Sejak awal tahun 2000an, pemeriksaan sebelum kelahiran membuat wanita hamil di Irlandia bisa mengetahui mutasi genetik yang terjadi pada si calon bayi – Down Syndrome. Akibatnya, jumlah bayi yang dilahirkan dengan abnormalitas genetik menurun drastis. Hampir 100% dari sekitar 80-85% orang yang menerima hasil positif Down Syndrome memutuskan untuk mengugurkan kandungan mereka.

Hal ini karena, Irlandia belum menemukan sebuah metode untuk menyembuhkan penyakit; sehingga fetus dengan anomali Trisomy 21 diaborsi – penjelasan untuk hampir tidak adanya populasi Down Syndrome di negara ini.

Irlandia bukan satu-satunya negara yang mengucapkan selamat tinggal pada bayi Down Syndrome

Down Syndrome, yang pertama kali ditemukan oleh seorang dokter Perancis di tahun 1959, diderita oleh sekitar 6 juta orang di dunia. Di Irlandia, calon ibu tidak diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan sebelum melahirkan. Meskipun demikian, pemerintah memastikan agar para ibu menyadari keberadaan tes demikian dan pilihan mereka. Sejumlah besar – hampir 85% – wanita memilih untuk melakukan tes, menurut Rumah Sakit Universitas Landspitalli di Reykjavik, lokasi dimana 70% kelahiran terjadi.

Dengan 100% kehamilan yang ditunjukkan positif Down Syndrome diaborsi, Irlandia sekarang hanya menemukan dua kelahiran bayi Down Syndrome setiap tahunnya di beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan hasil negatif palsu pada orangtua yang dikatakan berisiko rendah akan melahirkan bayi Down Syndrome, atau dari 15% wanita yang memilih untuk tidak melakukan tes sebelum melahirkan.

Negara lain di seluruh dunia juga melakukan hal yang sama dengan Irlandia – termasuk Denmark, dengan angka terminasi fetus Down Syndrome sebesar 98% (2015), Inggris dengan angka terminasi 90%, Perancis dengan angka terminasi 77% (2015) dan Amerika Serikat dengan angka terminasi 67% (1995-2011).

Sebelumnya, Irlandia memiliki sejumlah kecil populasi yang hanya terdiri dari 330.000 orang – dibandingkan dengan Amerika Serikat, yang terdapat 6.000 kelahiran Down Syndrome setiap tahunnya.

Tes Kombinasi dilakukan berdasarkan usia ibu, hasil dari tes darah dan pemeriksaan ultrasound untuk mendeteksi deformitas apapun pada fetus yang sedang bertumbuh. Pemerintahan irlandia melegalkan aborsi fetus di usia kehamilan 16 minggu dan di atasnya jika anomali genetik terdeteksi, termasuk Down Syndrome.

Apa arti dari eradikasi total Down Syndrome

Penderita Down Syndrome memiliki bentuk wajah tertentu dan disebut memiliki kualitas hidup lebih rendah disebabkan penundaan perkembangan yang terjadi akibat gangguan ini. Komplikasi lain juga bisa terjadi di kemudian hari. Dengan demikian, setelah konsultasi dan pemeriksaan, orangtua boleh memilih untuk mengaborsi kehamilan untuk mencegah antisipasi bayi yang tidak diketahui.

Saat ditanyakan apa arti dari Down Syndrome Irlandia, ahli genetik Kari Stefansson dari deCODE Genetics, perusahaan yang sudah mempelajari genom populasi Irlandia mengatakan, "hal ini menunjukkan pentingnya konsultasi genetik. Dan saya pikir konsultasi genetik yang mendalam tidak banyak disukai tenaga kesehatan. Anda akan memberikan pengaruh akan keputusan yang bukan merupakan keputusan medis."

Beberapa ibu mungkin merasa tertekan saat ingin mengaborsi kehamilannya, selain merupakan apa yang dilakukan semua orang dengan nasib sama. Merekomendasikan aborsi juga tampaknya bisa mengatasi intuisi tujuan pengobatan untuk menyembuhkan dan membetulkan – karena sulitnya memberikan pilihan terapi dan penelitian.

Di luar stigma, penderita Down Syndrome bisa hidup bahagia, berbuah hingga usia 60 tahun. Pada penelitian di tahun 2011 (yang juga dipublikasikan dalam American Journal of Medical Genetics) oleh Brian Skotko, dokter dan peneliti lulusan Harvard, penderita Down Syndrome ditemukan memiliki tingkat kepuasan sangat tinggi dalam kehidupan mereka – dan pada umumnya merupakan orang-orang yang sangat bahagia. Pada umumnya, anggota keluarga dengan Down Syndrome memiliki tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Kemudian mengubah persepsi Down Syndrome dengan memberikan kesempatan di setiap kehamilan. MIMS

Bacaan lain:

Peneliti mengubah kode virus komputer menjadi DNA
'Perancang bayi' mungkin masih belum bisa ada sekarang – penelitian CRISPR
"Mengubah" genom: Dasar untuk menciptakan DNA manusia

Sumber:
https://www.cbsnews.com/news/down-syndrome-iceland/
http://www.torontosun.com/2017/08/27/why-are-we-trying-to-eliminate-people-with-down-syndrome
https://relevantmagazine.com/slice/the-real-story-of-iceland-eradicating-down-syndrome-through-abortion/
http://www.nationalreview.com/article/450509/down-syndrome-iceland-cbs-news-disturbing-report