Bakteri baik (probiotik) dianggap bisa melindungi tubuh dari infeksi. Namun, penelitian besar dan mendalam untuk menguji manfaat probiotik terus mengalami kegagalan.

Hal ini karena, strain bakteri banyak menghasilkan probiotik untuk mempermudah pertumbuhan mereka – bukan karena mereka beradaptasi dengan fungsi dalam tubuh manusia. Dengan demikian, ada yang gagal menciptakan koloni di usus dan kemudian, terlepas keluar tubuh.

Meskipun demikian, konsep probiotik – bahwa bakteri berguna untuk sistem imun manusia dalam melindungi melawan penyakit – banyak disuarakan. Peneliti sedang mencari strain terbaik untuk membuktikan konsep dasar ini.

Sebuah tim, dipimpin oleh Pinaki Pangrahi, seorang dokter anak di Universitas Nebraska Medical Centre, berhasil melakukannya. Mereka berhasil mengidentifikasi probiotik dalam sayuran terfermentasi, kimchi, atau makanan Asia lain, untuk melawan sepsis.

Sepsis merupakan penyebab kematian hampir 600.000 bayi di seluruh dunia setiap tahunnya. "Tiba-tiba, bayi berhenti aktif. Ia mulai berhenti menangis dan minum susu. Saat sang ibu membawa bayi ke rumah sakit, bayi meninggal," kata Pangrahi.

Hasil fenomenal setelah hampir sepuluh tahun

Sejak 2008, tim peneliti mulai mengidentifikasi strain bakteri terbaik untuk melindungi melawan spesis. "Kami sudah memeriksa lebih dari 280 strain dalam penelitian pendahuluan hewan dan manusia. Sehingga, ini merupakan proses yang sangat metodologikal," jelas Pangrahi.

Tinja dari individu sehat dikumpulkan dan diperiksa untuk kandungan mikrobanya. Tim peneliti secara spesifik mencari miktoba yang akan menempel ke sel manusia dan mencegah bakteri penyebab penyakit melakukan hal serupa.

Kemudian, tim peneliti menemukan Lactobacillus plantarum saat mereka menempel ke sel usus. Penambahan gula untuk memberikan nutrisi ke probiotik dalam usus – menciptakan kombinasi yang disebut simbiosis.

Tim peneliti memberi makan setengah dari 4.500 bayi baru lahir secara acak di India terpencil dengan sinbiosis, sedangkan yang lain diberikan placebo gula.

Bayi yang mendapat campuran ini menunjukkan risiko sepsis lebih rendah – hanya 5,4% bayi ini mengalami sepsis dibandingkan 9% dalam kelompok penerima placebo. Dengan begitu, ada penurunan sebesar 40% dan bahkan dengan margin error, risko terinfeksi bakteri masih berada dalam rentang 25% dan 50%.

Efeknya dua kali lebih besar dari yang diharapkan peneliti; ini merupakan hasil yang sangat fenomenal khususnya saat para bayi hanya menerima probiotik selama satu minggu. Ahli independen memutuskan untuk menghentikan penelitiannya karena akan menjadi tidak beretika jika mereka harus terus membedakan setengah kelompok bayi lainnya, untuk menerima campuran probiotik.

Bukan sekedar mencegah sepsis

Penelitian juga membuktikan ada penurunan risiko infeksi bakteri Gram-positif, sebesar 82% dan Gram-negatif sebesar 75%. Selain itu, intervensi ini juga menurunkan risiko infeksi paru, seperti pneumonia hingga 34%.

"Ini sangat mengejutkan, karena kami tidak mengira bakteri usus bisa juga memberikan efek ke organ lain seperti paru-paru," catat Panigrahi. Hasil ini bisa menjadi penanda kemampuan perlindungan tubuh.

Satu-satunya efek samping yang bisa ditemukan dalam penelitian ini adalah distensi abdominal, yang terjadi pada enam bayi; tetapi ada lebih banyak kasus yang bisa ditemukan dalam kelompok placebo.

Dan tentu saja, probiotik itu tidak mahal; hanya dibutuhkan USD1 untuk memproduksi probiotik untuk seminggu. Terapi ini juga menurunkan kebutuhan antibiotik, yang bisa membantu memperlambat resistensi antibiotik.

"Ini merupakan penelitian paling penting," kata Marie-Claire Arrieta dari Universitas Calgary. "Hasil penelitian ini bukan hanya menunjukkan cara paling efektif dan murah untuk mencegah kemunculan penyakit yang membunuh jutaan orang di dunia – tetapi, juga memberikan petunjuk penting mengenai bagaimana cara memperbaiki strategi untuk mengubah mikrobioma usus bayi."

"Probiotik bisa jadi memberi efek lebih kuat daripada obat" – penelitian harus dilakukan

Menurut Dr Pascal Lavoie, seorang dokter ahli neonatologi di Rumah Sakit Anak BC di Vancouver, British Columbia, probiotik bisa mengubah lingkungan usus, kemudian mendorong bakteri penyebab sepsis keluar; atau mereka bisa menggunakan semua sumber lainnya. Mereka juga bisa memproduksi senyawa yang memperkuat dinding usus.

"Probiotik bekerja sebagai pembatas untuk menghalangi bakteri jahat menembus dinding ke darah," ungkap Lavoie. Selain itu, "mereka bisa mempromosikan pendewasaaan sistem imun dengan cara yang lebih sehat," tambahnya. "Probiotik bisa jadi memiliki efek lebih kuat daripada obat."

Meskipun demikian, seperti obat lain, probiotik harus diteliti sebelum bisa digunakan secara luas. Eksperimen Panigrahi hanya dilakukan pada bayi yang sehat, bayi yang memiliki berat badan cukup dan diberikan ASI oleh ibu mereka dan dengan demikian sehat melawan berbagai macam infeksi. Melakukan pengujian pada bayi dengan risiko tinggi sepsis – bayi prematur dan kurus – perlu dilakukan.

Peneliti juga harus mempelajari mengapa mereka bisa mendapatkan hasil ini dan efek apa yang bisa muncul pada mikrobioma usus bayi dalam jangka waktu panjang. MIMS

Bacaan lain:
Hasil mengejutkan tes diagnosis malaria: Meningkatnya resep antibiotik
Terapi cacing: Tren kesehatan terbaru dengan menelan parasit hidup
Menghabiskan antibiotik tidak mencegah resistensi antimikroba, sebut penelitian baru

Sumber:
http://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2017/08/16/543920822/probiotic-bacteria-could-protect-newborns-from-deadly-infection
https://www.theatlantic.com/science/archive/2017/08/at-last-a-big-successful-trial-of-probiotics/537093/