Probiotik merupakan bakteri hidup dalam tubuh yang berfungsi untuk menjaga kesehatan manusia, khususnya kesehatan sistem pencernaan.

Probiotik yang secara alami ada di dalam tubuh, juga dapat ditemukan dalam makanan atau produk susu, seperti yogurt, mentega, dan suplemen; yang mengandung spesies bakteri: Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Saccharomyces.

Manfaat probiotik

Probiotik bekerja dengan menjaga keseimbangan antara bakteri baik dan jahat dalam tubuh sehingga dapat membantu menjaga kesehatan seseorang. Probiotik banyak digunakan untuk terapi kondisi usus seperti diare disebabkan konsumsi antibiotik, diare infeksius disebabkan virus, bakteri, dan parasit, penyakit inflamasi usus dan sindrom iritasi usus.

Probiotik juga digunakan untuk terapi gangguan kulit seperti eksim, membantu menjaga kesehatan urin dan vagina, menjaga kesehatan mulut, dan mencegah alergi dan flu.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa probiotik memberi manfaat baik pada pasien diabetes tipe 2 dan obesitas.

Kajian sistematik yang dilakukan oleh peneliti dari Universiti Teknologi di Malaysia menunjukkan bahwa penggunaan probiotik rata-rata 0,98 mmol/L dapat menurunkan nilai gula darah puasa.

Dalam penelitian lain, peneliti dari Departemen Kardiologi, Rumah sakit Taizhou, Taizhou, Cina menemukan bahwa asupan probiotik dapat menurunkan indeks massa tubuh (IMT) dan berat badan seseorang, dan penurunan IMT ditemukan paling signifikan pada orang dewasa dengan berat badan berlebih.

Selain itu, konsumsi lebih dari satu jenis probiotik selama 8 minggu atau lebih dapat lebih banyak menurunkan berat badan.

Peran apoteker dalam pemberian probiotik

Sebelum apoteker meracik suplemen berisi probiotik, apoteker perlu memberikan konseling dengan beberapa poin penting.

Apoteker harus pertama-tama menyarankan pasien berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi probiotik. Pasien harus diperiksa apakah mereka dapat menggunakan probiotik, khususnya pada pasien dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang menggunakan obat tertentu.

Mudahnya, penderita gangguan fungsi imun sebaiknya disarankan untuk tidak mengonsumsi probiotik karena dapat menyebabkan infeksi sistemik.

Pasien juga perlu disarankan untuk mengonsumsi probiotik dari industri yang sudah terkenal dan mengikuti aturan dosis dan cara pakai yang tertera.

Meskipun probiotik biasanya bisa ditoleransi dengan baik, probiotik juga dapat menyebabkan efek samping.

Maka dari itu, pasien direkomendasikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokternya sebelum memberi probiotik. MIMS

Bacaan lain:
Susu kecoa - Makanan sehat terbaru
Obat penyakit langka - Masalah finansial yang disebabkannya
Apakah pasien Anda cukup sehat untuk menjalani operasi?
Malpraktek oleh apoteker: Kekeliruan, kelalaian dan penyalahgunaan
Terapi kanker capecitabine ternyata dapat menghapus sidik jari