Dulu penyebab kematian terbesar di Afrika adalah HIV/AIDS, namun sekarang sudah tidak lagi. Infeksi saluran napas bagian bawah sekarang menjadi penyebab kematian terbesar di daerah ini, menurut data dari World Health Organization (WHO).

Kematian disebabkan HIV/AIDS masih signifikan, atau di angka 760.000 di tahun 2015. Tetapi Africa Check, organisasi yang memeriksa fakta di Afrika, menemukan bahwa infeksi saluran napas bagian bawah menyebabkan jutaan kematian di tahun yang sama.

Pneumonia dan bronkitis, disebabkan bakteri dan virus, masuk dalam kategori infeksi paru ini.

Pembunuh ketiganya adalah penyakit diare dengan jumlah kasus 643.000, sedangkan stroke memiliki jumlah kasus 451.000 dan penyakit jantung iskemi juga masih berada dalam lima teratas dengan 441.000 kematian.

Dalam laporannya, Africa Check mencatat dasar WHO menjadi estimasi mereka berdasarkan informasi nasional yang tersedia mengenai kematian berdasarkan tempat, waktu dan penyebab dan data ini merefleksikan statistik di tahun 2015.

Penting untuk mencatat bahwa lima penyebab kematian tertinggi menunjukkan penyebab morbiditas tertinggi di negara tersebut. Tren ini, tambah laporan, akan terus ada karena negara-negara di Afrika sekarang sedang mengalami urbanisasi tinggi dan akses yang lebih baik ke praktek kesehatan.

Di tahun 2010, setidaknya ada jutaan kematian di Afrika yang disebabkan oleh HIV. Africa Check mencatat adanya penurunan sebesar 24% terhadap perhatian khusus kepada diagnosis dan terapi. Selain itu, ada juga peningkatan untuk mengedukasi warga Afrika mengenai sinfrom defisiensi imun dan virus yang bisa menyebabkan penyakit.

Yang mengkhawatirkan adalah bahwa penderita HIV pada umumnya berisiko akan penyakit tuberkulosis dan bisa menyebabkan semakin tingginya angka kematian disebabkan infeksi pernapasan.

Selain itu, pneumonia, merupakan masalah signifikan di negara ini, dan bertanggung jawab atas 16% kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Diare, di sisi lain, terjadi karena beberapa faktor, selain malnutrisi. Ini merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada anak-anak di bawah usia lima tahun di negara ini.

Organisasi ini sudah memperingati akan kejadian peningkatan kematian akibat kejadian stroke – dari 4,4% di tahun 2010 (725.000) menjadi 4,9% atau 751.000 di tahun 2015. Ada juga sedikit peningkatan angka kematian disebabkan penyakit jantugn iskemi dari 389.785 di tahun 2010 (4,2%) menjadi 441.000 di tahun 2015 (4,8%).

Africa Check juga mencatat tuberkulosis menyebabkan 456.000 kematian, malaria dengan angka 403.000 kematian, komplikasi akibat kematian sebelum waktunya dengan 344.000 kematian, asphyxia dengan 321.000 dan kecelakaan berkendara dengan 269.000 sebagai penyebab utama mortalitas lain di Afrika. MIMS

Bacaan lain:
Penelitian menunjukkan bahwa pernikahan bisa melindungi pasien dari risiko serangan jantung
5.000 kasus kolera baru dalam satu hari di Yaman; jumlah kasus mencapai angka 500.000 – WHO
Tingkat sosioekonomi bisa memprediksi efektivitas diet Mediterrania

Sumber:
https://africacheck.org/factsheets/factsheet-africas-leading-causes-death