"Di tahun 2022, akan ada semakin banyak anak-anak dan remaja yang mengalami obesitas."

World Health Organization (WHO) merinci kenaikan prevalensi obesitas dunia dan hasilnya sangat mengejutkan. Obesitas menjadi salah satu penyakit kronis yang paling banyak diderita di seluruh dunia selama bertahun-tahun – dan selama satu dekade terakhir. Dan rekomendasi terapi utama yang paling banyak diberikan adalah mengubah pola makan dan meningkatkan frekuensi olahraga.

Meskipun sudah diusahakan, namun tampaknya peningkatan kasus obesitas masih tidak dapat dihentikan, bahkan sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Express UK baru-baru ini melaporkan penelitian yang menunjukkan bahwa pada setiap 15 detik, dokter rumah sakit menemui lebih dari 600,00 pasien obesitas tahun lalu – dicatat dalam catatan digital National Health Service (NHS).


Selanjutnya, laporan tersebut mengungkapkan bahwa beban biaya rumah sakit untuk pasien dengan masalah berat badan adalah hampir mencapai GBP2 miliar setiap tahunnya. "Obesitas dan masalah kesehatan terkait berat badan merupakan salah satu krisis kesehatan terbesar di era ini dan bisa membuat NHS bangkrut," ungkap Profesor Philip James, mantan presiden Federasi Obesitas Dunia.

Mengingat semakin parahnya krisis kesehatan, dokter percaya diet dan olahraga saja tidak akan cukup untuk memerangi obesitas.

Operasi merupakan alternatif untuk mengatasi obesitas

"Banyak orang menganggap obesitas merupakan tanda kelemahan mental dan bisa dikontrol hanya dengan mengubah pola makan dan berolahraga," jelas Dr Tan Chun Hai, selaku konsultan bedah umum di Rumah Sakit Khoo Teck Puat, Singapura.

Asisten Profesor Asim Shabbir, direktur dan konsultan senior di National University Hospital dan presiden Obesity & Metabolic Surgery Society of Singapore, menambahkan bahwa ketika seorang pasien mencoba untuk menurunkan berat badan, tubuh secara otomatis akan menghindari terlalu banyak kehilangan berat badan atau "berat badan sekarang".

"Mekanisme ini tubuh ini tidak bisa dianggap normal untuk pasien obesitas. Karena meskipun berat badan awalnya tinggi, tubuh tetap akan mencegah kehilangan berat badan ini."

Untuk mengatasi masalah tersebut, Dr Shabbir menyarankan untuk menurunkan berat badan dengan operasi atau disebut juga operasi bariatrik, Operasi ini terbukti lebih efektif untuk menurunkan berat badan dalam  jangka panjang dibandingkan dengan modifikasi pola makan atau olahraga. Penelitian juga menunjukkan bahwa operasi bisa memperbaiki atau mengatasi penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, sleep apnea dan masalah terkait berat badan lainnya.

Terdapat dua jenis operasi bariatrik yang umum dilakukan; yaitu, gastrektomi lengan vertikal, yang bekerja dengan mengeluarkan sebagian perut; dan operasi bypass lambung Roux-en-Y, dengan membuat kantong kecil di perut. Kemudian sambungan ini akan menghubungkan lambung ke usus kecil, melewati bagian saluran pencernaan.

Di Singapura, operasi semacam itu umumnya hanya direkomendasikan untuk pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 32,5, jika mereka memiliki penyakit terkait obesitas, atau IMT di atas 37,5 jika tidak memiliki masalah obesitas. Selain itu, jumlah operasi bariatrik yang dilakukan di National University Hospital meningkat dari sebanyak 5 pasien di tahun 2008 menjadi 93 pasien  pada tahun 2015 , hal ini mengindikasikan operasi tersebut semakin populer di negara Singapura.

Alternatif selain operasi

Baru-baru ini, NHS melaporkan bahwa peningkatan kriteria IMT yang ditetapkan oleh pihak berwenang, membuat banyak pasien makan lebih banyak sehingga bisa memenuhi kualifikasi untuk operasi penyusutan perut.

"Kami berada dalam situasi di mana pasien putus asa dengan kondisi tubuhnya yang sangat gemuk dan menginginkan operasi bariatrik, namun otoritas kesehatan setempat kehabisan uang dan mengurangi pemberian intervensi ini. (Oleh karena itu), orang-orang terus menjadi lebih gemuk untuk bisa menjalani operasi," jelas Tam Fry, ketua Forum Obesitas Nasional.

Kalau tidak dioperasi, lalu apa alternatif lain?

Weight loss balloon placement: A deflated intragastric balloon is inserted into the patient’s stomach, and removed after six months. Photo credit: FDA
Weight loss balloon placement: A deflated intragastric balloon is inserted into the patient’s stomach, and removed after six months. Photo credit: FDA

Bulan lalu, perusahaan perangkat medis terkemuka (terutama untuk prosedur bariatrik dan gastrointestinal), Appollo Endosurgery secara resmi meluncurkan balon lambung, Orbera di luar AS pada tahun 2004, mengumumkan tinjauan global terbesar mengenai  balon intragastrik di ObesityWeek 2017 dengan judul "Konsensus Balon Intragastrik Brazil pada lebih dari 40.000 kasus", presentasi tersebut menampilkan hasil pertemuan konsensus yang diadakan di Sao Paulo, Brazil pada bulan Juni 2016 – menampilkan 39 endoskopi hingga 17 tahun pengalaman memberikan terapi balon intragastrik kepada pasien. Metodenya dengan mengumpulkan data retrospektif balon intragastrik di lebih dari 40.000 kasus.

Menurut Dr Manoel Galvao Neto, selaku penulis utama studi ini dan Profesor Klinik Associate Surgery di Florida International University dan Koordinator Laboratorium Motilitas Esofageal di Rumah Sakit Estadual Mario Covas di Sao Paulo, Brazil, "Mayoritas menggunakan Orbera dan kesimpulan kami adalah bahwa balon intragastrik seperti Orbera menghasilkan penurunan berat badan yang sangat memuaskan dan memiliki efek tidak diinginkan yang rendah."


Ada lagi pilihan non-bedah lain untuk membantu orang gemuk dalam mengatasi kelebihan berat badan, yaitu dengan perangkat balon revolusioner yang dapat ditelan, hasil produksi Down Under.

"Ini adalah perangkat penurun berat badan non-operatif pertama di dunia yang dirancang agar dapat ditelan dan permanen," ujar ahli bedah penurunan berat badan veteran Perth, Dr Tony Kierath, yang bergabung dengan  anaknya, Tom, seorang insinyur dan ahli kimia, untuk mengembangkan balon IG.

Menurut Dr Kierath, balon IG "akan menetap dalam lambung secara permanen ... itulah yang membuatnya berbeda dari sejumlah perangkat yang saat ini beredar di pasaran" – beliau menegaskan bahwa penemuan baru ini akan memberi lebih banyak pilihan kepada pasien dan memiliki kemungkinan sukses lebih tinggi dalam menurunkan berat badan.

Setelah pasien menelan balon, busa internal akan bereaksi dengan panas tubuh dan mengembang di dalam  perut, kemudian merangsang eksresi lapisan perut dan memperlambat pencernaan sehingga pasien merasa kenyang lebih lama.


Klaim dugaan sebelumnya yang menghubungkan kematian pasien dengan penggunaan balon lambung

Meskipun metode menggunakan balon lambung tidak terlalu invansif, namun Food and Drug Administration (FDA) AS telah melaporkan lima kasus kematian yang diduga terkait dengan penggunaan balon silikon intragastrik, empat di antaranya menggunakan Orbera. Meski penyebab kematian belum ditentukan, FDA telah mengeluarkan surat untuk memperingatkan penyedia layanan kesehatan mengenai potensi risiko tersebut.

Pada semua jenis operasi yang berbeda, sangat penting untuk memastikan pasien diberi tahu tentang potensi risiko sebelum melakukan prosedur ini, kata Dr Christopher Gostout, petugas medis utama Endoskopi Apollo.

"Setiap pasien harus dievaluasi dengan tepat sebelum diputuskan untuk menempatkan balon, terutama potensi risiko anestesi dan prosedur endoskopi," Dr. Gostout menekankan. MIMS

Bacaan lain:
IMT tinggi berhubungan dengan masalah kardiovaskular – termasuk pada remaja!
Orang overweight memiliki otak "10 tahun lebih tua" daripada orang normal
Kurus tapi gemuk: Orang Asia memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan akibat obesitas meskipun memiliki angka IMT lebih rendah

Sumber:
http://www.who.int/mediacentre/news/releases/2017/increase-childhood-obesity/en/
http://www.express.co.uk/life-style/health/875640/nhs-crisis-obese-patients-gastric-surgery-obesity-cancer-diabete-stroke-heart-diseases
http://www.theaustralian.com.au/news/nation/father-and-son-invent-a-new-way-to-help-the-obese-lose-weight/news-story/edbf149db8ea0deda7d24f18b4ee894a
http://www.straitstimes.com/lifestyle/losing-to-gain-new-lease-of-life
http://www.businesswire.com/news/home/20171030005235/en/Apollo-Endosurgery-Announces-Presentation-Brazilian-Intragastric-Balloon
https://www.fda.gov/MedicalDevices/ProductsandMedicalProcedures/DeviceApprovalsandClearances/Recently-ApprovedDevices/ucm457416.htm