Keanekaragaman Singapura, komunitas bisnis dan akademik global, majunya infrastruktur dan investasi pemerintah membuat Singapura cocok menjadi salah satu negara dengan industri berteknologi tinggi, termasuk sains.

Berikut 5 kontribusi Singapura untuk penelitian dan pengembangan medis.

1. Membangun database genom untuk efisiensi pelayanan kesehatan

"Analisis genom semakin kuat dan bisa digunakan dalam semua aspek sains dan pengobatan biologis, baik dalam sisi penelitian dan klinik," kata Dr. Shyam Prabhakar, sekelompok pemimpin di Institut Genom A*STAR Singapura (GIS). Tetapi skala penelitian untuk komputasi dan penyimpanan sejumlah besar data genom masih menjadi tantangan tersendiri.

Pusat Data dan Genom Integratif (c-BIG), kolaborasi gabungan di antara empat institut di A*STAR adalah jawaban Singapura atas masalah ini. Dikeluarkan November lalu, tujuan c-BIG adalah untuk menciptakan database genom (diperkirakan tersedia tahun depan) sebagai alat untuk diagnosis penyakit dan terapi, mencegah pandemik virus, dan menentukan sumber penyakit.

SG10K, salah satu proyek yang lebih besar, perlu membangun 10.000 database genom untuk memahami perbedaan genetik warga Singapura. Database demikian akan memfasilitasi terciptanya pengobatan berpresisi tinggi, pendekatan tenaga kesehatan dimana terapi medis bisa dibedakan untuk setiap pasien.

"Analisis data bisa digunakan oleh dokter untuk secara efektif mengambil keputusan, yang pada akhirnya akan menguntungkan pasien," kata ahli bioinformatika Feng Mengling.

2. Tes gen baru untuk deteksi awal penyakit jantung

Penyakit jantung diketahui diturunkan pada satu dari 100 orang, dan bisa menyebabkan kematian mendadak atau serangan jantung di usia muda. Kemungkinan warisan genetik oleh orangtuanya adalah sekitar 50%.

"Dengan teknologi lama, Anda hanya bisa memeriksa dua hingga tiga gen, maka Anda tidak memeriksa beberapa gen, dan waktu menunggu hasil yang panjang (sekitar enam bulan) bisa menciptakan kegelisahan pada pasien," kata Professor Stuart Cook, Tanoto Foundation profesor pengobatan jantung di SingHealth Duke-NUS Academic Medical Center.

Tes gen baru, memeriksa 174 gen dicurigai menyebabkan 17 gangguan jantung bawaan di satu waktu yang sama, berhasil dikembangkan oleh National Heart Center Singapore (NHCS) dan Imperial College London. Tes ini tersedia di NHCS dengan biaya sekitar S$1.000 dan pasien bisa mendapat hasil pemeriksaan sekitar satu bulan kemudian. Tes ini akan membuat seseorang berhenti khawatir akan gangguan jantung dalam anggota keluarga pasien yang membawa mutasi gen, dan membuat mereka menghindari monitoring jangka panjang.

3. Membunuh bakteri dalam hitungan detik

Negara Asia Tenggara dilaporkan memiliki banyak kejadian resistensi obat dibandingkan Eropa dan Amerika Utara, menurut penelitian yang dilakukan oleh Saw Swee Hock School of Public Health. Agen antimikroba konvensional merupakan hal umum di negara ini, seperti triclosan, membunuh bakteri tanpa menghancurkan membran sel, sehingga menciptakan kuman resisten obat.

Dengan demikian, peneliti di A*Star Institute of Bioengineering and Nanotechnology (IBN) mengembangkan bahan sintetik baru, oligomer imidazolium yang bisa membunuh 99.7% bakteri E.coli dalam waktu 30 detik, dimana produk antibakteri yang ada membutuhkan waktu beberapa menit hingga jam. Beberapa jenis E-coli bisa menyebabkan diare parah, nyeri perut dan demam.

Bahan baru ini bisa digunakan oleh konsumen dan produk sehari-hari, termasuk di rumah sakit - tempat kuman berkembang biak. Bahan ini juga efektif melawan bakteri dan jamur resisten antibiotik lain, seperti Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Candida albicans.

4. Membantu sistem imun melawan kanker

Kanker masih menjadi penyebab kematian utama di Singapura, sehingga imunoterapi bisa memberikan harapan untuk orang-orang dengan kondisi parah, kanker yang sulit diterapi. Tidak seperti kemoterapi, obat imunoterapi menstimulasi sistem imun tubuh sendiri untuk melawan sel kanker.

"Penelitian klinis (imunoterapi) sedang berlangsung pada hampir semua jenis tumor... 2017 peneliti akan melihat data hasil penelitian klinis, yang bisa jadi bermanfaat untuk semua jenis kanker, termasuk kanker usus, payudara, lambung, kepala dan leher," kata Dr. Ravindran Kanesvaran, presiden Singapore Society of Oncology.

5. Mencari terapi epilepsi yang lebih cepat

Epilepsi masih merupakan gangguan neurologis yang tidak bisa disembuhkan, karena penelitian terbaru untuk identifikasi obat antiepilepsi gagal menciptakan terapi baru dengan metode tertarget gen - satu pada satu waktu - dan gagal menemukan target yang cocok, perkembangan obat tidak efektif dan mahal.

Kolaborasi penelitian antara Centre for Computational Biology di Duke-NUS Medical School dan Imperial College London telah menemukan hubungan 320 gen dengan epilepsi tipe langka dan umum.

Peneliti berencana mengadakan pendekatan hubungan ini dengan mekanisme biologisnya demi menemukan obat baru untuk epilepsi spesifik dan gangguan neuropsikiatrik lain yang tidak bisa disembuhkan. MIMS

Bacaan lain:
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
6 penemuan baru di tahun 2016 untuk melawan kanker payudara
Cryotherapy: Membekukan kanker payudara
Peran perawat pada manajemen kaki penderita diabetes