Otak merupakan satu dari organ paling vital dalam tubuh manusia. Meskipun demikian, tampaknya kita belum sepenuhnya memahami fungsi otak – dalam hal pengetahuan dan pemahaman manusia mengenai bagaimana otak berfungsi; dan fakta sebenarnya yang masih tenggelam di dalamnya.

Meskipun ilmu pengetahuan sudah banyak berusaha mendalami fungsi otak manusia dari sudut pandang anatomi – namun, pemahaman mengenai bagaimana setiap bagian otak berfungsi dan berkomunikasi dengan satu sama lain masih belum sepenuhnya dipahami; termasuk mengenai bagaimana otak kita beraktivitas. Selain itu, penelitian dan penemuan baru terus bermunculan, yang bisa membantu menjelaskan misteri ini. Berikut tiga penemuan baru mengenai aktivitas otak.

Wanita memiliki aktivitas otak lebih besar daripada pria

Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer's Disease, wanita ditemukan memiliki aktivitas otak lebih tinggi dibandingkan pria. Penelitian ini memeriksa berbagai daerah di otak pada lebih dari 26.000 orang dewasa, dengan bantuan teknik neuroimaging fungsional. Diketahui bahwa wanita memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi; khususnya yang berhubungan dengan kontrol implus saraf, rasa gelisah dan suasana hati.

Menurut Dr Amen, seorang pemimpin peneliti, perbedaan jenis kelamin pada aktivitas otak bisa menjadi faktor yang melatar belakangi jumlah gangguan kognisi pada pria dan wanita. "Ini merupakan penelitian yang penting untuk lebih memahami perbedaan otak berdasarkan jenis kelamin. Perbedaan yang bisa dikuantifikasi ini penting untuk lebih memahami risiko gangguan otak berdasarkan jenis kelamin; seperti penyakit Alzheimer," jelas Dr Amen.

Mudahnya, wanita memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi mengalami depresi dan dua per tiga pasien Alzheimer di Amerika Serikat adalah wanita. Sementara itu, pria lebih banyak mengalami gangguan perkembangan seperti autisme dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Selain implikasi medis, tim peneliti juga menemukan perbedaan aktivitas otak sebagai faktor penyebab wanita memiliki tingkat empati dan kontrol diri lebih tinggi.

Belajar saat tidur

Tidur merupakan suatu kebutuhan untuk beristirahat – juga penting untuk mempromosikan kegiatan belajar dan memroses informasi, menurut penemuan terbaru dari tim peneliti Perancis. Dipimpin oleh ahli psikologis tidur, Thomas Andrillon, tim peneliti mempelajari kemampuan otak manusia untuk menyadari dan mengingat rekaman audio, dalam kondisi tidur rapid eye movement (REM) dibandingkan dengan tidur non-REM. Pada semua partisipan penelitian, mereka menemukan adanya kemampuan lebih baik untuk mengidentifikasi rekaman audio saat kondisi REM, dibandingkan non-REM. Penemuan ini kemudian menggaris bawahi pentingnya dan manfaat tidur nyenyak.

Selain itu, belajar bukan satu-satunya tugas penting yang bisa dilakukan saat kita tidur. "Bukan hanya menunjukkan bahwa belajar bisa dilakukan – tetapi, kebalikannya juga bisa terjadi," tambah Andrillon. "Salah satu peran inti tidur adalah untuk menekan ingatan; sehingga jika Anda bisa menyimpan beberapa ingatan tertentu hingga tingkat yang masuk akal," jelasnya. Pemahaman baru tentang aktivitas otak ini mungkin tidak cukup. Namun, tim peneliti sedang berusaha untuk memberikan pengetahuan yang lebih sulit – seperti bahasa dan matematika saat manusia tidur.

Beberapa game video menghalangi aktivitas otak

Game video merupakan satu dari hal terbesar dan paling berpengaruh di abad ke-21 – khususnya diikuti dengan banyaknya penyebaran telepon genggam dan game. Untuk mempromosikan aktivitas otak, dua peneliti dari Montreal sekarang sudah bisa mempublikasikan penemuan baru dalam jurnal, Molecular Psychiatry, yang menunjukkan bahwa tidak semua game video memiliki efek positif ke otak.

Dengan mempelajari otak dari 100 dewasa sebelum dan setelah bermain video game, peneliti berhasil menemukan adanya penurunan jumlah grey matter dalam daerah hippocampus otak – setelah memainkan game video pertama; seperti Call of Duty, Killzone, Medal of Honor dan Borderlands 2. Hippocampus merupakan bagian penting otak yang bertanggung jawab untuk konsolidasi memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang. Gangguan kognitif yang memengaruhi ingatan seseorang seperti penyakit Alzheimer, depresi, schizoprenia dan PTSD memiliki hubungan dengan hilangnya bagian hippocampus.

Selain itu, penemuan ini tidak bisa disamaratakan pada semua game video. Game puzzle (misalnya Super Mario) mengindikasikan peningkatan jumlah grey matter dalam hippocampus. Dengan demikian, peneliti berharap bisa memperingati konsumen bahwa tidak semua video game memberikan hasil yang sama pada aktivitas otak; khususnya bagi anak-anak, remaja dan dewasa lain yang merupakan penderita masalah kognisi otak.

"Video game ditunjukkan memiliki manfaat untuk beberapa sistem kognisi dalam otak, terutama yang berhubungan dengan atensi visual dan memori jangka pendek. Tetapi juga ada bukti penelitian yang mungkin menjadi efek sampingnya, dalam pengaruhnya pada hippocampus," catat peneliti, Greg West. Tim berharap penemuan dari penelitian mereka akan mendorong pengembang game untuk menciptakan game yang menciptakan keseimbangan lebih baik untuk membantu mempromosikan aktivitas otak. MIMS

Bacaan lain:

5 penemuan terbaru dari penelitian mengenai otak
Langka namun mematikan: Amoeba pemakan otak
Hipotalamus, bagian kecil di otak yang mengontrol proses penuaan

Sumber:
http://www.medicalnewstoday.com/articles/318864.php
https://qz.com/1049310/is-learning-in-your-sleep-possible/
http://globalnews.ca/news/3654662/turns-out-action-video-games-really-can-harm-your-brain-says-montreal-study/
http://montreal.ctvnews.ca/grand-theft-brainpower-montreal-study-ties-video-games-to-reduced-grey-matter-1.3536874
http://www.nature.com/mp/journal/vaop/ncurrent/full/mp2017155a.html