Mariana Sifrit, bayi yang terserang virus meningitis saat berusia enam hari, meninggal pada 18 Juli kemarin. Sang ibu menggunakan media sosial untuk menginformasikan publik mengenai hal ini.

Orangtua Mariana, Nicole dan Shane Sifrit, keduanya terbukti tidak memiliki virus meningitis. Orangtua menyebutkan bahwa Mariana terpapar virus yang berpotensi mematikan – HSV-1 – melalui ciuman.

HSV-1 sama seperti virus herpes, yang pada umumnya menyebabkan luka berair. Sangat jarang menyebabkan meningitis, menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat.

Kondisi Mariana menurun dengan cepat

Mariana dilahirkan pada 1 Juli dan orangtuanya mengadakan upacara pernikahan satu minggu setelahnya. Dua jam setelah upacara, acara ini berubah menjadi situasi yang tidak menyenangkan. Orangtua sang bayi menyadari bayi ini "berhenti makan dan tidak bangun saat mencoba untuk meresponnya."

Pasangan yang baru menikah ini segera membawa Mariana ke Rumah Sakit Anak Blank di Des Moines, Iowa, dimana mereka diinformasikan bahwa sang anak terpapar virus HSV-1 meningitis. Nicole dan Shane diberitahukan bahwa pengidap virus bisa menyebarkan virus meskipun mereka tidak memiliki luka terbuka.

"Kondisinya menurun dengan cepat sejak saat itu. Dalam waktu dua jam, ia berhenti bernapas dan semua organnya mulai mengalami kegagalan," ungkap Shane, menceritakan kejadian tragis ini. Mariana menghabiskan minggu terakhir kehidupannya di Rumah Sakit Anak Iowa di Kota Iowa, akibat komplikasi medis parah. Ia kalah saat bertarung melawan penyakit fatal ini pada usianya yang ke-18 hari.

Dalam laman media sosialnya, Nicole menulis, "Putri kami Mariana Reese Sifrit memperoleh sayap malaikatnya pada 8:41 pagi ini di dalam pelukan ayahnya dan ibunya yang berada di sampingnya. Sekarang ia sudah tidak menderita lagi dan sudah berada dengan Tuhan."

Keluarga Sifrit menyarankan orangtua untuk memproritaskan kesehatan anak

Nicole mengatakan ke WHO-TV, bahwa ia tidak mengetahui tepatnya bagaimana Mariana terpapar virus. Dr Tanya Althmann, seorang dokter spesialis anak di Rumah Sakit Pediatrik Calabasas di California menjelaskan, "Sangat umum bagi anak terpapar virus, tetapi sangat jarang mereka bisa kemudian mengalami meningitis. Dua bulan pertama setelah anak dilahirkan merupakan masa kritis – karena virus bisa cepat menyebar dan menyebabkan penyakit serius pada bayi yang baru lahir," jelas Dr Altmann.

Menurut referensi CDC, bayi berusia kurang dari 1 bulan dan individu dengan penurunan sistem imun lebih rentan menderita penyakit parah saat didiagnosis virus meningitis. Organisasi ini menyarankan orangtua untuk terus waspada selama satu bulan pertama kehidupan bayi.

Keluarga Sifrit berharap kejadian tragis ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. "Saya selalu mengingat hal ini bahwa kejadian ini terjadi dan sangat disayangkan dan tidak pernah terpikirkan kejadian ini akan terjadi pada diri saya. Saya sama sekali belum siap," kata Shane. Nicole menambahkan, "Jagalah bayi Anda. Jangan biarkan semua orang datang dan menemuinya. Pastikan mereka secara konstan mencuci tangan mereka. Jangan biarkan orang-orang mencium bayi Anda, dan pastikan mereka bertanya terlebih dahulu sebelum menggendong bayi Anda."

Orangtua yang berduka ini membagikan cerita ini dalam laman media sosial mereka dan mengatakan, "Terimakasih kepada semua orang yang sudah mengikuti cerita kami dan mendukung kami selama ini. Di usianya yang ke-18, ia membuat pengaruh besar ke dunia dan akmi harap cerita Mariana bisa membantu menyelamatkan banyak kehidupan lain. Selamat beristirahat malaikat kecil." MIMS

Bacaan lain:
Euthanasia pada bayi: Perlukah dilegalkan?
Bayi dengan 'tiga orangtua' membuktikan kontroversi ilmu pengetahuan dapat melawan infertilitas
Vaksin ebola ditemukan 100% efektif dan sedang menunggu persetujuan pemerintah untuk penggunaannya

Sumber:
http://edition.cnn.com/2017/07/18/health/baby-dies-of-meningitis-from-herpes-virus/index.html
http://whotv.com/2017/07/13/week-old-baby-on-life-support-with-cold-sore-virus/
http://www.independent.co.uk/life-style/couple-wedding-cold-sore-virus-newborn-baby-life-support-leave-early-iowa-nicole-shane-sifrit-a7845576.html