Ada berita mengenai seorang ibu yang anaknya (delapan tahun) meninggal akibat kesalahan dosis.

Pasien telah menggunakan clonidine selama tiga tahun untuk mengontrol gejala hiperaktif yang dideritanya. Reaksi aneh sang anak terhadap pengobatan muncul saat acara Halloween lalu.

Ketika dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa sang anak mengalami pembengkakan otak karena obatnya. Hasil tes menunjukkan bahwa sang anak menerima dosis 1000 kali lebih banyak dari dosis yang tertulis dalam resep. Ia mengonsumsi dosis 30 mg daripada 0,03 mg sebagaimana yang dituliskan dalam resep.

Pada waktu berita ini muncul, hasil autopsi belum keluar.

Kemungkinan kejadian ini terjadi karena salah meracik obat. Kesalahan meracik meliputi tidak sesuai atau berbeda dengan apa yang ditulis dalam resep dan bisa terjadi saat salah mengambil bahan obat, dosis, sediaan, kuantitas, dan pemberian nama. Selain kesalahan meracik, kemungkinan lainnya adalah cara penggunaan yang membingungkan atau tidak lengkap, preparasi yang tidak akurat dan tidak sesuai, pengemasan, atau penyimpanan sebelum peracikan.

Strategi untuk meminimalisir kemungkinan salah racik

1. Konfirmasi bahwa resep yang ditebus benar dan lengkap

Apoteker harus menghubungi dokter penulis resep untuk mengklarifikasi keragu-raguan mengenai perintah dalam resep.

2. Berhati-hatilah akan obat dengan nama yang mirip, dan juga obat yang terlihat sama

Membuat pengingat pada botol dan sistem komputer dapat membantu apoteker yang bingung akan nama obat yang mirip sehingga dapat menghindari kesalahan meracik.

3. Hati-hati dengan angka nol, singkatan dan simbol dalam resep

Misinterpretasi angka nol dapat menyebabkan overdosis. Usahakan agar Anda terbiasa dengan singkatan dan simbol yang sering digunakan.

4. Rapikan tempat kerja Anda

Aturlah tempat meracik sedemikian rupa untuk memastikan alur kerja Anda tidak terganggu, dan usahakan untuk menghindari pengganggu dan kesalahan meracik.

5. Periksa resep

Periksa beberapa kali untuk memastikan resep sama dengan produk yang (akan) Anda siapkan. Anda mungkin bisa meminta orang lain untuk memeriksa kembali.

6. Pisahkan obat yang satu dengan yang lain

Simpan obat untuk menghindari pencampuran obat yang satu dengan yang lain, terutama obat yang tampak sama. Pastikan labelnya menghadap ke atas dan pisahkan obat yang kadaluwarsa.

7. Lakukan konseling ke pasien

Disarankan agar apoteker membuka tempat penyimpanan obat agar bisa menunjukkannya ke pasien, sehingga pasien bisa menanyakan masalah pengobatan mereka secara langsung. Apoteker wajib memberi arahan mengenai cara penggunaan obat untuk menghindari pasien salah mengerti terutama mengenai cara penggunaan obat.

8. Hindari stress

Kurangi stress di lingkungan kerja dan memberi beban kerja yang sewajarnya ke apoteker. MIMS

Bacaan lain:
Malpraktek oleh apoteker: Kekeliruan, kelalaian dan penyalahgunaan
Apoteker: Bagaimana cara menulis portofolio yang baik
3 cara mendapat berita dan literatur terbaru untuk tenaga kesehatan
BARU: MIMS Karir untuk Apoteker dan tenaga kesehatan lain