Secara tradisional, investor menghabiskan beberapa bulan untuk memeriksa data dan literatur saintifik dan mewawancarai tim pemberi biaya sebelum memutuskan untuk mendukung sebuah perusahaan baru atau tidak. Perusahaan Correlation di San Diego, Amerika, menggunakan algoritma untuk menyelesaikan masalah ini.

Setiap elemen di perusahaan seperti riwayat kerja CEO, validitas saintifik mengenai ide dan rekam jejak investornya, diberikan nilai numerikal. Data ini kemudian dimasukkan ke algoritma dan komputer memberikan saran apakah perusahaan perlu memberikan investasi atau tidak, dalam periode waktu kurang dari dua minggu.

"Seperti menghitung kartu dalam permainan," kata David Coats, co-founder Correlation. "Anda mungkin kalah, tetapi jika Anda memiliki cukup kartu di tangan Anda, Anda pasti menang. Keberhasilan akan berada di tangan Anda."

Tetapi bisakah Anda memutuskan keberhasilan atau kegagalan dengan cara demikian?

Mengapa pemilik perusahaan sangat percaya diri?

Algoritma ini didasarkan pada riwayat perusahaan. Bisnis, yang sudah berjalan sejak 2012, membentuk database lebih dari 80.000 kerjasama sejak tahun 1997. Semua aspek dari persetujuan ini juga dikonversi ke angka numerikal. Dengan gabungan dua hal ini, mereka menciptakan pola, yang menunjukkan kerja sama apa dan aspek apa yang akan bekerja dan yang mana yang tidak.

Dengan menggunakan informasi ini, algoritma memprediksi kerjasama apa yang akan berhasil dan mana yang tidak. Namun tetap saja akan berdasarkan pada direktur perusahaan, dimana saran komputer akan digunakan untuk mengambil keputusan investasi meskipun mereka tidak akan menginvestasikan dalam bisnis yang tidak direkomendasikan komputer.

Hanya 10% investi potensial berhasil melalui tes ini. Beberapa perusahaan yang sudah mereka investasikan meliputi pengembang obat yang mencari obat terapi kanker, perusahaan IT berharap bisa membuat rujukan dokter menjadi lebih efisien dan perusahaan baru bisa menciptakan alat yang bisa memeriksa fibroid uterin dan meringankan perdarahan menstruasi.

Pelayanan kesehatan di tangan investor

Apa yang diidentifikasi investor bisnis bisa jadi tidak cocok dengan kepentingan kesehatan dan kemungkinan hal ini karena investor mengharapkan pengembalian tertinggi untuk apa yang dibutuhkan industri kesehatan. Jika terbukti sama, maka kemungkinan hasilnya akan serupa dengan beberapa penemuan survey yang menunjukkan bahwa 85% investor menganggap kesehatan masyarakat 'bukan sesuatu yang penting'.

Hal ini diuraikan dalam kasus Perusahaan Correlation karena tidak satupun dari pengambil kesimpulan yang melihat potensi investasi sehingga tidak ada tarikan moral atau emosi untuk mengambilnya. Meskipun benar ada bisnis kesehatan yang pernah berhasil, namun belum tentu di masa depan, memiliki data selama 20 tahun berarti algoritma ini bisa memperhitungkan naik turunnya investasi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan perusahaan. Selain itu, perusahaan hanya menginvestasikan uangnya ke perusahaan baru yang sudah mendapat pembiayaan dari investor lain.

Tetapi kondisi ini menyulitkan karena bukan hanya keuntungan finansial yang memengaruhi pengambilan keputusan. Investor juga memeriksa sejumlah peraturan dalam area ini. Ide dengan sedikit batsan peraturan cenderung akan diterima kemudian juga bisnis yang sudah memiliki angka investasi tinggi dan teknologi serupa yang sudah diimplementasikan dan dipasarkan, sehingga teknologi baru sulit mendapat investasi.

Investor juga bisa dipengaruhi oleh jenis teknologi yang tersedia ke pasien, dokter dan sistem kesehatan dengan menunjukkan penghambat seperti penelitian klinis dan persetujuan pemerintah dan hal ini bisa memengaruhi proses desain, bahkan hingga mengubah penggunaan utama teknologi.

Apakah algoritma benar-benar bekerja?

Karena perusahaan Ventures sulit memahami apakah metodologinya benar-benar bekerja tetapi dipercaya metode ini lebih maju dibandingkan bisnis lain. Selain itu, metode ini juga menyajikan beberapa terobosan saintifik signifikan lain.

Mereka memberikan investasi di Flex Pharma untuk memproduksi obat yang mencegah kram otot tetapi gagal dalam pengujian klinis pertamanya. Mereka juga memberikan investasi ke Mirna Therapeutics untuk obat kanker tetapi gagal karena banyaknya dan keparahan efek samping. Mereka juga pernah memberikan investasi ke Aldea Pharmaceuticals, namun juga gagal karena rencana bisnis untuk intoksikasi alkohol tidak memberikan efek.

Meskipun ada beberapa kegagalan ini, namun beragamnya investasi Perusahaan Correlation menciptakan harapan untuk investasi kesehatan dimasa depan; dari biofarmasetika yang memberikan target ke jalur metabolik oksigen untuk mengontrol jaringan payudara yang mengembang setelah mastectomy. MIMS

Bacaan lain:
Memanfaatkan teknologi untuk terapi depresi
5 teknologi yang bisa digunakan di rumah sakit
Teknologi baru pengubah DNA berhasil dikembangkan oleh peneliti di Singapura

Sumber:
https://www.statnews.com/2017/07/12/biotech-investment-venture/ 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4975839/ 
http://correlationvc.com/portfolio/healthcare