Bayi kembar tiga di New York berhasil melalui prosedur operasi pertama di dunia untuk menyembuhkan deformitas tengkorak kepala langka saat berusia sembilan minggu. Operasi ini dipercaya merupakan prosedur operasi pertama yang pernah dilakukan pada bayi kembar tiga.

Kondisi mereka sangat langka dan mengejutkan orangtua mereka, Amy dan Michael Howard.

"Tentu saja saya merasa sangat gelisah sebelum operasi," kata Amy. "Tetapi sekarang mereka sudah baik-baik saja. Luar biasa."

"Jika dihitung, kemungkinan Anda memiliki bayi kembar tiga dengan kondisi ini adalah satu berbanding 500 triliun," kata David Chesler, dokter bedah yang berhasil melakukan operasi pada bayi kembar tiga ini.

Deformitas otak langka

Oktober tahun lalu, bayi kembar tiga, Jackson, Hunter dan Kaden Howard, lahir dengan craniosynostosis, kondisi langka dimana sebagian tengkorak mereka menempel ke rahim, yang menyebabkan bentuk kepala menjadi abnormal.

Craniosynostosis bisa menyebabkan kehilangan kemampuan melihat dan pertumbuhan otak yang terbatas. Selain itu, terapi ini bisa jadi berisiko jika tidak dideteksi secepatnya. Untungnya, anak-anak ini berhasil didiagnosis saat berusia satu minggu saat mereka mendapat monitoring ketat di neonatal intensive care unit (NICU).

Jackson dan Hunter, yang merupakan kembar identik, mengalami sagittal synostosis, sedangkan Kaden, kembar fraternal mengalami metopic synostosis. Karena dua kondisi berbeda ini, dibutuhkan jenis tulang berbeda di tengkorak.

'If you crunch all the numbers, the chance of having triplets with these conditions is one in 500 trillion,' the boys' surgeon Dr David Chesler told Daily Mail Online. Photo credit: Daily Mail
'If you crunch all the numbers, the chance of having triplets with these conditions is one in 500 trillion,' the boys' surgeon Dr David Chesler told Daily Mail Online. Photo credit: Daily Mail


Chesler mengatakan ketika ia melihat anak-anaknya, ia bisa langsung mengetahui adanya kelainan, tetapi saat itu ia tidak bisa menyimpulkan apapun. Ia akhirnya memutuskan untuk melakukan scan CT pada semua bayinya.

"Kondisi ini sangat langka. Belum pernah ada kasus seperti ini dalam literatur medis, dan saya belum pernah bertemu orang yang pernah menemui hal ini sebelumnya," tambahnya.

Menurut laporan, hamil kembar hanya terjadi pada satu dalam 1.000 kehamilan. Sedangkan sagittal synostosis terjadi hanya pada satu dari 4.000 kehamilan, dan kemungkinan terjadinya metopic synostosis hanya terjadi pada satu dari 10.000 kehamilan.

Bayi sudah sehat setelah operasi

Ibu bayi-bayi ini, Amy, mengakui ia tidak menyadari anaknya mengalami deformitas tengkorak. Ibunya baru mengetahui hal ini saat pemeriksaan kehamilan kedua.

"Saya mulai khawatir mengenai kerusakan otak - jika otak mereka tidak berkembang, apa artinya itu? Tidak ada data yang jelas antara cranuosynostosis dan perkembangan otak," kata Amy.

Saat berusia sembilan minggu, anak-anak ini harus mendapat prosedur operasi tengkorak secara simultan di Rumah Sakit Anak di New York. Setiap anak dioperasi selama dua hari dengan mengeluarkan tulang dari tengkorak untuk melepaskan jahitan yang belum tertutup total.

"Prosedur ini memberikan hasil serupa dengan operasi membuka tengkorak tradisional, tetapi operasi terbuka bisa dilakukan selama dua hingga enam jam dan dibutuhkan waktu sekitar lima hari di rumah sakit," kata Chesler.

"Selain itu, jarang sekali dibutuhkan transfusi darah dengan operasi endoskopi, tidak seperti operasi membuka kepala, sehingga risiko kehilangan darah dan komplikasi bisa menurun secara drastis," tambahnya.

Lima bulan setelah operasi, bayi kembar tiga ini berhasil melewati masa kritisnya dan sudah hidup sehat seperti bayi berusia enam bulan lainnya. Menurut laporan, 95% kasus deformitas tengkorak ini berhasil menunjukkan perkembangan kepala normal setelah operasi.

Sebagai bagian dari perawatan paskaoperasi, bayi-bayi ini masih mengenakan helm buatan untuk membantu memandu dan membentuk tengkorak mereka. Mereka harus mengenakan helm ini selama enam bulan dan melakukan pemeriksaan kembali dua kali dalam satu tahun hingga mereka berusia enam tahun. MIMS

Bacaan lain:
Membunuh yang satu demi menyelamatkan yang lain: Tantangan etika dan medis pada kembar siam
Lahir dengan otak di luar tengkorak kepala, anak laki-laki ini kini tumbuh sehat
Penyakit langka menyebabkan seorang wanita mati kelaparan

Sumber:
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4463288/Triplets-operation-fix-skull-condition.html
http://wstale.com/health/triplets-first-ever-operation-fix-skull-condition/
http://www.cbsnews.com/news/triplets-born-with-rare-skull-condition-get-first-ever-surgery/
http://www.raredr.com/news/triplets-born-with-craniosynostosis