Angka morbiditas dan mortalitas kesehatan manusia sudah semakin meningkat seiring dengan kemunculan berbagai evolusi dan terobosan dunia medis. Ekspektasi usia juga meningkat sebesar 119%  dari usia 32 tahun pada awal tahun 1800an menjadi 70 tahun ditahun 2012.

Kemajuan besar ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen kesehatan di seluruh dunia.

Berikut beberapa penyakit yang hampir punah di dunia.

Smallpox (Variola)

Korban terakhir infeksi variola adalah Pharaoh Ramses V.Pada tahun 1980, organisasi kesehatan dunia (World Health Organisation/WHO) mengumumkan bahwa variola telah berhasil diberantas. Keberhasilan ini bukan hanya berasal dari usaha keras para ahli kesehatan dan relawan – melainkan juga karena sifat dari penyakit itu sendiri.

Penyakit ini menyebabkan ruam di sekujur tubuh penderita dan masa inkubasi variola relatif singkat. Oleh karena itu, deteksi dan penanganan dapat dilakukan secara dini. Sampai sekarang, variola menjadi satu-satunya penyakit yang tidak perlu divaksinasi.

Poliomyelitis

Sebesar 80% anak di dunia menerima imunisasi vaksin polio. Pada kasus berat, polio dapat menyebabkan paralisis permanen; dan 5 dari 10 penderita paralisis mengalami kematian saat virus menyerang sistem pernafasan dan paru-paru mereka.

Selama bertahun-tahun, angka kejadian kasus polio telah berhasil diturunkan dari 350.000 kasus di tahun 1988 menjadi 37 kasus pada tahun 2016. Kesuksesan menurunkan penyakit yang sangat berbahaya ini berhasil mencapai angka 99% berkat program vaksinisasi polio di seluruh dunia.

Hingga saat ini, hanya tersisa tiga negara yang masih terjangkit virus polio, terdiri dari Nigeria, Pakistan, dan Afganistan.

Malaria

Upaya awal memberantas malaria secara global dilakukan oleh WHO pada tahun 1955, melalui program Eradikasi Malaria Global (The Global Malaria Programme). Namun, program ini dihentikan pada tahun 1970 – karena dianggap kurang efektif.

Seiring berjalannya waktu, muncul banyak terobosan yang membantu menurunkan angka mortalitas sebesar 438.000 jiwa pada tahun 2015 dari 839.700 kematian pada tahun 2000.

Perang terhadap malaria menjadi tantangan besar setelah muncul nyamuk yang resisten terhadap insektisida dan virus yang resisten terhadap pengobatan malaria. Pada tahun 2015, biaya yang telah dihabiskan dunia untuk eradikasi malaria adalah berkisar 2.9 milyar dollar.

Batuk rejan

Sebutan batuk rejan berasal dari suara “melengking” yang dihasilkan selama batuk – salah satu gejala utama pertussis. Diperkirakan lebih dari 1,3 milyar kematian terjadi akibat batuk rejan di seluruh dunia dan penyebabnya adalah karena tidak mendapat vaksinasi.

Batuk rejan atau pertussis dianggap sebagai penyakit yang umum menyerang anak-anak di seluruh dunia sebelum vaksin pertussis diperkenalkan. Tujuan utama pemberian vaksin adalah menurunkan risiko pertussis berat pada penderita.

Tuberkulosis

Pada tahun 2014, WHO mengumumkan strategi baru untuk menghapuskan epidemi tuberkulosis di tahun 2035. Sasaran yang ingin dicapai adalah tidak ada lagi kematian akibat TB.

Antara tahun 2000 dan 2015, diperkirakan 49 milyar jiwa berhasil diselamatkan setelah  diagnosis dan terapi yang efektif. Mengutip dr. Margaret Chan, mantan direktur jenderal WHO, "Momentum mengakhiri TB telah mencapai tingkat politik tertinggi".

Gondong (mumps)

Sebelum tahun 1960, saat vaksin gondong belum tersebar luas, kasus kejadian penyakit ini berkisar antara 100 sampai 1000 kasus dalam 100.000 populasi, dengan interval epidemi setiap dua sampai lima tahun. Saat ini, meskipun angka kejadiannya jarang, tetapi kadang-kadang gondong masih dapat ditemukan.

Vaksin gondong seringkali dikombinasikan dalam vaksin MMR (measles-mumps-rubella). Sampai saat ini, gondong tidak menjadi prioritas utama WHO, karena penyakit yang menjadi perhatian utama adalah campak dan rubella.

Rubella

Rubella merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri – kecuali sindrom rubella kongenital (congenital rubella syndrome/CRS) yang menyebabkan kecacatan pada 90% janin dan dapat menyebabkan keguguran pada wanita hamil yang terinfeksi. 

Pada bulan Februari 2014, rubella dinyatakan telah dieradikasi di negara-negara bagian Amerika seperti Kanada, Kuba, Amerika Serikat, Amerika Tengah dan Selatan. Namun, diperkirakan sebanyak 120.000 anak di seluruh dunia lahir dengan cacat kongenital akibat rubella meskipun pencegahannya telah diupayakan. Sindrom rubella kongenital juga merupakan penyebab utama cacat bawaan yang dapat dicegah.

Campak (measles)

Campak adalah penyakit yang sangat menular. Sebelum vaksinasi ditemukan, 90% anak-anak mengalami penyakit ini sebelum usia 15 tahun.

Namun di tahun 2015 saja, diperkirakan terjadi 367 kematian dalam sehari akibat penyakit ini. Kendatipun demikian, kasus campak telah menurun sebesar 75% sejak tahun 2000 dan campak telah berhasil diberantas di hampir seluruh negara.

WHO juga telah mengeluarkan rencana terapi vaksin global yang menargetkan eradikasi campak dan rubella di tahun 2020 setidaknya di lima wilayah WHO.

Dracunculiasis

Penyakit cacing Guinea atau dracunculiasis tidak mematikan. Pada tahun 1986, terdapat lebih dari 3,5 milyar kasus yang dilaporkan, dan setelah upaya keras yang dilakukan, angka kejadian kasus menurun menjadi 126 kasus. Seperti yang sudah diketahui, penyakit endemik ini hanya ditemukan di empat negara bagian Afrika.

Kesimpulan

Walaupun hampir semua penyakit yang telah disebutkan diatas dapat disebut terkontrol, namun kemunculan wabah dapat memengaruhi usaha yang telah dilakukan. Apalagi, terdapat kekhawatiran timbulnya resistensi bakteri maupun virus terhadap vaksin. Sehingga, pengawasan ketat sangat diutamakan agar masalah yang timbul cepat ditanggulangi. MIMS

Bacaan lain:
101 Etimologi: Asal mula penamaan setiap penyakit
3 penyakit paling misterius di dunia
Misteri medis: Penyakit langka yang membingungkan para dokter

Sumber:
https://ourworldindata.org/eradication-of-diseases/
https://www.historyofvaccines.org/content/articles/disease-eradication
http://www.pbs.org/newshour/updates/diseases-thought-eradicated-reappear-u-s/
https://www.unicef.org/pon96/hevaccin.htm
http://www.businessinsider.my/diseases-that-are-almost-eradicated-2015-5/3/#hRqRQsuGpjjoiaVx.97
http://www.businessinsider.my/diseases-that-are-almost-eradicated-2015-5/4/#01MERJD8Ob57BdCe.97
http://www.businessinsider.my/diseases-that-are-almost-eradicated-2015-5/5/#qTWlZfxmgHytahQq.97
http://www.businessinsider.my/diseases-that-are-almost-eradicated-2015-5/6/#8Z7hHfCfQd5926xI.97
http://www.businessinsider.my/diseases-that-are-almost-eradicated-2015-5/9/#UJrFhOwLfg1B5jEc.97http://www.iflscience.com/health-and-medicine/were-close-achieving-second-ever-global-eradication-human-disease/http://globalwa.org/issues/2016-2/control-eliminate-eradicate-global-efforts-to-wipe-out-disease/
https://pubheal.wordpress.com/2017/04/08/data-series-3-global-life-expectancy-increased-by-119-in-200-years/
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs114/en/
http://www.who.int/immunization/wer8207mumps_Feb07_position_paper.pdf?ua=1
http://www.who.int/wer/2015/wer9035.pdf?ua=1