Datuk Seri Dr S. Subramaniam, Menteri Kesehatan Malaysia, baru-baru ini berbicara mengenai masalah penjualan obat.

Ia mengatakan bahwa hanya tenaga kesehatan profesional yang boleh meresepkan obat sebelum diterima pasien.

"Singkatnya, seperti morfin yang merupakan obat terlarang di sini, tetapi kami (menteri) menggunakan morfin di rumah sakit untuk terapi pasien. Morfin bisa digunakan sebagai obat penghilang nyeri dalam beberapa kasus, khususnya pada pasien kondisi kritis dan pasien yang melalui operasi mayor. Bahkan, dokter tidak disarankan untuk menggunakan morfin atau obat lain yang dilarang, serta hanya boleh meresepkannya di bawah peraturan yang ketat," ungkap Subramaniam.

'Dr Ganja' ditangkap karena distribusi obat ilegal

Menteri Kesehatan menyebutkan kasus seorang pensiunan (58 tahun) dari Klang yang ditangkap karena meresepkan produk makanan dari ganja. Ia menjual produknya di media sosial dan menjualnya dari rumah. Ia ditangkap pada 26 Mei bersama dengan istri dan asistennya.

Pria ini, seorang mantan petugas militer, dikatakan memproduksi makanan seperti kue, minyak, madu, margarin, coklat dan susu dari rumahnya. Mereka kemudian menjualnya di berbagai platform media sosial dengan harga antara RM5 hingga RM150, tergantung produknya.

Ia kemudian menggunakan nama, 'Dr Ganja' di media sosial, karena ia menyebut produknya yang mengandung ganja bisa berguna untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Konsumen yang percaya hal ini akan membeli dari rumahnya dan bahkan diperbolehkan mengonsumsi ganja di sana.

Petugas polisi Bukit Aman percaya bahwa pria ini belajar membuatnya dari internet. Pelaku menyebut bahwa ia hanya ingin membantu orang dan mendistribusikan beberapa produk secara gratis untuk orang-orang yang tidak mampu membelinya.

Kontrol ketat obat ini

Dibicarakan di MIC Central Working Committee, Subramaniam mengatakan, "Di rumah sakit obat ini harus dijaga ketat, dan hanya boleh digunakan pada kasus tertentu (termasuk keparahan cedera, prosedur dan toleransi nyeri pasien)."

Ia melanjutkan, "Selain itu jika obat ini diadministrasikan, harus ada pencatatan mendetail di rumah sakit, diikuti dengan dosis, tujuan, dan informasi berhubungan lain." MIMS

Bacaan lain:

Mengulas kasus "Ganja untuk Istri" Fidelis Ari Sudarwoto dari pandangan medis
Rokok sehat, mungkinkah?
Bagaimana cara menangani pasien dengan reaksi simpang terapi

Sumber:
https://www.nst.com.my/news/nation/2017/05/244176/health-minister-banned-substances-cannot-be-sold-publicly
http://www.thestar.com.my/news/nation/2017/05/31/not-what-the-doctor-ordered-ganja-dealers-luck-runs-out-after-cops-sniff-out-illegal-operation-of-me/
http://english.astroawani.com/malaysia-news/selling-drugs-online-even-medical-purposes-prohibited-dr-subramaniam-144464