Di Singapura, ada sekitar 11 rumah sakit komunitas hingga sekarang, ditambah Rumah Sakit Komunitas YiShun, yang akan mulai dibuka pada 28 November 2016. Sesuai dengan visi World Health Organisation untuk menggunakan sistem tiga lapis, dengan fasilitas kesehatan primer sebagai dasar rumah sakit sekunder dan tersier yang memiliki dokter subspesialis demi mencapai masyarakat lebih sehat.

Dalam sistem konvensional, banyak apoteker rumah sakit bekerja dalam pengaturan untuk perawatan akut, baik di rumah sakit negeri atau swasta. Dengan adanya apoteker komunitas sekarang, kita bisa melihat banyaknya peningkatan apoteker yang bekerja di rumah sakit komunitas. Apa mitos mengenai menjadi apoteker rumah sakit? Apa bedanya menjadi apoteker di pengaturan perawatan akut?

1. Pengetahuan obat untuk semua sektor merupakan hal penting

Apoteker di rumah sakit komunitas berpengalaman untuk memberi pelayanan ke semua sektor. Tidak seperti apoteker rumah sakit yang pekerjaannya hanya dipusatkan ke satu pekerjaan, seperti bagian pasien rawat inap, pasien rawat jalan atau rawat inap atau penjualan, apoteker di rumah sakit komunitas seringkali harus berurusan dengan semua jenis pasien. Karena mereka harus menghadapi pasien dari berbagai bangsal, apoteker harus memahami pengetahuan obat untuk semua sektor. Peran mereka juga terus berkembang.

Oktober akhir, Menteri Kesehatan menunjukkan bahwa "rumah sakit komunitas, di masa depan, bisa memperluas peran mereka untuk mendukung para lansia seperti untuk perawatan demensia dan paliatif." Apoteker komunitas bukan hanya ahli pengobatan biasa tetapi juga ahli pengobatan penyakit khusus, terutama untuk perawatan geriatri.

2. Keseimbangan hidup pekerja

Tidak bekerja di hari minggu dan hari libur nasional, dan juga tidak perlu bekerja shift - ini merupakan keunggulan apoteker komunitas yang tidak perlu terlalu banyak berhadapan dengan pasien akut. Pasien biasanya menerima rehabilitasi di rumah sakit komunitas dan tidak membutuhkan perhatian terus-menerus. Jika mereka membutuhkannya, apoteker harus memberikan fungsi 24/7 untuk mendukung peran operasional seperti suplai obat dan informasi obat. Apoteker komunitas secara umum bekerja dari jam 8 pagi hingga 6 malam di sore hari dan setengah hari di hari Sabtu, tergantung alokasi tenaga manusia dalam setiap rumah sakit.

3. Pemain kunci untuk fungsi rumah sakit dan pasien

Meskipun mereka tidak bekerja di hari biasa dan di hari libur nasional, apoteker komunitas masih menjadi pemain kunci di rumah sakit dan untuk menyembuhkan pasien mereka. Mereka berpartisipasi aktif dalam pendekatan obat pasien, mengedukasi pasien untuk pengobatan diri dan memberikan pelatihan terus menerus ke tenaga kesehatan lain mengenai masalah obat seperti kepatuhan penggunaan obat. Mereka juga memberikan intervensi dan melakukan pemeriksaan kembali ke pasien bersama dokter. Mereka merupakan pelaku utama suplai obat dan mereka memastikan semua obat tersedia untuk digunakan setiap saat, bahkan di saat mereka tidak ada di rumah sakit.

4. Didukung oleh AIC

Rumah sakit komunitas berada di bawah pengaturan Intermediate and Long-Term Care (ILTC), Menteri Kesehatan (MOH). Agency for Integrated Care (AIC) merupakan agen yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan untuk membangun profesionalistas dan kompetensi pekerja ILTC. Apoteker komunitas bisa mendapat pembiayaan dari AIC untuk pelatihan. Menteri Kesehatan tidak langsung memberikan pembiayaan ke sektor publik dan sektor ini mengatur biayanya sendiri, AIC mengurus biaya pelatihan secara keseluruhan untuk semua rumah sakit komunitas.

5. Bergaji besar

Secara umum, gaji yang diberikan ke apoteker rumah sakit komunitas hampir sama. Misalnya, jika satu rumah sakit membayar apoteker dengan gaji rendah, maka semua rumah sakit akan memberikan gaji serupa. Meskipun demikian, disebabkan semakin meningkatnya apoteker rumah sakit komunitas, gaji mereka sebenarnya bisa dibandingkan dengan jadwal kerja apoteker lain dalam sektor lain.

Untuk banyak tenaga kesehatan, karir dalam rumah sakit komunitas merupakan karir yang ideal. Seiring dengan semakin banyaknya usia lanjut, mereka akan mulai memasuki perawatan rehabilitasi dan perawatan jangka panjang. Banyak rumah sakit komunitas seperti Rumah Sakit Komunitas Yishun juga akan memberikan pengaturan serupa. MIMS

Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
Waktu minum obat: Masalahnya
Bagaimana apoteker bisa mendeteksi resep palsu
Mengapa aspirin bekerja? Evaluasi genetik sebagai cara baru evaluasi obat