Semua mahasiswa kedokteran diminta untuk meghapal keseluruhan anatomi, fisiologi, biokimia dari tubuh manusia dan semua hal mengenai mikro-organisme berbeda dan faktor lain yang bisa menyebabkan penyakit pada tubuh dan kemudian mencari obat yang cocok untuk mengobatinya. Terdengar sulit? Namun, ini hanya permulaan. Ada juga tugas jaga saat dipanggil, kuliah, presentasi, diskusi kelompok dan ujian mematikan yang harus dihadapi oleh semua mahasiswa kedokteran karena tidak satupun yang ingin menjadi dokter yang buruk. Ilmu kesehatan merupakan ranah yang tidak memberikan tempat untuk kesalahan, termasuk tanggungjawab dokter untuk mendiagnosis dan merawat pasien sebisanya.

Situasi ini bisa menjadi tekanan bagi mahasiswa kedokteran karena mereka mulai merasa kewalahan dan stres dengan tanggung jawab baru mereka. Pada satu mahasiswa kedokteran dengan yang lainnya, berikut enam tips mengenai bagaimana cara mempelajari secara efektif mengenai bagaimana cara mengatur waktu sehingga menjadi lebih efisien.

1. Jangan mengambil jalan pintas

Ini mungkin merupakan tips yang paling penting karena mahasiswa belakangan ini seringkali menggunakan buku ringkasan dan tidak mau membaca buku besar. Ini merupakan ide yang buruk. Cobalah untuk menggunakan buku besar dan membaca setiap topiknya setiap hari. Hal ini lebih baik daripada membaca sepuluh topik dari buku ringkasan sebelum ujian. Jika setidaknya satu topik berhasil dibaca dan dipahami dalam satu hari, maka kemungkinan Anda tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk mengingat topik yang sama tersebut.

2. Buat catatan dan ilustrasi sendiri

Jadilah kreatif. Belilah banyak spidol warna-warni dan gunakan untuk menulis catatan. Dan jangan hanya menulis, tetapi gambarlah! Daripada hanya berusaha untuk mengingat gejala seperti "hidung berair", gambarlah pria lucu dengan hidung besar dan cairan yang terus keluar. Dengan ilustrasi, Anda tidak akan lupa gejalanya dan akan lebih mudah mengingat kembali jika diperlukan.

3. Jangan belajar tanpa henti

Terkadang tekanan ujian memaksa mahasiswa kedokteran untuk duduk selama berjam-jam dan terus membaca buku dan berusaha memahami terminologi medis. Ini merupakan ide yang sangat buruk dan tidak produktif. Menurut penelitian, manusia bisa belajar secara efektif selama hanya 25-30 menit setelah dimana pikiran mereka tersaturasi dan mereka membutuhkan istirahat. Maka penting untuk beristirahat dan mengistirahatkan otak selama sepuluh menit setiap 30 menit. Mainlah game atau berbicara dengan teman untuk menyegarkan diri Anda dan kemudian lanjutkan belajar saat otak Anda sudah cukup beristirahat.

4. Bangunlah lebih pagi

Mungkin tips ini tampak membosankan dan klise, namun tips ini sebenarnya sangat efektif. Otak kita secara alami lebih suka beroperasi selama pagi hari, sehingga mulailah hari Anda dengan sarapan sehat, berkalori tinggi, minumlah kopi dan buka buku Anda. Anda akan merasa kemampuan Anda akan menjadi lebih baik dan lebih cepat menangkap teori penting. Dengan demikian Anda memiliki waktu sore untuk beristirahat dan Anda bisa menggunakannya untuk beristirahat di rumah atau bergaul dengan teman-teman. Jika, sebaliknya, Anda menghabiskan waktu malam untuk belajar, Anda akan lebih sulit memahami konsep yang sama dan dibutuhkan lebih banyak usaha untuk dapat belajar teori yang sama.

5. Jangan bandingkan Anda dengan teman sekelas

Kemungkinan hal ini sulit dilakukan karena hampir semua orang cenderung membandingkan diri mereka dengan "kompetitor" mereka. Semua orang bekerja dengan kemampuannya sendiri dan maka dari itu, alangkah baiknya jika Anda bisa mencari kemampuan Anda sendiri. Meskipun penting untuk mencari saran atau tips belajar dari senior, namun ingatlah juga untuk tidak mengikuti jadwal yang sama dengan orang lain. Buatlah jadwal sendiri yang cocok dengan diri Anda.

6. Ikut serta dalam aktivitas ekstrakurikular

Hal terburuk yang bisa dilakukan oleh mahasiswa kedokteran adalah terlalu sibuk belajar dan tidak tertarik mencoba aktivitas lain di luar pelajaran. Cobalah daftarkan diri Anda untuk ikut serta dalam kegiatan kampus, datanglah ke konser dan bantulah kegiatan amal fakultas. Hal ini bukan hanya membuat Anda bisa beristirahat dari buku, tetapi juga bisa memberikan kesempatan untuk Anda berinteraksi dengan orang-orang di sekitar Anda dan mendiskusikan hal di luar masalah obat.

Mempelahari ilmu kesehatan, meskipun sulit, bisa jadi merupakan hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup Anda. Jurusan ini menyajikan tantangan, eksplorasi dan motivasi. Gunakan energi positif yang berasal dari menjadi mahasiswa kedokteran untuk mengubah diri Anda sendiri menjadi individu yang lebih baik, seseorang yang berprestasi dalam setiap aspek kehidupan. MIMS

Bacaan lain:

5 dokter dan mahasiswa kedokteran yang mengubah disabilitas menjadi sebuah kesempatan
Mengajarkan mahasiswa kedokteran tanpa kuliah
Utang mahasiswa fakultas kedokteran bisa berkontribusi kepada kelelahan fisik