Seorang apoteker Inggris, berasal dari India, dihukum 12 bulan penjara oleh pengadilan di Inggris pada 16 Juni karena mencuri GBP5.000 obat resep dan menjualnya di jalan.

Apoteker menggunakan sistem lama agar tidak tertangkap

Niren Patel, dari Ilford, Essex, dinyatakan bersalah pada Mei lalu karena dua pelanggaran, yaitu menyalahgunakan rasa percaya, kepemilikan obat golongan B dan lima pelanggaran karena kepemilikan obat golongan V. Pria berusia 38 tahun ini dijatuhi hukuman di Pengadilan Snaresbrook Crown pada Maret lalu untuk kriminalitas yang ia lakukan.

Di pengadilan diketahui bahwa Patel, yang pernah bekerja di apotek Day Lewis di Hornchurch dan Hedgemans Pharmacy di Dagenham, membuat resep palsu obat dari apotek ini - dalam jumlah besar dan mengklaim obat ini sendiri. Dilaporkan dalam Jurnal Farmasetika.

Atasan Patel, Day Lewis Pharmacy di Park Lane, Hornchurch, membuat laporan pencurian ke polisi di Agustus tahun lalu dan petugas di tim Liaison Kontrol Obat Met, kemudian melakukan penyelidikan. Selama penyelidikan, mereka mengkaji analisis catatan stok dan obat yang dibawa oleh Patel dari kedua tempat kerjanya dan ditemukan adanya pelanggaran.

Insiden ini terdeteksi setelah sistem pemesaran apotek diubah sehingga pesanan harus dimasukkan secara online. Sebelum perubahan ini, semua pesanan dilakukan Patel melalui sistem lama - melalui telepon genggam.

Obat yang dijual adalah obat golongan B dan C

Obat golongan C yang dicuri adalah meliputi Xanax, Diazepam dan Zolpidem. Sedatif ini digunakan sebagai 'pereda'. Obat lain yang ia curi adalah obat golongan B, Dexamfetamine. Obat ini digunakan untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan performa akademik. Selain itu, Patel juga mencuri dan menjual Genotropin, hormon pertumbuhan yang banyak digunakan oleh binaragawan.

Patel mengaku menjual obat ini dijalan.

Detektif Constable Beverley McInerney mengatakan, "Patel menyalahgunakan posisinya sebagai apoteker dengan menciptakan permintaan palsu untuk obat dan kemudian menjualnya di jalan. Obat yang ia jual merupakan obat yang sangat adiktif dan berbahaya jika diberikan tanpa resep."

Satu dari sekian banyak apotek yang memiliki kasus kriminal

Di Los Angeles, apotek sering muncul dalam berita karena penyelidik terus menggali apotek tanpa izin di daerah ini. Saat berhasil ditemukan, Jaksa kota LA, Mike Feuer akan meminta denda demi melindungi kesehatan publik.

Toko, yang menjual permen, makanan ringan, herbal, teh dan piñatas, juga ditemukan menjual obat dengan merk bermasalah dan palsu. Pemilik tidak memiliki izin untuk menjual obat dan toko tersebut bukan apotek.

"Pemalsuan, penipuan, mengubah merk farmasetik merupakan hal yang sangat berbahaya bagi publik. Ada banyak orang di Los Angeles, khususnya dari komunitas imigran, yang seringkali pergi ke apotek tak berizin untuk mencari bantuan obat," kata Feuer.

Obat palsu ini mungkin mengandung kandungan berbahaya dan memicu reaksi alergi atau mengandung jumlah dosis yang tidak benar. Feuer enambahkan bahwa imigran yang tinggal di daerah secara ilegal mungkin tidak akan melaporkan obat ini ke pihak yang berwajib karena mereka tidak mau terlibat dengan sistem hukum yang rumit. MIMS

Bacaan lain:

Malpraktek oleh apoteker: Kekeliruan, kelalaian dan penyalahgunaan
Apoteker didakwa atas pencurian obat seharga USD100.000
13.000 pasien dikhianati oleh dokter dan apoteker dalam skema penipuan sebesar $40 juta

Sumber:
https://www.newsgram.com/indian-origin-pharmacist-jailed-for-illegally-selling-prescription-drugs/
http://timesofindia.indiatimes.com/nri/other-news/indian-origin-pharmacist-jailed-for-illegally-selling-drugs-in-uk/articleshow/59201388.cms
http://www.ilfordrecorder.co.uk/news/crime-court/ilford-pharmacist-jailed-for-selling-5-000-of-drugs-he-stole-from-havering-and-dagenham-pharmacies-1-5066710
http://www.scpr.org/news/2017/06/12/72810/los-angeles-cracks-down-on-illegal-pharmacies/