Di bulan Ramadan, miliaran Muslim di seluruh dunia mengikuti budaya keagamaan, berupa berpuasa. Dilakukan baik oleh orang yang kaya dan miskin, dan dibutuhkan disiplin spiritual yang tinggi untuk tidak mengonsumsi makanan dan air selama 18 jam dalam sehari. Puasa dikatakan sebagai pengingat untuk lebih bersimpatik terhadap orang-orang yang kurang beruntung, orang-orang yang sering harus menahan lapar, sehingga bisa menjembantani kelas dan status sosial.

Di samping masalah religius, ahli kesehatan mengklaim ada banyak manfaat kesehatan dari ritual ini.

1. Penurunan berat badan

Dr Razeen Mahroof, seorang dokter spesialis anestesi dari Oxford, mengatakan bahwa meskipun aspek spiritual lebih diutamakan daripada aspek kesehatan, namun "ini merupakan kesempatan yang baik untuk juga meraup manfaat fisiknya."

Dalam sebuah artikel dalam The Washington Post, dokter nutrisi Tehran dikatakan memanfaatkan Bulan Ramadan untuk membantu pasien berberat badan berlebih untuk mencapai target berat badan mereka. Yang biasa dilakukan oleh kebanyakan Muslim adalah mengonsumsi makanan manis dan berlemak segera setelah matahari terbenam - tetapi, dokter akan menyarankan mengonsumsi makanan sehat seperti sup, roti, kurma dan keju kambing.

Makanan ini, yang secara tradisional banyak dikonsumsi di bulan suci, tidak mengandung pemanis, dan dengan demikian akan memberikan efek pengurus. Dengan kandungan tinggi kalium, magnesium dan vitamin B, kurma merupakan salah satu buah tersehat yang memberikan energi tambahan. Rata-rata asupan satu porsi kurma mengandung 31 gram karbohidrat.

2. Menurunkan gula darah

Dengan panjangnya waktu menahan lapar, gula darah dalam tubuh cenderung mengalami penurunan. Menurut Dr Mahroof, tubuh menggunakan glukosa yang disimpan untuk energi saat berpuasa. Meskipun demikian, penderita diabetes disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk puasa, tetapi orang-orang dengan gula darah tinggi - tetapi tidak diabetes - akan mendapatkan manfaat selama bulan ini.

3. Menurunkan kolesterol

Tim kardiologis di Uni Emirat Arab menemukan bahwa orang yang berpuasa mendapatkan efek positif pada profil lemak mereka, yang berarti ada penurunan kolesterol dalam darah.

Kolesterol rendah meningkatkan kesehatan kardiovaskular, yang akan menurunkan risiko penyakit jantung seperti stroke atau serangan jantung. Jika Muslim mengikuti pola makan sehat bahkan setelah Ramadan, mereka dipastikan tidak akan mengalami masalah dengan kadar kolesterolnya.

4. Lebih banyak absorpsi nutrisi

Puasa bisa membuat metabolisme Anda bekerja lebih efisien. Berkat kombinasi puasa dan makan di malam hari yang memproduksi peningkatan hormon adiponektin - yang dengan demikian, membuat otot bisa mengabsorpsi lebih banyak nutrisi. Berbagai bagian dalam tubuh kemudian bisa menggunakan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi lebih efektif.

5. Detoksifikasi

Di samping pembersihan spiritual, puasa membuat tubuh bisa melakukan detoksifikasi sistem pencernaan karena tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman sepanjang hari. Saat tubuh mulai membakar lemak untuk membentuk energi, tubuh juga akan membakar toksin berbahaya yang mungkin terperangkap di antara penyimpanan lemak. Hal ini membuat tubuh berada dalam kondisi kosong, dan mendukung gaya hidup sehat.

6. Kesehatan mental

Menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Amerika, fokus mental bisa dicapai selama Ramadan dan meningkatkan tingkat faktor neurotropik otak, yang menyebabkan tubuh bisa memproduksi lebih banyak sel otak, yang dengan demikian bisa meningkatkan fungsi otak. Puasa mempromosikan kedamaian pikiran dan menurunkan stres, khususnya saat puasa mengarahkan ke penurunan jumlah hormon kortisol, yang diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Selain itu, tubuh mulai beradaptasi ke pola makan dan minum yang baru karena jumlah endorfin yang lebih banyak muncul dalam darah, sehingga membuat tubuh menjadi lebih waspada dan lebih bahagia, dengan demikian meningkatkan semangat untuk melakukan segala aktivitas.

Tetap waspada akan risiko kesehatan

Meskipun puasa memiliki banyak efek, namun ahli medis memperingati bahaya puasa pada pasien diabetes. "Ada 1,6 miliar Muslim di dunia dan 148 juta di antaranya menderita diabetes. Dan angka ini akan meningkat lebih cepat dibandingkan pada non-Muslim," kata Osama Hamdy, Direktur Medis dari Program Obesitas Klinis dan Direktur Program Rawat Inap di Pusat Diabetes Joslin, Fakultas Kedokteran Harvard.

Dalam menyampaikan penelitiannya mengenai puasa Ramadan dan diabetes di konferensi Asosiasi Endokrinologi Klinis Amerika di Austin, ia menyampaikan, "Efek puasa selama Bulan Ramadan berupa dehidrasi, hipoglikemia selama waktu puasa, dan hiperglikemia saat waktu makan."

"Makanan cenderung dimakan dengan cepat karena rasa lapar, dan bisa menyebabkan sekitar 1500 kalori dan belum lagi ditambah makanan manis khas Ramadan lainnya," tambahnya.

Ia menyarankan agar pasien melakukan percobaan puasa selama tiga hari berturut-turut sebelum Ramadan untuk membantu mereka dan dokter menyesuaikan dosis insulin selama bulan puasa.

Meskipun puasa bisa menyebabkan komplikasi seperti nyeri dada, iritabilitas, dehidrasi dan penurunan konsentrasi tubuh, namun efek positifnya lebih besar daripada efek negatifnya. "Anda harus menyeimbangkan pola makan Anda, dengan proporsi karbohidrat, lemak, dan protein yang sesuai," saran Dr Mahroof.

"Cara Muslim melakukan pendekatan selama puasa serupa dengan bagaimana mereka makan di luar masa Ramadan."

Dengan demikian, puasa selama Ramadan - jika dilakukan dengan benar - bukan hanya mengarahkan ke pendalaman spiritual, tetapi juga mengarahkan kita ke gaya hidup yang lebih sehat. MIMS

Bacaan lain:
Penyakit jantung dan stroke lebih banyak menyerang orang-orang yang kesepian dan terisolasi
Golongan darah non-O memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan
Gangguan jantung merupakan penyebab satu per tiga kematian di dunia

Sumber:
http://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/health-news/ramadan-2017-start-date-fasting-rules-health-benefits-how-celebrated-islam-muslims-holy-month-uk-a7067556.html
https://www.endocrineweb.com/news/diabetes/57623-ramadan-fasting-can-be-dangerous-muslim-diabetics-new-website-helps
http://www.livestrong.com/article/547712-what-are-the-health-benefits-of-ramadan/
http://framinghamsource.com/index.php/2017/05/26/letter-ramadan-month-moral-abstinence-time-understanding/
https://www.realbuzz.com/articles-interests/nutrition/article/7-surprisingly-health-benefits-of-ramadan/