Apoteker memiliki spesialisasi khusus sejak beberapa ratus tahun lalu, dan dengan keunikannya, memiliki tradisi dan praktek yang sudah berurat dan berakar dalam dunia kesehatan. Profesi ini memiliki spesialisasi yang sangat berbeda dari profesi kesehatan lain. Khususnya pada farmasi komunitas, yang secara umum berdiri sendiri dan tidak melakukan banyak interaksi dengan keseluruhan komunitas kesehatan.

Fenomena ini membuat apoteker komunitas tampak tidak menonjol di sektor kesehatan yang terus berjalan mengikuti sistem.

Bukan hanya karena jarangnya praktek peracikan obat yang merupakan inti prinsip dari pengobatan, namun juga karena apoteker seringkali merasa kesulitan untuk menonjolkan jati diri keprofesiannya.

Ketidakcocokan apoteker komunitas

Modus operasi apoteker komunitas sekarang lebih ke arah terorientasi terhadap produk - berfokus untuk menjual sejumlah besar produk demi keuntungan. Misalnya seperti produk suplemen kesehatan, yang memiliki sedikit bukti penelitian untuk mendukung efikasinya. Terutama karena produk inti, obat, diatur dalam hukum yang ketat - dan sudah sepantasnya demikian.

Namun demikian, kurangnya praktek peracikan membatasi fungsi penuh apoteker komunitas untuk memastikan pasien bisa mendapatkan obat yang benar pada dosis yang sesuai dan di waktu yang seharusnya. Meskipun peraturan mengizinkan apoteker untuk meracik obat berdasarkan resep - namun faktanya, praktek tersebut hanya dilakukan dalam jumlah kecil dan jarang sekali bisa bertahan dalam dunia bisnis. Profesi ini, hingga taraf tertentu, tersisih oleh prinsip keprofesian itu sendiri: untuk memastikan keamanan dan efikasi penggunaan obat di komunitas lokal.

Banyak orang berpendapat bahwa berfokus pada suplemen kesehatan merupakan cara baru yang cukup menarik, sehingga disebut juga sebagai "Strategi Laut Biru". Meskipun demikian, kita harus berhati-hati karena banyak produk tidak memiliki cukup bukti untuk mendukung klaimnya.

Apoteker perlu terus mengingat bahwa, penurunan drastis dalam kualitas praktek kesehatan, kurangnya bukti efikasi obat mengimplikasikan ketidak cocokan dengan model kesehatan yang ada sekarang ini.

Apa itu pelayanan kesehatan berdasarkan nilai?

Sektor kesehatan yang berdasar pada nilai atau value-oriented merupakan sektor yang sangat rumit. Karena ada beberapa pemegang kekuasaan di dunia kesehatan, terkadang terdapat tantangan tersendiri untuk mencapai harapan arti dari "nilai" itu sendiri. Nilai bisa jadi meliputi akses ke pelayanan, keuntungan, kualitas tinggi, biaya ganti rugi, keamanan, kenyamanan, berorientasi pada pasien dan kepuasan sebagaimana yang didiskusikan Porter dalam jurnalnya.

Meskipun demikian, nilai yang dimaksud di sini adalah "nilai" yang bisa mengubah pasien dan kehidupannya. Dengan kata lain, meningkatkan outcome kesehatan per rupiah yang dikeluarkan.

Banyak negara maju sudah berhasil mengembangkan sektor kesehatan dengan menggunakan sistem berdasarkan nilai - dimana tenaga atau institusi kesehatan mengganti uang yang dikeluarkan pasien dengan pelayanan yang mereka terima untuk meningkatkan outcome-nya. Model terorientasi produk tradisional dianggap sudah ketinggalan zaman, karena tidak berfokus pada kualitas pelayanan - namun, mendorong apoteker untuk lebih banyak menjual produk obat dengan harga lebih murah.

Meskipun demikian, perpindahan ke sistem berdasarkan nilai mungkin akan memicu timbulnya berbagai masalah di komunitas apoteker sekarang ini. Sebagaimana yang disebutkan oleh Trygstad, dasar nilai membutuhkan keseluruhan sektor kesehatan untuk bekerja bersama, dan menyajikan pelayanan berkualitas lebih tinggi melalui efek sinergis antar profesi berbeda.

Namun sekarang ini, apoteker komunitas tampak tersisih dari sistem kesehatan yang ada. Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, mungkinkah profesi ini bisa bertahan dengan sendirinya?

Tidak ada jawaban cepat

Tidak perlu dipungkiri lagi apoteker komunitas terus mempertanyakan sampai kapan mereka bisa bertahan selama industri kesehatan terus mengalami kemajuan. Meskipun demikian, perubahan drastis dalam industri ini mungkin tidak akan terjadi. Seiring berjalannya waktu, mungkin dibutuhkan perubahan kebijakan yang mendukung apoteker komunitas untuk tumbuh dan berkembang, sekali lagi. MIMS

Bacaan lain:
Pilihan kuliah paskasarjana untuk apoteker
6 tips apoteker bisa menjadi lebih unggul dari yang lainnya
Apoteker, berikut mengapa tren suplemen harus dipertimbangkan

Sumber:
https://pdfs.semanticscholar.org/ccbd/08d02adb613bf2c68620b249b2bbab5d5724.pdf
https://archive.hhs.gov/valuedriven/news/faq.html
http://bit.ly/2sDhRiL