Teknologi merupakan aspek penting dari pelayanan pasien dan bisa juga digunakan untuk menurunkan biaya medis jangka panjang serta meningkatkan keamanan pasien. Dalam dekade selanjutnya, akan ada banyak inovasi dalam dunia medis yang secara signifikan bisa memengaruhi praktek keperawatan.

Mengikuti evolusi pelayanan, pengetahuan dasar dan kemampuan memanfaatkan teknologi sekarang merupakan hal wajib bagi semua perawat.

Teknologi keperawatan sudah ada di depan mata

Demi mengikuti kemajuan medis, perawat harus bisa memanfaatkan teknologi. Perawat bisa jadi tidak semahir perawat informatik atau posisi medis lain yang harus berhadapan dengan teknologi, namun, perawat secara umum harus memiliki kemampuan dasar seperti mengetahui fungsi umum dari komputer dan software, cara memasukkan data ke catatan elektronik, dan aplikasi lain yang bisa membantu perawat sanggup menggunakan teknologi. Berikut beberapa teknologi populer yang sering ditemukan dalam unit keperawatan.

1. Catatan Kesehatan Elektronik

Catatan Kesehatan Elektronik (EHR) digunakan untuk mendeteksi riwayat kesehatan pasien yang secara umum dibuat di berbagai lokasi fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, dan agen kesehatan publik. Catatan terkomputerisasi ini bisa diakses setiap hari, dengan demikian riwayat medis pasien bisa langsung diakses dan perkembangannya bisa diikuti dalam satu database tersebut. Efektivitas teknologi nampak dari sistem keamanannya yang memastikan kerahasiaan informasi kesehatan pasien.

2. 23-gene blood test

Evolusi teknologi telah menggantikan metode invasif dengan metode yang lebih tidak invasif. Howard menemukan tes darah baru yang disebut sebagai 23-gene blood test yang bisa digunakan untuk diagnosis penyakit jantung, yang ditemukan lebih baik dibanding angiogram; tes darah ini bisa mendeteksi keberadaan protein darah penyebab penyakit jantung. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tes darah ini 85% akurat dalam mendeteksi potensi penghambatan darah pada pasien, sehingga metode ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Bagaimana teknologi meningkatkan kualitas pelayanan

Menyadari bahwa mencatat informasi pasien di satu kertas bisa meningkatkan kesalahan medis, dikeluarkanlah software klinis yang dikenal sebagai computerized physician/provider order entry (CPOE). Teknologi ini membuat dokter bisa menulis catatan pasien secara elektronik. Dengan CPOE, tenaga kesehatan bisa menghindari kesalahan penulisan, kemudian, menurunkan kesalahan obat berdasarkan catatan data yang tidak jelas.

Dengan kemajuan dalam aplikasi telepon genggam, perawat bisa tetap terhubung dengan semua anggota tim kesehatan. Dengan demikian, perawat bisa memiliki akses cepat dalam menggali informasi yang berhubungan dengan anatomi manusia, penyakit, indikasi obat dan interaksi dan lain sebagainya. Metode ini lebih praktis daripada perawat harus membawa-bawa buku yang berat, atau keluar mencari informasi secara konvensional.

Terkadang sulit memang untuk menjelaskan bagaimana teknologi meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan demikian, bagian ini mendiskusikan beberapa poin dan elemen peran teknologi dalam meningkatkan pelayanan pasien.

Untuk mengatasi dan menurunkan risiko kesalahan medis, EHR mengumpulkan dan menyimpan semua informasi kesehatan pasien dengan cara yang mudah dan bisa diakses. Ketika informasi dalam EHR telah mencapai telepon genggam tenaga kesehatan, bisa mendapat lebih banyak informasi untuk menentukan terapi yang akan diberikan, dengan demikian menghindari kesalah pahaman dan konflik antar tim.

Melawan kesalahan obat dan memperkaya pelayanan untuk pasien

Kesalahan obat bisa terjadi akibat kesalahan tenaga kesehatan, dan lebih tinggi kemungkinannya untuk membuat kesalahan dalam pencatatan, terutama ketika pasien dipindahkan dari satu perawat ke perawat lain. Obat atau cara penggunaannya yang salah bisa jadi berbahaya; melalui EHR dan CPOE, perawat dan sejawat lain bisa menghindari kesalahan tersebut karena mereka mengetahui informasi yang jelas dan transkripsi akurat.

Teknologi bisa berkontribusi dalam pemberian pelayanan ke pasien, termasuk untuk membuat komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien menjadi lebih aman. Situasi ini secara tidak langsung membuat pasien bisa ikut serta dalam menentukan tahap pelayanan kesehatan yang selanjutnya akan diberikan, dan kemudian mengembangkan rasa percaya antara pasien-perawat dan meningkatkan kepatuhan pasien.

Teknologi bisa meningkatkan kualitas pelayanan pasien, memberikan solusi dan terapi yang lebih efektif, dan menyelamatkan nyawa pasien. Perawat yang ingin memanfaatkan teknologi dalam pekerjaannya sehari-hari harus memahami dasar pengetahuan mengenai teknologi dan mau belajar mengenai teknologi terbaru. MIMS

Bacaan lain:
5 kalimat penyemangat untuk perawat
Saat mendapat pasien yang sulit dihadapi
Kepala perawat: Bagaimana cara memimpin tanpa terlihat seperti memerintah
Rahasia komunikasi efektif untuk perawat


Sumber:
http://www.nursingworld.org/MainMenuCategories/ANAMarketplace/ANAPeriodicals/ OJIN/TableofContents/Vol-18-2013/No2-May-2013/Impact-of-Emerging- Technology.html#Huston
http://nurse.org/articles/90/make-technology-work-for-your-nursing-career/
http://onlinenursing.wilkes.edu/nurses-tech-skills/
http://www.diagnotes.com/three-ways-technology-can-improve-patient-safety/