Diperkirakan satu diantara dua juta populasi dunia meninggal setiap tahun karena tidak memiliki akses terhadap alat pacu jantung. Menurut World Health Organisation (WHO), lebih dari tiga per empat kematian akibat penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease/CVD) terjadi di negara berpendapatan menengah ke bawah. Keadaan ekonomi dan finansial negara-negara ini dapat menghambat akses pasien terhadap peralatan kardiovaskular terbaru. 

Pemakaian ulang alat pacu jantung

Sebuah studi yang dibawakan pada Kongres Kardiologi Meksiko ke-30 di Guadalajara, menunjukkan bahwa dokter-dokter di Meksiko memakai ulang alat pacu jantung hasil donasi setelah disterilisasi. Penemuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pasien yang belum mampu membeli alat pacu jantung baru. “Tidak ada laporan mengenai jumlah pemasangan alat pacu jantung setiap tahunnya di Meksiko, tetapi di rumah sakit kami jumlah pemasangannya hampir mencapai 150 setiap tahun,” ucap dokter Carlos Gutiérrez, seorang dokter spesialis jantung di rumah sakit umum Meksiko. “Dr Eduardo Liceaga” di kota Meksiko, yang juga merupakan penggagas studi ini.

Keluarga dari pasien yang meninggal mendonasikan peralatan bekas tersebut ke Rumah Sakit Umum Meksiko agar dapat digunakan kembali. Perangkat ini memiliki masa pakai baterai minimal enam tahun. Mulai tahun 2011 sampai 2017 para ahli bedah memasang alat pacu jantung bekas pada pasien di rumah sakit, yang merupakan subjek untuk memastikan keamanan perangkat tersebut. 

Setelah memastikan alat pacu jantung tersebut berfungsi dengan baik, alat tersebut dicuci dengan sabun enzimatik. Kemudian disterilisasi selama 38 menit dan fungsi perangkat diperiksa ulang. Sebanyak 33 pasien dengan indikasi pemasangan alat pacu jantung yang tidak sanggup membeli alat pacu jantung baru ataupun mengganti baterai, dimasukkan ke dalam kriteria penelitian. Sebanyak 25 orang dari total 33 orang mendapat pemasangan alat pacu jantung bekas dan 8 lainnya yang telah memakai alat pacu jantung mendapat pengganti baterai bekas. Usia rata-rata pasien berkisar 72 tahun dan 52% diantaranya adalah wanita. 

Menggunakan kembali alat pacu jantung bisa digunakan sebagai alternatif
Menggunakan kembali alat pacu jantung bisa digunakan sebagai alternatif

Selama prosedur pemasangan, ada yang mengalami hematoma yang kemudian hilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan komplikasi; tidak ditemukan komplikasi lain selama periode enam bulan pemantauan. “Ini adalah penelitian kecil, tetapi melalui proses rumit yang terstandarisasi, alat pacu jantung dengan masa pakai baterai enam tahun dapat digunakan kembali secara aman. Hal ini dapat menjadi pilihan efektif bagi pasien yang belum sanggup membeli alat baru ataupun mengganti baterainya,” ucap Dr Gutiérrez.

Studi ini diperkuat oleh studi sebelumnya dimana 53 pasien jantung kurang mampu di India mendapat pemasangan alat pacu jantung yang didonasikan oleh rumah duka di Amerika. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di American Journal of Cardiology, tidak ditemukan komplikasi signifikan termasuk infeksi maupun kerusakan perangkat yang terjadi dari hari ke 19 sampai hari ke 1.827 pemantauan. 

Hal senada diungkapkan oleh Dr Erick Alexanderson, ketua Asosiasi Kardiologi Meksiko, hasil penelitian mendorong kemungkinan pemasangan alat pacu jantung sebagai terapi pada masyarakat Meksiko yang membutuhkan.”

Masalah etika dan legalitas di kemudian hari

Tingginya harga alat pacu jantung tentunya menjadi tantangan terberat bagi pasien di seluruh dunia. Tidak diragukan lagi, penemuan akan pemakaian ulang alat pacu jantung telah membuka kesempatan dan menjadi harapan bagi pasien kurang mampu terutama di negara-negara berkembang.

Meskipun pemakaian ulang alat pacu jantung tampak menjanjikan, namun bagi dokter dan pasien, hal ini masih terdengar asing khususnya dalam ruang lingkup dunia medis.

Asas legalitas dan etika menjadi masalah yang perlu dipertimbangkan dan diselesaikan, dimana setiap negara memiliki aturan yang berbeda mengenai perangkat sekali–pakai. Sebagai tambahan, kerangka hukum yang komprehensif dan protokol standar yang diakui dalam keseluruhan proses percobaan, sterilisasi dan pemakaian ulang alat pacu jantung bekas diperlukan sebelum diterapkan oleh seluruh institusi kesehatan. MIMS

Bacaan lain:

Golongan darah non-O memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan
Penyakit jantung dan stroke lebih banyak menyerang orang-orang yang kesepian dan terisolasi
Ritme sirkadian membuat operasi saat jam makan siang cenderung lebih baik untuk pasien penyakit jantung

Sumber:
https://www.escardio.org/The-ESC/Press-Office/Press-releases/mexican-doctors-safely-reuse-donated-pacemakers-after-sterilisation#
http://www.ajconline.org/article/S0002-9149(11)02752-4/abstract
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs317/en/
http://heartasia.bmj.com/content/9/1/34
https://www.wjgnet.com/1949-8462/full/v9/i4/296.htm