Beberapa dekade yang lalu, cepat menyesuaikan dengan keadaan intraoperatif merupakan ciri dokter bedah yang baik. Dengan kata lain, sanggup melakukan operasi dalam kondisi 'buta' tanpa mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh.

"Dulu itu merupakan ciri dokter bedah yang baik," tutur Dr Ricardo Quintos II, seorang ahli prosedur medis dengan panduan pencitraan di Filipina.

Namun seiring dengan semakin banyaknya kemajuan teknologi, tahap pemeriksaan medis sekarang sudah banyak mengalami perubahan. "Menurut saya, dokter bedah yang baik adalah seseorang yang masuk ke ruang operasi dengan mata terbuka lebar," tutur Dr Quintos dalam wawancara eksklusif dengan MIMS. Dokter bedah yang lebih kompeten seharusnya sudah mengetahui apa yang akan terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi hal tersebut.

Hal ini dikarenakan adanya teknologi yang membuat dokter bedah mampu memperoleh bayangan tentang apa yang akan terjadi sebelum dan sesudah prosedur. 

Persiapan yang lebih baik

Dr Quintos menekankan bahwa salah satu alasan untuk menggunakan teknik pengambilan gambar dalam prosedur medis (imaging-guided procedures) adalah agar dokter bedah dapat lebih siap sehingga dapat mencegah atau meminimalkan komplikasi. Semakin siap, semakin sedikit komplikasi. 

"Komplikasi akan menjadi lebih jarang terjadi," tutur pendiri National Kidney and Transplant Institute’s iVASC tersebut. Beliau menyatakan bahwa berbagai penelitian telah membuktikan fakta ini. “Jika Anda akan melakukannya, siapkan terlebih dahulu.....periksa dahulu, sehingga operasi bisa berjalan baik.”

Beliau juga menambahkan bahwa pelatihan bedah sekarang ini banyak menggunakan simulasi, dengan beberapa rumah sakit juga memiliki alat yang dapat membuat pasien virtual. "Anda dapat merencanakan operasi sebelum prosedur sesungguhnya sehingga ketika saat melakukannya, Anda sudah mengetahui apa yang dapat terjadi dan apa yang akan dilakukan. Anda menjadi lebih siap."

Terlebih lagi, ketika dokter bedah dapat melakukan persiapan terlebih dahulu, biasanya mereka akan memberikan outcome yang lebih baik.

"Kami sudah membuktikan hal tersebut. Data yang kami miliki menunjukkan hasil akhir yang lebih baik. Komplikasi lebih sedikit, angka kematian lebih sedikit, biaya juga lebih berkurang," tutur ahli bedah vaskular ternama tersebut.

Keamanan pasien

Sejak mempelajari bagaimana menggunakan ultrasound sebagai panduan saat melakukan prosedur medis, Dr Quintos bersumpah untuk tidak akan pernah kembali melakukan operasi dalam keadaan buta. Dahulu kala, ini merupakan satu-satunya cara sebab tidak ada peralatan berteknologi tinggi seperti sekarang.

Keamanan merupakan argumen kedua mengapa operasi dengan panduan pencitraan merupakan pilihan yang lebih baik. Dr Quintos mengatakan bahwa prosedur ini sekarang telah menjadi standar pelayanan di berbagai negara di dunia.

Walaupun demikian, masih banyak rumah sakit yang masih ragu untuk menerapkan prosedur ultrasound sebagai panduan saat prosedur medis mengingat biayanya yang tinggi. Dr Quintos mengatakan bahwa hal tersebut perlu diperjuangkan demi keamanan pasien. "Itu perlu menjadi kewajiban."

Dr. Ricardo Quintos II: We are experiencing a renaissance in surgery.
Dr. Ricardo Quintos II: We are experiencing a renaissance in surgery.

Melakukan operasi dalam keadaan buta mungkin dulu diperbolehkan karena tidak ada pilihan lain. Namun sekarang terdapat teknologi yang dapat memandu praktisi medis melakukan prosedur dengan aman.

Dr Quintos mengatakan bahwa melakukan operasi dalam keadaan buta merupakan hal yang sangat berbahaya. Beliau tidak akan pernah kembali menggunakan metode tersebut jika ada cara lain untuk memperoleh bayangan tentang apa yang harus dilakukan untuk memastikan keamanan pasien.

Untuk institusi medis yang masih ragu menerapkan teknologi ini, Dr Quintos mengatakan: "Jika Anda tidak membuat kebijakan dengan ultrasound, maka institusi Anda tidak aman. Ini adalah argumennya."

Beliau juga menambahkan bagi para dokter bedah yang telah bergabung dengan institusi pelayanan medis dan masih belum menggunakan panduan pencitraan dalam prosedur, hal ini merupakan tugas mereka untuk meyakinkan bagian administrasi rumah sakit dan institusi tersebut secara keseluruhan untuk membuat prosedur tersebut menjadi sebuah kewajiban, demi keamanan pasien. Selain itu, salah satu bagian dari kemampuan advokasi dokter perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi lingkungan sekitar mereka melalui kemampuan praktik dan pengetahuan.

Tidak mengandalkan mata lain

Argumen ketiga mengenai penggunaan panduan pencitraan dalam prosedur adalah bertambahnya kemampuan dalam bidang radiologi sehingga tidak perlu menggunakan jasa orang lain untuk melakukan prosedur scan ultrasound. Terdapat dua keuntungan mengenai hal ini. Sebagai seorang klinisi, Anda tahu apa yang harus dicari dan Anda tidak perlu membaca serangkaian kata-kata dan membayangkan apa yang dilihat dokter radiologi.

Walaupun sonografi selalu tergantung pada operator yang beroperasi sehingga terdapat subjektivitas hingga batas tertentu, Dr Quintos mengatakan bahwa subjektivitas ini dapat disingkirkan apabila prosedur ultrasound dilakukan oleh dokter bedah itu sendiri sehingga ia dapat melihat lebih baik.

Beliau juga menjelaskan bahwa komplikasi biasanya muncul akibat adanya suatu keraguan. Jika dokter bedah menggunakan ultrasound sebelum dan sesudah prosedur, keraguan tersebut dapat dihilangkan karena ia mampu memperoleh penglihatan mengenai area yang akan dioperasi.

Dokter bedah vaskular tersebut mengatakan bahwa saat ini mereka sedang berada dalam fase perubahan. Orang-orang yang masih menganut paham tradisional harus segera menganut metode ini jika mereka tidak ingin tertinggal. MIMS

Bacaan lain:
Dokter bedah yang kasar cenderung menyebabkan komplikasi saat operasi
5 fakta menarik operasi bedah sebelum anestesi mulai digunakan
Mendengarkan musik selama operasi bedah - membuat rileks atau mengganggu?