Seperti hampir semua penyakit autoimun, tidak ada obat penyembuh systemic lupus erythematosus (SLE) atau lupus. Jika tidak didiagnosis, kondisi tubuh bisa menjadi sangat fatal karena antibodi yang diproduksi terus menyerang sel sehat dan merusak organ seperti otak, jantung, paru-paru, saraf, sel darah dan ginjal.

Tidak seperti penyakit kronis lain, kesadaran akan penyakit lupus masih sangat rendah. Tidak banyak orang yang menyadari bahwa penyakit ini lebih pervasif dan parah daripada yang diketahui. Faktanya, dua per tiga populasi manusia hanya mengetahui sedikit atau bahkan tidak mengetahui sama sekali mengenai lupus.

Diestimasikan bahwa antara 30 hingga 50 orang per 100.000 populasi menderia lupus. Di tahun 2011, beberapa warga Filipina dikatakan menderita penyakit ini. Meskipun baik pria dan wanita bisa mengidap lupus, namun penyakit ini lebih banyak terjadi pada wanita di usia subur, atau berusia antara 15 hingga 44 tahun.

Penyakit ini disebut juga sebagai penyakit misterius. Hingga sekarang, penyebabnya masih tidak diketahui. Meskipun demikian, sudah ada penelitian yang mengindikasikan ancaman tersembunyi dan pemicu lingkungan yang menciptakan kemungkinan timbulnya lupus.

Kurangnya kesadaran

Fakta bahwa kesadaran tentang penyakit tidak cukup masih menjadi satu tantangan tersendiri. Bahkan di antara tenaga kesehatan profesional, diagnosis penyakit ini masih terbilang sulit, khususnya karena banyak gejalanya mirip dengan penyakit lain. Dr. Lyndon John Llamado, seorang dokter spesialis reumatologi dari Universitas Rumah Sakit Santo Tomas, menyebut penyakit ini sebagai "peniru yang hebat".

Tidak ada dua kasus lupus yang sama. Tetapi banyak penderitanya mengeluhkan kelemahan dan nyeri sendi atau otot, meskipun banyak yang menyebutnya disebabkan oleg stres, dan tidak memeriksakan diri ke dokter. Banyak diketahui bahwa stres fisik, mental dan emosi bisa menjadi faktor yang menyebabkan SLE.

Di sisi lain, saat pasien memeriksakan diri ke dokter, diagnosis yang dibuat biasanya mengarah ke kondisi medis lain, seperti infeksi. Kesalahan diagnosis atau tertundanya diagnosis mengartikan semakin tingginya risiko kerusakan organ.

Tidak ada dua kasus serupa

Dr Sandra Navarra, juga seorang dokter reumatologi yang memiliki spesialisasi dalam penyakit lupus, mengatakan bahwa SLE merupakan kondisi medis yang sangat menantang terutama bagi dokter karena luasnya manifestasi.

Ia menjelaskan bahwa gejala ini bermanifestasi dalam jangka waktu panjang, tidak pernah dalam satu waktu yang sama. Dan karena tidak ada dua kasus yang sama, lupus merupakan penyakit "yang sangat unik".

Diagnosis SLE menjadi pasti saat ruam muncul di kulit, terutama ruam berbentuk kupu-kupu di wajah. Kupu-kupu menjadi simbol lupus karena hal ini. Pemeriksaan darah ANA (antinuclear antibody) mengonfirmasi lupus saat ia menemukan keberadaan antibodi yang menyerang protein sehat tubuh.

Gejala lain adalah demam tanpa penyebab yang jelas, nyeri dada saat mengambil napas panjang, pembengkakan di kaki atau sekitar daerah mata, jari-jari yang pucat, ulkus di mulut dan kelenjar yang membengkak.

Pasien lupus juga sangat sensitif terhadap sinar matahari, dan sinar matahari diketahui merupakan pemicu penyakit ini.

Manifestations of SLE
Manifestations of SLE


Masih ada harapan

Saat seseorang menderita penyakit ini, baik ringan atau parah. Terapi diberikan untuk mencegah atau mengontrol penyakit.

Target utama penyakit lupus adalah untuk mengontrol inflamasi. Obat yang diresepkan biasa berupa obat steroid atau nonsteroid yang digunakan untuk menjaga penyebaran penyakit selama beberapa waktu tertentu. Selain meredakan inflamasi, obat ini juga digunakan untuk meningkatkan sistem imun, menyeimbangkan hormon dan menurunkan atau mencegah kerusakan sendi.

Jika seorang pasien didiagnosis awal dan diberikan terapi yang cukup dan agresif untuk lupus, outcome yang bisa diperoleh adalah 90% kesembuhan dalam waktu 10 tahun.

Terapi lupus bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, tentu saja mahal.

Ya, SLE mungkin sulit untuk didiagnosis dan mungkin tidak bisa disembuhkan, tetapi masih ada harapan bagi para pengidapnya. Meskipun sulit untuk diobati, namun masih ada outcome positif dan masih ada harapan bagi penderita lupus. MIMS

Bacaan lain:
Apakah kanker muncul karena "nasib buruk"?
Seorang wanita alergi ke suaminya sendiri karena gangguan autoimun langka
Terapi gen pertama di dunia berhasil mengembalikan sel sabit pada seorang remaja

Sumber:
http://hopeforlupus.org.ph/index.php/2016/12/17/what-is-lupus/
https://www.niams.nih.gov/health_info/lupus/lupus_ff.asp
http://www.philstar.com/science-and-technology/779852/lupus-cases-rising-experts
http://www.lupusawarenessmonth.org/