Listrik bukanlah sesuatu yang baru. Manusia sudah sejak lama menggunakan listrik dalam berbagai kegiatan – mulai dari untuk menyalakan lampu dan perabotan rumah lain, hingga yang terbaru, mobil, sejak listrik disediakan secara komersil di abad ke-20. Meskipun demikian, penggunaan impuls listrik langsung dalam dunia pengobatan seringkali membuat orang merasa takut, misalnya saja pada terapi elektrokonvulsif dalam ranah psikiatrik. Namun sekarang, ranah baru "elektrosetikal" mulai memasuki ranah medis – permulaan dari industri seharga jutaan dollar, yang mungkin merupakan masa depan dunia kesehatan.

Membangunkan saraf dengan "elektrosetikal"

Salah satu perusahaan farmasi dalam ranah elektrosetikal berada di California, SetPoint Medical. Merupakan pemain yang relatif baru dalam ranah medis, namun sudah mendapat investasi jutaan dollar dari banyak perusahaan alat kesehatan, seperti Medtronic, Boston Scientific dan GlaxoSmithKline. Meskipun demikian, SetPoint Medical bukan satu-satunya yang menargetkan penggunaan impuls elektrik untuk mengobati penyakit medis. Berbagai laboratorium akademik dan perusahaan besar, seperti SetPoint Medical, berusaha untuk membuat konsep ini sebagai suatu realita.

Konsep elektrosetikal cukup sederhana. Impuls elektrik bisa dimodulasi oleh alat yang kemudian membantu mempercepat atau memperlambat kerja saraf yang tidak berfungsi atau memicu sinyal sesuai dengan yang seharusnya. Dalam teorinya, hal ini akan menghasilkan pendekatan non-farmakologi berteknologi tinggi untuk mengobati berbagai kondisi seperti asma, artritis dan inkontinensia. Obat dari banyak penyakit ini belum ditemukan dan obat resep biasanya hanya berfungsi sebagai pereda gejala. Dengan demikian, tidak mengejutkan lagi bahwa Pentagon dan National Institute of Health (NIH) sudah menghabiskan puluhan juta dollar untuk mempelajari konsep elektrosetikal.

Electroceuticals, such as those manufactured by SetPoint Medical, are implantable devices the size of a large vitamin pill. Photo credit: Patrick T. Fallon/Nature
Electroceuticals, such as those manufactured by SetPoint Medical, are implantable devices the size of a large vitamin pill. Photo credit: Patrick T. Fallon/Nature

Mengatasi masalah industri yang ada sekarang

SetPoint Medical sendiri memiliki tujuan untuk menemukan terapi rheumatoid arthritis yang dipercaya berpotensi meningkatkan kualitas jutaan pasien penderita penyakit. Sayangnya, hasilnya belum jelas apakah SetPoint Medical akan menyukainya, dalam hal penggunaan elektrosetikal dalam terapi zaman sekarang.

Sekarang ini, perusahaan menggunakan alat, yang memiliki ukuran pil vitamin besar, yang mentransmisikan sinyal elektrik yang menstimulasi saraf. Hal ini kemudian bisa memicu penurunan inflamasi, dan kemungkinan, memiliki kemampuan dalam mengobati penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis.

Meskipun data ini cukup menjanjikan, namun hasil penelitian cukup terbatas karena SetPoint Medical belum melakukan penelitian klinis terkontrol. Sudah dikatakan, bahwa banyak dari data ini tidak bisa digunakan disebabkan kurangnya kelompok terkontrol. Selain itu, jumlah sampel yang kecil merupakan masalah lain yang harus dihadapi perusahaan – dalam pandangan penelitian klinis yang diharapkan bisa dilakukan pada 250 pasien, demi meningkatkan reabilitas data. Bahkan saat itu, perusahaan masih belum mendapatkan persetujuan FDA dan produksi massal belum dilakukan – kemungkinan akan dibutuhkan waktu setidaknya tiga tahun.

Hingga mendapat manfaat elektrosetikal seperti yang disebut SetPoint Medical terbukti secara empiris – elektrosetikal masih harus menghadapi jalan berliku hingga bisa disetujui penggunaannya dalam ranah medis. Selain itu, SetPoint CEO Anthony Arnold cukup optimis mengenai masa depan eletrosetikal. "Ini merupakan langkah yang lebih tertarget, dan harapannya lebih mudah ditoleransi, bagi pasien yang membutuhkan terapi alternatif" untuk terapi rheumatoid arthritis, catat Arnold. "Saya pikir kami bisa melakukannya dengan biaya yang lebih rendah daripada agen biologis ini, dan menghemat banyak uang untuk sistem kesehatan, dan tidak memberikan efek samping."

Contoh elektrosetikal lain

Seiring dengan semakin banyaknya produk elektrosetikal, berbagai perusahaan mulai menguji viabilitasnya dalam berbagai penyakit. Misalnya, dua perusahaan di Massachusetts, neuroStar dan Brainsway, mulai menguji penggunaan transcranial magnetic stimulation (TMS) untuk terapi depresi. Beberapa ahli cukup skeptikal mengenai penggunaan gelombang magnetik, hasil awal sudah ditunjukkan memberikan hasil positif. Dengan kemajuan lebih lanjut, TMS mungkin bisa digunakan sebagai masa depan alternatif terapi elektrokonvulsif dengan penurunan efek samping.

Sementara itu, Pentagon’s Defense Advanced Research Project Agency sudah menginvestasikan USD60 juta untuk perkembangan elektrosetikal untuk mengobati rasa nyeri, inflamasi gastrointestinal, dan stres paska-trauma, di antara beberapa masalah lainnya. Perusahaan lain yang bekerja sama dalam pengembangan elektrosetikal meliputi CVRx, perusahaan di Minessota yang mengembangkan terapi neuromodulasi untuk meregulasi tekanan darah dan memperlambat keparahan gagal jantung. Neuspera, perusahaan di Silicon Valley, bekerja dengan miniaturisasi elektrosetikal yang memiliki kemampuan untuk kecepatan detak jantung dan meregulasi impuls saraf. Terakhir, ada EnteroMedics yang mengembangkan vBloc, alat untuk mengatasi obesitas, tekanan darah tinggi dan konsentrasi kolesterol tinggi.

Kesimpulan

Seiring dengan penemuan berbagai kemajuan dalam ranah medis, begitu juga dengan penggunaan alat pintar berteknologi tinggi yang sekarang banyak kita lihat dalam pasar massal. Meskipun demikian, tidak seperti barang elektronik biasa, mengobati penyakit terbukti lebih sulit karena akar penyakit belum banyak dipahami dan stimulasi saraf sendiri tidak menghasilkan aksi kuratif definitif. Selain itu, perusahaan seperti SetPoint bekerja ke arah alat implan yang lebih baru, kecil, dan efektif untuk mengobati berbagai macam penyakit. Keberhasilan elektrosetikal tidak bisa dipastikan – tetapi, disebabkan banyaknya dan terus berlanjutnya penelitian, kemungkinan alat ini akan menjadi alat medis sehari-hari di masa depan. MIMS

Bacaan lain:
Fakta mengejutkan mengenai electroconvulsive therapy (ECT)
FDA menyetujui penjualan tes genetik untuk risiko penyakit tertentu
Mahalnya biaya kesehatan akibat ketidakpatuhan terhadap obat resep

Sumber:
https://www.statnews.com/2017/09/12/electroceuticals-set-point/
https://www.bostonglobe.com/metro/2017/09/12/magnetic-pulses-into-brain-they-actually-established-treatment-for-depression-now-getting-easier-find/4tfPSLHXYuDuGxI1uQVq1M/story.html 
http://www.gulf-times.com/story/560217/Deep-sleep-reinforces-learning-of-motor-skills-Stu 
https://setpointmedical.com/