Sudah banyak tenaga dan uang dihabiskan untuk mengirim roket dan satelit untuk mengorbit bumi dan planet disekitarnya. Namun, tidak ada yang sia-sia dalam hal ini, karena teknologi yang dikembangkan untuk mengatasi masalah di ruang angkasa, juga berguna di bumi.

1. Lengan robotik untuk menghilangkan tumor otak

Pertama kali diuji coba tahun 1981 di Space Shuttle Columbia, lengan robotik, Canadarm, digunakan untuk menyelesaikan berbagai fungsi manipulasi presisi di ruang angkasa untuk mencegah astronaut menyentuh sesuatu yang berbahaya. Keberhasilan lengan robotik ini kemudian diadopsi oleh International Space Station and Technology untuk membentuk neuroArm.

Mirip dengan Canadarm, neuroArm merupakan lengan robotik berpresisi tinggi yang bisa melakukan berbagai fungsi luar biasa seperti mengeluarkan tumor otak dan melakukan operasi berpresisi tinggi. NeuroArm dibuat dari bahan non-magnetik sehingga bisa digunakan untuk melakukan berbagai prosedur operasi dalam kondisi magnetik; sesuatu yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya. Selain itu, ada juga rencana untuk membuat neuroArm mini agar bisa diaplikasikan di bangsal bedah anak.

2. Alat pelacak mata saat operasi mata

Saat di ruang angkasa, kurangnya gravitasi menyebabkan perubahan dalam gerakan mata. Untuk mengetahui perubahan ini dalam lingkungan gravitasi mikro, astronaut memiliki sistem pelacakan mata modern yang bisa memeriksa gerakan mata tiga dimensi, meliputi gerakan memutar, mengedip, dan menguap.

3. Membantu napas penderita asma

Nitrat oksida merupakan polutan udara yang sangat umum dan salah satu pemicu serangan asma bagi penderitanya. Gas ini muncul saat inflamasi saluran napas dengan konsentrasi di atas normal ditemukan saat pasien asma menghembuskan napas.

Meskipun demikian, ini bukan masalah yang hanya ada di bumi, karena International Space Station juga harus mengatasi sisa bakaran gas ini juga. Dengan menggunakan alat yang ringan, European Space Agency secara akurat bisa mengukur jumlah nitrat oksida yang dikeluarkan.

Tujuannya adalah untuk mendeteksi dan menyelidiki kemungkinan inflamasi saluran napas pada astronaut dan mengobati mereka sebelum menjadi masalah kesehatan. Sekarang, alat ini juga digunakan dalam pasar konsumen, sehingga penderita asma bisa mengontrol kondisi mereka sendiri. Alat ini juga membuat lebih efisiennya dosis obat, menurunkan kejadian asma dan meningkatkan kualitas hidup.

4. Mengukur suhu tubuh

Beberapa dekade silam, Jet Propulsion Laboratory NASA mengembangkan teknologi inframerah dan mengimplementasikannya ke satelit untuk mengukur suhu bintang dan planet yang jauh dengan membaca radiasi inframerah yang diemisikan. Pada tahun 1991, teknologi ini diturunkan dan diimplementasikan dalam termometer inframerah, sehingga alat ini bisa mengukur suhu tubuh jarak jauh berdasarkan energi yang diemisikan melalui lubang telinga.

Teknologi ini terbukti efektif. Selain itu, beberapa perbaikan dalam dua dekade ini membuat termometer inframerah menjadi standar pengukuran suhu tubuh.

5. Sinar ultrasound untuk mengobati batu ginjal

Berada di ruang angkasa meningkatkan risiko mengalami batu ginjal disebabkan berbagai faktor, termasuk gangguan status hidrasi, metabolisme tulang dan paparan mikrogravitasi.

Meskipun batu ginjal dianggap sebagai kondisi medis berisiko rendah di bumi, namun keparahannya dianggap lebih serius di ruang angkasa dengan beberapa implikasi kesehatan parah. Hal ini meliputi gangguan performa, masalah kesehatan parah dan bahkan bisa menyebabkan anggota harus evakuasi kembali ke bumi.

Dengan demikian, peneliti di NASA bekerja untuk mengembangkan alat ultrasonik yang bisa digenggam yang bisa digunakan untuk mengubah posisi dan menghilangkan batu dari ginjal. Penelitian awal menunjukkan tidak ada efek simpang dan tidak ada cedera jaringan jangka panjang yang menunjukkan bahwa teknologi ini juga bisa diimplementasikan di bumi.

6. Kawat gigi yang tidak terlihat

Dikembangkan tahun 1986, translucent polycrystalline alumina (TPA) diciptakan untuk menjawab permintaan bahan transparan dengan kekuatan cukup untuk terapi orthodontik. Sebelumnya, bahan ini dikembangkan oleh Ceradyne, industri yang paling maju dalam hal perlindungan, ruang angkasa, elektronik dan industri, untuk mencari bahan khusus yang bisa digunakan untuk perlindungan.

TPA kemudian ditransisikan ke ranah orthodontik sebagai kawat gigi transparan karena kekuatannya yang tahan pecah dan transparan. Sekarang, bahan ini sudah banyak digunakan untuk kawat gigi transparan dan sudah banyak dipasarkan. MIMS

Bacaan lain:
Ruang angkasa diciptakan untuk memecahkan masalah tersulit dunia pengobatan
Darah komodo memiliki potensi menjadi antibiotik baru
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan

Sumber:
http://theconversation.com/ten-ways-that-astronauts-are-helping-you-stay-healthy-78220 
http://www.asc-csa.gc.ca/eng/canadarm/ 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23254809 
https://www.nasa.gov/mission_pages/station/research/news/neuro_Arm.html 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4338497/ 
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0165017398000368 
http://m.esa.int/Our_Activities/Human_Spaceflight/Research/Eye-catching_space_technology_restoring_sighthttp://m.esa.int/Our_Activities/Human_Spaceflight/International_Space_Station_Benefits_for_Humanity/Are_You_Asthmatic_Your_New_Helper_Comes_From_Space
http://jap.physiology.org/content/107/5/1431
https://www.nice.org.uk/guidance/dg12
https://www.jpl.nasa.gov/blog/2013/5/infrared-ear-thermometer 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7802365 
https://humanresearchroadmap.nasa.gov/evidence/reports/Renal%20Stone.pdf
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0090429514004683