Apa hubungannya difteri dengan kulit? Mengapa "influenza" terdengar seperti kata "influence" dalam bahasa inggris? Dan apa hubungan rabies dengan mitologi Yunani?

Sistem penamaan penyakit yang digunakan saat ini mempunyai sejarah berumur puluhan tahun – bahkan berabad-abad – yang telah lama dilupakan atau tertutupi oleh makna modern. Artikel ini mencoba menguak sejarah tersebut, mengeksplorasi asal mula nama atau jenis penyakit – entah dari bahasa Latin atau Yunani, dari nama tempat atau dokter yang menemukannya.

Dengue

Istilah "dengue" merupakan homonim bahasa Spanyol Indian Barat untuk kata Swahili yaitu ki denga pepo, sebuah kondisi yang ditandai oleh serangan kejang mendadak yang disebabkan oleh roh jahat. Tapi, sejarawan medis mencatat dalam ensiklopedi medis Cina dari Dinasti Chin, bahwa kasus pertama penyakit ini terjadi pada tahun 265-420 setelah Masehi. Orang Cina menyebut penyakit ini dengan istilah "racun air" dan menghubungkannya dengan serangga terbang.

Saat ini telah diketahui bahwa dengue atau demam berdarah ditularkan oleh nyamuk, yang cenderung berhabitat di genangan air. Penyakit ini menyebar ke Hindia Barat sejak tahun 1827. Dalam bahasa Spanyol, demam berdarah didefinisikan sebagai "prudery" atau tingkah laku yang dibuat-buat, berkaitan dengan gejala yang timbul dari penyakit ini yaitu gaya jalan penderita yang cenderung kaku dan tegak akibat rasa sakit di bagian persendian.

Difteri

Dipercaya bahwa Epidemic III, karya Hipokrates yang ditulis 2.500 tahun yang lalu, berisi salah satu kasus difteri pertama.

Kata difteri berasal dari bahasa Perancis yaitu diphthérie, yang sebenarnya berasal dari bahasa Yunani diphtheria. Artinya "kulit tersembunyi". Seorang dokter Perancis bernama Pierre Bretonneau menggambarkan karakteristik klinis unik dari penyakit ini, selama epidemi di Perancis selatan, dan menamainya diphtérite karena terjadi pembentukan pseudomembran kasar di tenggorokan.

Di Inggris, sebelumnya penyakit ini dikenal sebagai “penyakit tenggorokan Boulogne” saat menyebar dari Perancis.

Influenza

Influenza, also commonly known as the “flu”, is caused by the influenza virus.
Influenza, also commonly known as the “flu”, is caused by the influenza virus.

Influentia
merupakan bahasa latin abad pertengahan yang berarti "mengalir ke". Kata ini juga digunakan dalam pengertian astrologi untuk menggambarkan cairan tak berwujud yang dilepaskan oleh bintang-bintang, yang diyakini dapat mempengaruhi manusia. Di Italia, istilah Influenza kemudian digunakan untuk wabah penyakit yang dipengaruhi oleh bintang.

Sejak 1504, istilah itu digunakan dalam bahasa Italia untuk jenis penyakit seperti influenza di febbre scarlattina, atau "scarlet fever". Namun, istilah tersebut tidak digunakan lagi sejak tahun 1743 ketika wabah penyakit yang disebut influenza di catarro ("epidemi catarrh") menyebar ke seluruh Eropa. Penyakit ini akhirnya hanya disebut sebagai influenza dalam bahasa Inggris.

Leptospirosis

Leptospirosis umumnya terjadi pada hewan seperti tikus, anjing dan mamalia lainnya, serta bisa menular pada manusia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari genus Leptospira, yang berasal dari kombinasi bahasa Yunani leptos, yang berarti "ramping", dan speira, yang berarti "gulungan".

Genus Leptospira diusulkan oleh Hideyo Noguchi pada tahun 1917 karena bentuknya seperti gulungan halus. Leptospirosis juga dikenal sebagai penyakit Weil, yang pertama kali dikenalkan oleh dokter asal Jerman bernama Adolf Weil pada tahun 1886. Penyakit ini ditandai dengan gejala splenomegali, ikterus dan nefritis. Namun, di zaman Cina kuno, penyakit ini dikenali sebagai bahaya kerja yang timbul karena bertani padi.

Rabies

The word “rabies” originated from the Latin word rabere, which means “to rage”.
The word “rabies” originated from the Latin word rabere, which means “to rage”.

Sejarah kata rabies berasal dari tahun 1590-an, dari bahasa Latin rabere yang berarti "mengamuk". Kata ini juga mengacu pada bahasa sanskerta rabhas, yang berarti "melakukan kekerasan".

Rabies disebabkan oleh virus neurotropika yang termasuk dalam genus Lyssavirus. Menurut mitologi Yunani, Lyssa adalah dewi amarah, amukan dan rabies, serta dikenal dapat menyebabkan kegilaan pada anjing pemburu Acteon, yang membunuh tuan mereka sendiri.

Hal ini diyakini sebagai penyakit yang Hipokrates maksudkan ketika ia mengatakan bahwa "orang dalam kondisi gila minum sangat sedikit, merasa terganggu dan ketakutan, gemetar, atau mengalami kejang." Hal ini karena rabies pada manusia ditandai dengan hidrofobia, yaitu suatu kondisi dimana penderita enggan minum air. Rabies juga digambarkan oleh Aristoteles bahwa "Anjing yang menderita kegilaan menyebabkan mereka mudah tersinggung dan semua hewan yang digigit akan sakit." MIMS

Bacaan lain:
5 penyakit yang sangat langka
Kemajuan ilmu pengetahuan mengenai penyakit Parkinson
Hematohidrosis, penyebab darah “terus-menerus” mengalir

Sumber:
http://www.etymonline.com
https://wwwnc.cdc.gov/eid/page/etymologia
https://www.statnews.com/2017/10/24/etymology-disease-names/
https://en.oxforddictionaries.com