Perawat merupakan pekerjaan yang mulia dan sangat dihargai. Meskipun demikian, pekerjaan ini juga membuat beberapa perawat merasa bingung terutama karena kelelahan fisik yang mereka rasakan, terutama saat harus bekerja lembur. Dengan demikian, keseimbangan kerja dan kehidupan merupakan sebuah tantangan.

Berikut, beberapa tips untuk perawat yang memiliki kewajiban dalam karir dan juga dalam keluarga.

Pilihlah pekerjaan yang "ramah-keluarga"

Perawat harus menyadari ada berbagai macam pilihan karir yang bisa dipilih. Seorang perawat yang juga seorang ibu bisa memilih pekerjaan dengan jam kerja fleksibel, seperti menjadi perawat sekolah atau perawat rumah. Di beberapa negara, perawat rumah harus bekerja selama 48 jam per minggu. Dengan demikian, perawat memiliki jam kerja yang fleksibel dan bisa bekerja selama empat jam selama hari kerja dan berada di rumah selama tiga hari.

Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa manager Anda mengetahui bahwa Anda merupakan seorang ibu sehingga ia bisa mengubah kapasitas kerja Anda sesuai dengan kesanggupan Anda.

Sekarang ini, ada banyak pekerjaan non-klinis untuk perawat yang ditawarkan di seluruh dunia. Jika seorang perawat merasa ia tidak bisa bekerja di rumah sakit – ia bisa mempertimbangkan pekerjaan lain, seperti konsultan perawatan, peneliti, atau koordinator perawat.

Ada juga karir perawat yang bisa dikerjakan di rumah, seperti penulis perawat, pengkode medis dan transkripsionis. Jika Anda senang merawat pasien dan menyukai ranah klinis – Anda bisa mencari pekerjaan dengan jadwal shift, seperti perawat hemodialisis dan perawat terdaftar yang bekerja di klinik.

Buatlah sistem pendukung

Sistem dukungan memiliki peran penting, saat membesarkan seorang anak, alangkah baiknya untuk mencari bantuan dari seorang anggota keluarga atau teman yang tinggal di sekitarnya.

Selain itu, kondisi ini juga bisa memberi kesempatan bagi sang anak untuk memiliki teman baru. Jika anggota keluarga atau teman tidak bisa membantu – perawat juga bisa mengadakan konsultasi dengan profesional, seperti perawat praktisi yang sudah berkeluarga untuk mendapat masukan mengenai cara menyeimbangkan antara karir dan kehidupan keluarga mereka.

Tidak mungkin bagi seorang ibu untuk berhasil dalam kedua karir – karir sebagai perawat dan ibu di rumah. Secara personal, saya tahu keputusan saya untuk bekerja sebagai perawat, mahasiswa paskasarjana, dengan hidup dengan seorang anak kecil berarti saya harus bekerja keras dan mengorbankan diri – tetapi hal ini penting bagi saya karena pasti ada jalan untuk menyelesaikannya.

Tanpa perlu dipungkiri lagi, dibutuhkan keseimbangan, pengaturan dan sistem pendukung yang baik untuk menyelesaikan semua tantangan yang ada. Bahkan anak saya juga merasa sedih dan tidak nyaman pada mulanya. Namun kemudian ia melihat ibunya bekerja keras untuknya, dan ini menjadi pelajaran bagus baginya sehingga ia bisa belajar dari hal ini. Bagi saya, menjadi perawat – dan seorang ibu yang membesarkan anak sendiri – merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. MIMS

Bacaan lain:

"Hanya seorang perawat": Catatan hati dunia keperawatan yang sering tidak dihargai
Hal yang tidak dikatakan perawat ke pasien mereka
Bagaimana perawat bisa memanfaatkan teknologi untuk memajukan kualitas perawatan untuk pasien

Sumber:
https://www.ameritech.edu/blog/single-parent-nursing-career/
http://www.nursetogether.com/7-tips-single-parents-succeed-both-nursing-job-and-family