Dokter di Brazil menggunakan kulit ikan tilapia sebagai alternatif pembalut luka bakar, Maria Ines Candido da Silva setelah kecelakaan ledakan tabung gas di tempat kerja, restauran Casa Velha di Russas, Timur Laut Brazil. Pelayan ini menderita luka bakar tingkat sedang di tangan, leher, dan sebagian wajahnya.

Disebabkan keparahan luka, pembalut kulit ikan digunakan selama 11 hari. Selama 20 hari, kulit ikan di tangannya diganti beberapa kali untuk mempercepat pemulihan kulit yang rusak. Setiap dua hari sekali, ia datang ke rumah sakit untuk memeriksa balutannya tersebut. Ibu berusia 36 tahun ini mendeskripsikannya sebagai sebuah "pengalaman yang mengerikan".

"Kulit ikan terasa dingin sekali saat pertama ditempelkan, tetapi beberapa menit kemudian rasa dinginnya sudah bisa ditoleransi. Saya tidak merasa sakit lagi, rasa hanya merasa dingin dan nyaman. Saya sangat kagum dan berterimakasih karena kulit ikan ini tidak berbau amis," katanya.

Terjangkau, tahan lama dan efektif

Aplikasi kolagen hewan untuk mempercepat proses penyembuhan luka telah banyak diketahui dalam dunia medis, karena tubuh membutuhkan protein tersebut untuk memproduksi sel baru. Namun, ketika kolagen mamalia digunakan, ada risiko transmisi penyakit, dan bisa menimbulkan reaksi imunitas.

Dengan demikian, peneliti di Nucleus of Research and Development of Medicines (NPDM) of the Federal University of Ceará (UFC) mencari alternatif lain - ikan. Dipimpin oleh Dr. Odrico Moraes, Professor Elisabete Moraes dan Dr. Ana Paula Negreiros, pembalut biologis sudah dikembangkan lebih dari dua tahun, dengan dokter operasi plastik, Dr. Edmar Maciel di Dr. José Frota Institute Burns Unit (IJF) di Fortaleza, dan Dr. Marcelo Borges, di São Marcos Hospital SOS Burns dan Wounds Unit in Recife, Timur Laut Brazil - koordinator proyek. Hingga sekarang, 50 pasien telah melakukan penelitian skala pilot.

Tilapia, ikan air tawar, ikan resisten penyakit, dipilih karena banyak dikonsumsi dan banyak tersedia di Brazil - 99% kulitnya dibuang dan didonasikan untuk proyek penelitian. Kulit tilapia mengandung banyak kolagen tipe 1 dan memiliki kelembapan yang cukup, dengan demikian tidak kering dalam waktu lama.

Kondisi ini optimal untuk penyembuhan: risiko infeksi, kehilangan cairan, plasma dan protein dari luka bisa diminimalisir, dan sel tubuh bisa diperbaharui dengan protein esensial.

Terapi terobosan baru

Kulit ikan memiliki kekuatan yang serupa dengan kulit manusia, sehingga fleksibel dan mudah digunakan di seluruh dunia. Kulit ikan akan menempel ke kulit, jika dilapisi dengan pembalut eksternal, selama jangka waktu tujuh hingga 11 haru sebelum diganti atau dibuang. Prosedur ini dilakukan menggunakan gel petroleum untuk mengangkatnya, menggeser dan melepas pembalut dari daerah yang sudah sembuh.

Sebelum digunakan, kulit ikan dibersihkan, didekontaminasi, didinginkan, dan diawetkan; dengan membuang sisik, jaringan otot, toksin dan kemungkinan transmisi penyakit, termasuk bau amisnya. Kulit yang sudah diproses dilenturkan dan dilaminating, sebelum disimpan dalam bentuk lembaran 10 cm hingga 20 cm. Kulit disimpan dalam bank kulkas di Sao Paulo dan bisa digunakan hingga jangka waktu dua tahun.

Secara umum, sulfur disulfida, salep yang menyembuhkan luka dalam rata-rata dua minggu digunakan sebagai terapi korban luka bakar. Penutup dan pembalut juga harus selalu diganti setiap hari dan pasien harus mandi dengan sabun antibakteri, untuk menjaga luka tetap bersih dan mencegah emisi bau setelah 24 jam. Terapi ini biasanya diberikan bersamaan dengan obat penghilang nyeri karena stres bisa mengganggu proses penyembuhan.

"Perawat menggunakan krim ketika saya pertama datang," kata Maria. "Saya merasakan nyeri tak tertahankan dan beberapa luka terasa sangat dalam. Ketika mereka melapisi luka saya dengan krim, saya merasa seperti sedang disiksa dan ketika saya mandi, saya merasakan sakit yang tidak bisa saya tahan."

Kulit ikan disebut-sebut bisa mempercepat masa penyembuhan kulit satu hingga dua hari. "Saya akan merekomendasikannya ke semua orang yang menderita seperti saya," komentar Maria. MIMS

Bacaan lain:
Vaksin ebola ditemukan 100% efektif dan senang menunggu persetujuan pemerintah untuk penggunaannya
Evolusi dunia medis dari masa ke masa
Obat "lepas lambat" yang sebenarnya
Penyakit langka dan obatnya: Apa yang harus diketahui apoteker


Sumber:
https://www.thesun.co.uk/living/2395670/burns-victim-injured-in-horrific-explosion-has-fish-skin-wrapped-over-her-wounds-in-pioneering-new-treatment/
http://www.advancedtissue.com/fish-skin-found-to-contain-wound-healing-properties/
https://www.chemistryworld.com/news/fish-skin-dressing-helps-heal-wounds/8271.article