Coklat pada makanan penutup bisa membuat seseorang merasa senang, begitu juga dengan pembangkit semangat di pagi hari dan penina-bobo di malam hari. Meskipun demikian, pada mulanya, coklat bukan ditujukan untuk dibentuk sebagai makanan manis seperti di zaman modern sekarang ini – namun, sebagai bagian dari pengobatan.

Jika seorang pasien datang ke apotek di tahun 1900an, maka ia pasti akan melihat banyak sekali iklan mengenai sirup coklat, dan mungkin tidak tampang seperti suatu yang menyenangkan di mata pasien saat itu. Hal ini karena, peracik obat di masa itu menggunakan sirup coklat untuk menutupi rasa pahit obat, sehingga lebih mudah untuk ditelan.

Sirup coklat dicampur dengan obat pahit 

A Hershey’s soluble chocolate advertisement in The Druggists’ Circular and Chemical Gazette, Volume 40, 1896. Photo credit: Smithsonian.com
A Hershey’s soluble chocolate advertisement in The Druggists’ Circular and Chemical Gazette, Volume 40, 1896. Photo credit: Smithsonian.com


Menurut catatan sejarah, coklat sudah banyak dikonsumsi selama lebih dari 3.000 tahun lalu – di Mexico. Penjelajah Spanyol kemudian menyebarkan berita dan penggunaan coklat ke seluruh dunia, bersamaan dengan terbentuknya industri coklat besar, The Hershey Co. Sejak saat itu, coklat sudah banyak dikonsumsi sebagai minuman yang dibuat dari kacang-kacangan terfermentasi – menciptakan rasa pahit dan tidak semanis yang kita tahu dan sukai sekarang ini.

Coklat sampai ke Amerika di tahun 1700an dan fungsi pengobatannya sudah banyak tersebar luas. Menurut Deanna Pucciarelli, seorang profesor nutrisi dan pola makan di Universitas Swasta Ball yang meneliti sejarah pengobatan coklat, coklat seringkali diresepkan untuk penyakit seperti tuberkulosis. Meskipun demikian, bukannya sebagai pengobatan penyakit, coklat mengobati berbagai gejala penyakit. Coklat memiliki kandungan tinggi kalori sehingga bisa digunakan untuk menambah berat badan pasien dan juga memperbaiki suasana hati disebabkan senyawanya yang seperti kafein.

Bagi para peracik obat, rasa coklat yang kaya sangat menarik. Serbuk coklat dicampur dengan gula – hampir delapan kalinya – untuk menciptakan sirup coklat, yang kemudian digunakan untuk menutupi rasa pahit obat. Seperti obat sekarang, banyak obat dibuat dari tanaman dan dikategorikan sebagai alkaloid, yang terkenal memiliki rasa tidak enak.

Sirup coklat mendapat popularitas di tahun 1900an, khususnya karena hampir semua obat dibentuk dalam sediaan cair atau serbuk. Tablet sangat sulit dibuat, khususnya sebelum masa industri mesin dimulai. Dengan demikian, peracik obat akan mencampur obat pahit dengan sirup coklat atau mencampurnya dalam minuman.

To date, chocolate is considered a ‘treat’ more than a cure.
To date, chocolate is considered a ‘treat’ more than a cure.


Sirup coklat: Menciptakan produksi obat rasa permen karet

Obat kemudian berkembang menjadi campuran berbagai medium menarik – air berkarbonasi – dan sirup seperti coklat dan vanila yang sangat populer. Campuran berkarbonasi ini masih dianggap sebagai obat di masa itu. Meskipun demikian, di awal abad ke-20, transisi coklat dari obat menjadi makanan mulai terjadi.

Dalam 1906 Food and Drug Act, peracik obat diminta untuk secara akurat menamai kandungan obat, karena dianggap sebagai masalah pada efek baik coklat. Juga pada saat itu, batang coklat memasuki pasar manisan, bukan sebagai obat. Mesin mulai ditemukan dan harga gula pun ikut turun, menyebabkan semakin banyaknya produksi batang coklat. Di tahun 1930an, Hershey dan perusahaan coklat lainnya mulai menjual sirup coklat untuk digunakan di rumah, dan dengan demikian mengakhiri sejarah sirup coklat dalam dunia pengobatan.

Hingga sekarang, coklat dianggap sebagai makanan manis bukan obat. Meskipun demikian, penggunaannya untuk menutupi rasa pahit obat masih banyak dilakukan. Rasa yang manis pada permen obat dan antibiotik muncul mengikuti jejak sejarah coklat dalam dunia pengobatan. MIMS

Bacaan lain:
Apa itu tanggal kedaluwarsa obat?
Cara menghindari kesalahan meracik obat
Obat baru ditemukan efektif menurunkan nilai LDL, tetapi harga obat masih perlu dipertanyakan

Sumber:
https://www.smithsonianmag.com/science-nature/unlikely-medical-history-chocolate-syrup-180964779/
http://gigazine.net/gsc_news/en/20170912-medical-history-chocolate-syrup/
https://www.smithsonianmag.com/science-nature/healers-once-prescribed-chocolate-aspirin-180954189/
http://www.pennlive.com/bodyandmind/index.ssf/2012/12/a_spoonful_of_chocolate.html
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3708337/