Saluran pencernaan merupakan rumah dari berbagai kompleks mikrobiota usus, dan banyak peneliti terus mempelajari potensi hubungan antara bakteri usus dan penyakit. Berikut empat hubungan terbaru antara bakteri usus dan kesehatan manusia.

1. Sindrom kelelahan kronis/Myalgic encephalomyelitis

Peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Columbia menemukan bahwa pasien yang menderita myalgic encephalomyelitis/sindrom kelelahan kronik (ME/CFS) memiliki jumlah bakteri usus yang abnormal, menandakan adanya hubungan antara mikrobioma usus dan penyakit.

Tim peneliti ini merekrut 50 pasien ME/CFS dan 50 individu sehat, dan menguji jumlah spesies bakteri dalam sampel feses kandidat dan juga molekul imun dalam darah mereka. Tim peneliti juga mengukur perbedaan antara cara bakteri memecah makanan dan mentransmisikan sinyal ke otak pada individu sehat dan pasien ME/CFS.

"Individu dengan ME/CFS memiliki campuran bakteri usus dan gangguan metabolik berhubungan yang bisa jadi memengaruhi keparahan penyakit," kata peneliti Dorottya Nagy-Szakal.

Faecalibacterium, Roseburia, Dorea, Coprococcus, Clostridium, Ruminococcus dan Coprabacillus sangat berhubungan dengan ME/CFS, dan tingkatnya sangat bervariasi tergantung pada keparahan dan gejala yang dialami pasien.

"Analisis kami menunjukkan bahwa kita bisa mengetahui subtipe pasien ME/CFS hanya dengan menganalisis mikrobioma deses mereka," kata peneliti lain, Brent Williams. "Subtipe bisa memberikan petunjuk untuk memahami perbedaan manifestasi penyakit."

2. Umur panjang dan ekspektasi kehidupan

A five-week-old turquoise killifish is resplendent in vivid colours (above). At the age of twelve weeks, however, the colours have already begun to fade (below). Photo credit: Medical Xpress/ D.R.Valenzano
A five-week-old turquoise killifish is resplendent in vivid colours (above). At the age of twelve weeks, however, the colours have already begun to fade (below). Photo credit: Medical Xpress/ D.R.Valenzano


Mikroorganisme usus juga memiliki efek signifikan dalam penuaan menurut peneliti di Institut Biologi mengenai Penuaan Max Planck di Cologne.

Tim ini menguji beberapa ikan berusia 9,5 minggu dengan antibiotik untuk membersihkan usus mereka dari bakteri dan 'mentransplantasi' flora usus dari ikan berusia 6 minggu - menggantinya ke akuarium steril yang berisi isi usus ikan kecil - dan menemukan bahwa ikan yang lebih tua memiliki umur lebih panjang dibandingkan ikan lain yang hanya terpapar mikrobiota usus mereka sendiri. Ikan yang lebih tua juga menjadi lebih awet muda dan aktif sama seperti ikan yang lebih muda.

Yang menarik, ikan ini merupakan ikan vertebrata dan memiliki mikrobiota usus yang sangat beragam dan memiliki komposisi serupa dengan usus manusia. Meskipun demikian, masih belum jelas bagaimana mikroba usus bisa memengaruhi umur panjang.

"Kemungkinan sistem imun yang menua tidak terlalu efektif dalam melindungi mikroorganisme dalam usus, sehingga menyebabkan lebih tingginya prevalensi patogen dalam usus yang lebuh tua. Mikrobiota usus pada organisme yang lebih muda bisa membantu melawan hal ini dan dengan demikian mendukung sistem imun dan mencegah inflamasi. Hal ini bisa menyebabkan semakin panjangnya ekspektasi hidup manusia dan lebih baiknya kesehatan," kata peneliti Dario Riccardo Valenzano.

3. Penyakit jantung

Kolin, nutrisi esensial yang banyak ditemukan dalam daging merah dan kuning telur, berguna sebagai makanan bakteri usus untuk kemudian memproduksi senyawa yang meningkatkan pembentukan darah, menurut peneliti dari Cleaveland Clinic.

Penelitian yang dilakukan pada 18 pasien dengan meminta mereka mengonsumsi suplemen kolin menemukan bahwa kolin bisa meningkatkan produksi trimetilamin N-oksida (TMAO) dari mikroba usus, yang juga meningkatkan fungsi platelet dan sebelumnya diidentifikasi sebagai prediktor kuat penyakit jantung.

"Kami sebelumnya sudah menunjukkan bahwa produksi TMAO dari mikroba usus berdasarkan nutrisi harian seperti kolin, lesitin, dan L-karnitin dihubungkan dengan perkembangan penyakit jantung," kata tim.

"Penelitian baru menunjukkan bukti langsung pada manusia dengan menyatakan bahwa konsumsi kolin... meningkatkan jumlah senyawa yang diproduksi bakteri, disebut TMAO dan kecenderungan platelet untuk berkumpul dan membentuk gumpalan," ungkap Asosiasi Jantung Amerika.

Peneliti melaporkan bahwa mengonsumsi aspirin harian bisa menurunkan efek penggumpalan, dan juga menemukan bahwa aspirin dosis rendah bisa menurunkan jumlah TMAO yang berhubungan dengan peningkatan konsumsi suplemen kolin.

"Meskipun mekanismenya tidak diketahui, aspirin sudah diketahui bisa mengubah komposisi komunitas mikroba usus," tambahnya.

4. Diabetes tipe 2

Penelitian yang dilakukan di Finlandia menemukan bahwa tingginya konsentrasi asam propionat indole serum - metabolit bakteri usus, yang produksinya disebabkan makanan kaya serat - bisa melindungi manusia dari diabetes tipe 2.

Tim peneliti ini menganalisis profil metabolit serum dari 200 individu - semuanya mengalami berat badan berlebih dan mengalami gangguan toleransi glukosa, tetapi tidak satupun menderita diabetes tipe 2 dalam lima tahun pertama atau tidak menderita penyakit ini dalam waktu pemeriksaan kembali 15 tahun - dan menemukan bahwa konsentrasi asam indolepropionati tinggi di serum bisa mempromosikan sekresi insulin dalam sel beta pankreas. Dan teori ini juga bisa digunakan untuk menjelaskan efek pelindung dari asam indolepropionat melawan diabetes.

Penelitian juga mengidentifikasi bahwa jumlah asam lemak tersaturasi yang lebih rendah bisa menyebabkan lebih tingginya jumlah metabolit lipid baru, yang, sama dengan asam indolepropionat, juga bisa melindungi melawan inflamasi tingkat rendah.

"Penelitian awal, juga, menghubungkan bakteri usus dengan risiko penyakit pada orang-orang dengan berat badan berlebih," kata Kati Hanhineva, peneliti dari Universitas Finlandia Timur.

"Penemuan kami menunjukkan bahwa asam indolepropionat bisa menjadi salah satu faktor yang memediasi efek pelindung dari makanan dan bakteri usus." MIMS

Bacaan lain:
Susu kecoa - Makanan sehat terbaru
Menghadapi alergi dan intoleransi makanan: Peran apoteker komunitas
Peneliti Rusia menginjeksi dirinya sendiri dengan bakteri berusia 3,5 juta tahun demi "hidup panjang"


Sumber:
https://www.sciencealert.com/another-study-just-linked-chronic-fatigue-syndrome-to-gut-bacteria 
https://medicalxpress.com/news/2017-04-gut-bacteria-affect-ageing.html 
http://www.nature.com/news/young-poo-makes-aged-fish-live-longer-1.21770 
http://www.nbcnews.com/health/health-news/here-s-one-way-meat-eggs-can-kill-you-n750416 
http://www.cbsnews.com/news/nutrient-choline-eggs-meat-linked-to-blood-clotting-heart-disease/ 
https://www.sciencedaily.com/releases/2017/04/170411090159.htm