Akhir-akhir ini, semakin banyak dokter dan apoteker yang disalahkan karena memberikan analgesik opioid yang akhirnya disalahgunakan. 

Amerika Serikat memiliki masalah adiksi opioid yang sudah berlangsung lama, bahkan bisa disebut sebagai epidemi opioid. Banyak laporan mengaitkan masalah ini dengan apotek dan pola pemberian resep yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat juga banyak menyaksikan peningkatan jumlah dokter yang dituntut untuk bertanggung jawab, beberapa bahkan mendapat tuntutan pembunuhan untuk resep opioid yang mereka tulis.

Karena epidemi ini tidak menunjukkan perbaikan, para pejabat sekarang mempertimbangkan untuk memperluas implikasi legal kepada apoteker

Ruang lingkup epidemi

Sebuah laporan dari US Centres for Disease Control and Prevention (CDC) di tahun 2010 menyatakan bahwa dalam tahun yang sama, dokter di Amerika bisa menulis resep hidrokodon sejumlah yang cukup untuk mensuplai setiap orang dewasa di Amerika dan untuk persediaan analgesik opioid selama 1 bulan.  

Selain itu, sebuah studi lain yang membahas pola pemberian resep opioid setelah pasien mengalami overdosis tidak fatal, menemukan bahwa hampir seluruh pasien tersebut tetap mendapat resep opioid.

Melihat pola pemberian resep, sebagian besar pemberian resep justru berasal dari dokter umum, bukan dokter spesialis penanganan nyeri sehingga hal ini menunjukkan bahwa masalah ini relatif tidak berhubungan dengan keahlian pemberi resep.

Apakah apoteker juga harus disalahkan? 

Melihat ruang lingkup dan tingkat keparahan epidemi opioid, bukanlah suatu hal yang mengejutkan jika penyelenggara kebijakan di Amerika Serikat mengejar apoteker atau apotek dan menuntut pertanggung jawaban mereka, atau bahkan memberikan tuntutan kriminal kepada mereka.

Dr Keith Yoshizuka, PharmD, JD dari Touro University College of Pharmacy, mengatakan "Saya pikir bukan hal yang aneh jika apoteker menghadapi tuntutan kriminal atas kejadian satu atau beberapa pasien yang mengalami overdosis obat.”

Contohnya pada tahun 2015, Manish Patel, seorang apoteker dan Daytona Discount Pharmacy dituntut dalam persidangan kasus kematian Steven Porter akibat intoksikasi kombinasi obat alprazolam dan hidrokodon. Patel dituntut karena memberikan sedikitnya tiga puluh dari seluruh resep selama dua tahun tanpa pertanyaan, walaupun beberapa resep sebelumnya tidak dihabiskan. Meskipun begitu, perlu diperhatikan bahwa semua resep tersebut valid dan Patel memenuhi resep tersebut dengan kepatuhan penuh sesuai peraturan. 

Hakim awalnya menyatakan bahwa Patel tidak memiliki tanggung jawab terhadap Porter, selain memenuhi resep yang valid dan sah secara hukum. Namun pada pertimbangan selanjutnya hakim menulis “Tanggung jawab seorang apoteker dalam memberikan obat tidak hanya sekedar mengikuti petunjuk dokter yang meresepkan. Apoteker harus ikut memberi perhatian sebagaimana yang seharusnya dilakukan dalam keadaan serupa.” 

Dalam pembicaraan dengan Medscape Medical News, Dr Yoshizuka berkata “Saya bisa melihat bahwa jaksa menuntut apotek atau apoteker untuk pembunuhan tingkat kedua karena kecerobohan – kelalaian. Tetapi tuntutan tersebut belum dapat ditunjukkan secara jelas.” 

Tuntutan apoteker: Tanggung jawab bersama

Isu mengenai pemberian resep opioid yang legal kepada seseorang yang mungkin memiliki ketergantungan, tetapi memiliki rasa sakit pada waktu yang sama, sangat subjektif. Faktanya, isu ini perlu diteliti dengan cermat. 

Pada awal tahun 70-an, US Drug Enforcement Administration (DEA) menetapkan sebuah doktrin terkait tanggung jawab bersama untuk memandu apoteker dalam penyaluran substansi yang diatur, termasuk analgesik opioid. Walaupun demikian, sebagaimana dikutip dari Larry Cote, seorang pengacara dari pihak DEA, tanggung jawab bersama merupakan salah satu konsep yang disalahartikan atau tidak diketahui apoteker. 

Secara keseluruhan, tanggung jawab dalam pemberian resep substansi yang diatur terletak pada dokter yang meresepkan, sementara tanggung jawab bersama terletak pada apoteker yang memberikan resep tersebut. Jika apoteker sudah mengetahui dan memenuhi resep yang tidak sesuai dengan sikap keprofesionalan atau bukti penelitian, maka apoteker akan dituntut secara legal. 

Sementara perdebatan terus berlanjut, apoteker perlu ingat bahwa, kepatuhan pada kebijakan regulasi opioid penting untuk melindungi kita dari tuntuan hukum tanpa memperhatikan batas geografis dan struktur legal tempat kita bekerja. Sebab bagaimanapun juga, apoteker merupakan penjaga pintu gerbang akhir yang memiliki kontrol terhadap penyalahgunaan obat opioid. MIMS

Bacaan lain:
Bagaimana apoteker bisa mendeteksi resep palsu
Efek samping antibiotik seringkali dibiarkan oleh para dokter - catat penelitian
Tulisan jelek dokter menempatkan posisi pasien ke ujung tanduk

Sumber:
https://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm6043a4.htm 
https://jamanetwork.com/journals/jamainternalmedicine/fullarticle/2474400 
http://edition.cnn.com/2017/07/31/health/opioid-doctors-responsible-overdose/index.html 
http://www.medscape.com/viewarticle/882358#vp_1 
http://caselaw.findlaw.com/fl-district-court-of-appeal/1691509.html 
http://drugtopics.modernmedicine.com/managed-healthcare-executive/news/pharmacy-faces-negligence-lawsuit-after-painkiller-overdose?page=full