Menurut laporan Internasional dari Euromonitor, negara Asia Tenggara banyak menghadapi pertumbuhan sektor vitamin dan suplemen yang signifikan; termasuk negara Malaysia dan Singapura.

Peningkatan kesadaran mengenai kesehatan, akibat tingginya tingkat pendidikan dan kesadaran masyarakat melalui media sosial dan dukungan pemerintah banyak berkontribusi ke tingginya permintaan vitamin dan suplemen makanan di daerah ini. Selain itu, seiring dengan semakin banyaknya populasi lansia dan juga faktor lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti tekanan dan stres juga mengarahkan ke semakin tingginya permintaan vitamin dan suplemen.

Apa pengaruhnya ke farmasi komunitas

Perkembangan tren konsumsi vitamin dan suplemen makanan merupakan dua hal yang harus diperhatikan oleh apoteker, agar bisa memenuhi permintaan konsumen.

Berikut apa yang harus diketahui oleh apoteker komunitas mengenai tren permintaan konsumen ini:

1. Mengetahui sistem distribusi yang benar/variasi suplemen yang bisa ditawarkan

Daripada menawarkan banyak merk dan produk dan bersaing dengan toko lain yang lebih besar, hal yang harus diketahui apoteker komunitas adalah mengetahui sistem distribusi yang benar dan variasi vitamin dan suplemen yang bisa dijual di apotek.

Mudahnya, satu pertanyaan pentingnya adalah "Bagaimana konsumen bisa merespon produk seperti mineral, atau herbal dan suplemen alami lain?" Preferensi satu orang bisa jadi berbeda dengan orang lainnya tergantung faktor seperti lokasi dan demografinya. Dengan mengetahui preferensi bentuk vitamin dan suplemen, misalnya apakah mereka lebih menyukai pil atau tablet kunyah, juga bisa membantu apotek komunitas untuk memutuskan variasi obat yang bisa ditawarkan.

2. Perlu memahami regulasi yang ada

Selain memberikan pilihan ke konsumen, penting bagi apoteker untuk menyadari regulasi obat yang berlaku. Termasuk hukum dan regulasi yang mengatur standar, izin, penjualan dan pelayanan dan hal lain yang berhubungan dengan vitamin dan suplemen.

Apoteker juga harus mengetahui tren terbaru di pasar dan menyadari perubahan regulasi apapun yang bisa memengaruhi industri. Perbedaan regulasi antar negara juga bisa berarti ada perbedaan pola distribusi dan praktek promosi.

3. Meningkatkan kesadaran konsumen

Ketika produk sudah dijual ke pasar, tahap penting lain adalah menyadarkan publik mengenai apa yang bisa ditawarkan apotek. Pilihan unik apa yang bisa Anda tawarkan berdasarkan kebutuhan pasien?

Program promosi dan juga edukasi bisa menjadi cara efektif untuk mencapai konsumen. Teknik lain yang bisa digunakan adalah memberikan pelayanan yang belum tentu bisa diterima di toko lain, misalnya seperti sesi konsultasi dengan apoteker mengenai asupan vitamin dan suplemen. MIMS

Bacaan lain:
Suplemen vitamin D dihentikan penggunaannya di Perancis setelah ada bayi baru lahir meninggal
Mengajak pasien berpartisipasi dalam pembuatan keputusan medis
5 aspek kunci pelayanan berkualitas
5 indikator bahwa apotek anda perlu diubah


Sumber:
http://www.euromonitor.com/vitamins-and-dietary-supplements-in-malaysia/report
http://www.euromonitor.com/vitamins-and-dietary-supplements-in-singapore/report
https://www.sensingasia.com/en/topics/20150824.html