pihak berwenang di tempat Anda bekerja akan keabsahan pernyataan Anda.

Ciptakan suasana saling mendukung

Jika Anda atau rekan kerja perawat Anda mengalami kesulitan ini, peran perawat penting dalam mendukung satu sama lain. Jangan menghalangi seseorang untuk melapor atau mencari keadilan, serta menghindari gosip atau memfitnah orang lain. Pelecehan seksual di tempat kerja dapat terjadi pada setiap orang, dan sedikit dukungan moral yang diberikan pada korban dapat membuat lingkungan kerja Anda menjadi kondusif. 

Memerangi pelecehan seksual pada lingkungan medis tidak berbeda dengan lingkungan kerja lainnya. Perlu Anda ingat, sebagai perawat Anda tidak sendirian dalam menghadapi pelecehan seksual. MIMS

Bacaan lain:
Dokter yang menganiaya wanita bebas dari penjara karena keahliannya
Dokter ginekolog menyimpan foto hasil pemeriksaan pelvis pada lebih dari 8000 pasien
Dokter bedah membesarkan anak "secara seksual"

Sumber:
http://www.e-mjm.org/2012/v67n5/sexual-harassment.pdf
http://www.monster.com/career-advice/article/how-nurses-can-fight-sexual-harassment