Penderita diabetes memiliki risiko tinggi menderita penyakit jantung dan stroke, termasuk mereka yang berada dalam tahap pre-diabetes. Meskipun demikian, selalu ada cara untuk mencegah dan menunda onset diabetes tipe 2, dan salah satu caranya adalah untuk intervensi gaya hidup.

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Strait Times, Badan Promosi Kesehatan membagikan enam tips mengenai bagaimana cara menurunkan risiko menderita diabetes tipe 2 hingga 50%.

Makan sehat

Menu makanan orang Asia biasanya mengandung makanan berkarbohidrat, termasuk nasi putih, roti putih dan mie. Semuanya banyak dihubungkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Dengan demikian, menurunkan asupan atau mengganti makanan jenis ini merupakan hal yang sangat penting.

Anda bisa memilih biji-bijian yang kaya akan serat, vitamin, mineral, dan bahkan fitokimia. Mereka juga memiliki indeks glikemi rendah, yang baik dalam menurunkan kadar glukosa darah dan memberikan rasa kenyang dalam periode waktu yang lebih lama.

Selain itu, Anda juga perlu menurunkan makanan dan minuman manis.

Banyak berolahraga

Aktivitas fisik sangat berhubungan dengan penurunan risiko menderita diabetes tipe 2, menurut beberapa penelitian. Para ahli merekomendasikan 150 menit olahraga berintensitas sedang per minggu untuk mencegah peningkatan tekanan darah dan gula darah.

Bagi mereka yang tidak terlalu aktif, berjalan 7.500 hingga 10.000 langkah setiap hari ditunjukkan bisa menurunkan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah, membantu mengontrol kadar glukosa dan bahkan menurunkan risiko kematian hingga 19%.

Menurunkan berat badan

Turunkanlah berat badan Anda secara perlahan. Ambil target menurunkan sedikit berat badan Anda, sekitar 5 hingga 10% dari berat badan total, dan menjaga keseimbangan kalori dengan melakukan berbagai aktivitas fisik.

Juga akan sangat baik jika Anda bisa memperhatikan asupan kalori Anda untuk mencegah penambahan berat badan. Orang dewasa biasanya membutuhkan sekitar 2.000 kalori setiap harinya, jumlah yang berlebih berarti akan memperbesar ukuran pinggul atau lebih banyak lemak di bagian tubuh tertentu.

Berhenti merokok

Saat Anda merokok, pembuluh darah Anda akan menyempit. Hal ini akan membuat darah tidak bisa mengalir secara normal ke banyak organ, dan menghasilkan gangguan kesehatan serius.

Penggunaan tembakau juga bisa meningkatkan kadar gula darah dan kemudian memicu resistensi insulin, prekursor diabetes.

Menurunkan konsumsi alkohol Mengonsumsi makanan dan minuman beralkohol bisa memengaruhi pola makan dan kontrol gula darah seseorang. Peminum berat memiliki risiko diabetes yang tinggi karena bisa menurunkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Dan diabetes biasanya merupakan efek samping dari pankreatitis kronis, yang merupakan hasil dari banyak minum.

Skrining kesehatan teratur

Jika Anda memiliki riwayat diabetes pada keluarga atau memiliki berat badan berlebih (indeks massa tubuh 23 dan yang lainnya), Anda harus memeriksa diri Anda sendiri sebelum usia 40 tahun. Jika Anda mendapatkan hasil normal, lakukanlah pemeriksaan satu kali setiap tiga tahun.

Para ahli merekomendasikan pemeriksaan kesehatan teratur satu kali setiap tiga tahun dari usia 40 tahun pada mereka yang tidak berisiko. MIMS

Bacaan lain:

Susu kecoa - Makanan sehat terbaru
7 makanan probiotik untuk usus sehat
Makanan adalah obat: Apakah nutrisi saja cukup untuk menyembuhkan penyakit?

Sumber:
http://www.straitstimes.com/singapore/health/how-to-reduce-risk-of-diabetes