"Nasib buruk" telah banyak digunakan untuk mendeskripsikan mutasi penyebab kanker - tetapi pada saat yang sama, ada pemahaman bahwa beberapa jenis jaringan lebih sering menumbuhkan kanker daripada jaringan lain, meskipun belum dijelaskan sepenuhnya.

Penemuan dari penelitian skala besar oleh tim peneliti di St. Jude Children's Research Hospital dan University of Cambridge bisa memberikan jawabannya.

Apakah kanker benar-benar karena "nasib buruk"?

Akumulasi mutasi dalam sel bisa jadi merupakan penyebab utama kanker, tetapi apakah hanya terjadi pada jenis sel spesifik, dan bagaimana faktor lain seperti karsinogen di lingkungan berkontribusi menyebabkan kanker, sampai sekarang masih belum jelas, menurut Richard Gilberston, direktur Cancer Research UK Cancer Center di Cambridge di Inggris, dan direktur St. Jude scientific dan comprehensive cancer centre.

Menurut Dr. Gilbertson, dalam komunitas sains, beberapa ahli mengatakan bahwa kanker muncul karena "nasib buruk", karena beberapa mutasi muncul secara kebetulan pada sel punca, sedangkan yang lain mengatakan bahwa karsinogen di lingkungan merupakan penyebabnya - kontroversi di antara para peneliti pun muncul karena mereka menggunakan metode berbeda dalam penelitiannya.

Dengan demikian, situasi ini memotivasi Dr. Gilbertson dan timnya untuk memeriksa beberapa "komponen individual" yang bisa memunculkan kanker, termasuk aktivitas sel punca dan kerusakan jaringan.

Kanker hanya bisa ditemukan pada sel dewasa dengan aktivitas sel punca atau kerusakan jaringan

Setelah penelitian tujuh tahun pada hewan dan modelisasi hasil statistik, Dr. Arzu Onar-Thomas di St. Jude menyatakan bahwa jawabannya jelas: hanya sel dengan aktivitas sel punca bisa memunculkan kanker.

Dibandingkan sel punca dewasa, peneliti menemukan bahwa sel punca pada spesimen baru cenderung tidak memunculkan transformasi ganas, menunjukkan bahwa sel ini secara intrinsik resisten ke pembentukan tumor.

"Ini bisa menjelaskan mengapa kejadian kanker lebih jarang ditemukan pada anak-anak dibanding dewasa, disamping fakta bahwa kanker anak bisa terjadi ketika ada mutasi besar-besaran yang mengganggu protein, dan angka pertumbuhan organ mencapai puncaknya pada anak-anak," kata Zhu.

Selain itu, kerusakan jaringan organ ditemukan bisa mengaktivasi sel punca dorman, sebagaimana yang disebut Dr. Gilbertson sebagai, "tingginya risiko kanker". Dengan demikian, tim menyatakan bahwa "asal kanker berada pada gangguan seperti mutasi DNA, fungsi sel punca dan kerusakan jaringan." MIMS

Bacaan lain:
Dibalik sakitnya melahirkan
Apa manfaat bakteri baik?
Perang melawan malaria terus berlanjut
Susu kecoa - Makanan sehat terbaru
Sejarah warfarin: Dari pembunuh ternak hingga racun tikus hingga obat paling dibutuhkan oleh manusia


Sumber:
http://www.eurekalert.org/pub_releases/2016-08/sjcr-scp082216.php
http://www.nature.com/nature/journal/v529/n7584/full/nature16166.html