Penelitian sekarang lebih banyak memberi fokus pada motivasi untuk makan bukan mengenai apa yang kita makan. Makan makanan yang baik merupakan apa yang menghubungkan kita dengan sinyal internal sehingga kita mengetahui kapan kita lapar dan kapan kebutuhan kita sudah terpenuhi. Berikut lima alasan mengapa diet Anda tidak berhasil.

1. Tidak memperhatikan makanan

Seberapa sering Anda memperhatikan apa yang masuk ke mulut Anda?

Penelitian yang dilakukan di Universitas Swasta Kent tahun 2013 menemukan bahwa taktik sadar makanan - seperti memperhatikan rasa dan bau makanan dan mengatur rasa lapar dan kenyang - bisa membuat orang merasa lebih puas setelah makan. Dalam penelitian lain, peneliti juga menemukan bahwa orang diet yang terus menggunakan teknik sadar makan setelah program penurunan berat badan, terus akan kehilangan berat badan.

Daripada mengikuti angka dalam bagan kalori, Anda sebaiknya lebih memperhatikan kalori Anda; yaitu dengan terus menyeimbangkan dan membebaskan diri Anda untuk memakan hampir semua makanan, tanpa rasa bersalah. Penting untuk menentukan nilai nutrisi makanan dan mendengar sinyal tubuh bagian dalam Anda.

"Daripada langsung memakan makanan dari kemasan atau kotak makan, tempatkan makanan Anda di piring terbuka," kata Dr Lesley Luter, seorang profesor asosiasi psikologi di Universitas Carolina Timur.

Bukan memakan sejumlah yang kita pikir dibutuhkan tubuh, tetapi porsi makan kita harus direfleksikan dalam ukuran piring. Peneliti dari Cornell menunjukkan bahwa menyajikan makanan dalam piring yang lebih besar bisa memberikan efek langsung mengenai berapa jumlah yang bisa dikonsumsi. Acara makan sepuasnya, iklan makanan dan makan langsung dari dalam kemasan bisa memicu makan berlebih.

Poin pentingnya adalah Anda perlu menikmati setiap gigitan makanan. Dr Katie Rickel, seorang psikologis klinis di Carolina Utara mengatakan, "Ketika Anda menggigit anggur, semua kandungannya akan keluar - dan ada sensasi yang sayang untuk dilewatkan jika Anda langsung memakan beberapa anggur sekaligus dalam mulut Anda."

2. Mengikuti pola diet tertentu

Banyk pola diet yang terlalu berlebihan dan efeknya hanya sementara, bahkan bisa juga meningkatkan risiko penyakit tertentu. Kondisi ini bisa jadi tampak ironis karena banyak orang percaya diet merupakan gaya hidup yang baik dan sehat.

Meskipun tampaknya berat badan Anda berhasil turun, namun bisa jadi penurunan itu terjadi karena hilangnya cairan dan otot, dan bukan dari lemak tubuh Anda. Selain itu, banyak orang tidak kuat mengikuti diet ketat yang harus mereka dilakukan setiap hari.

"Diet Atkins, basa, berdasarkan golongan darah, gaya Ornish, Weight Watchers, Paleo, Zone - semua jenis diet ini bisa membatasi kalori atau komposisi makronutrisi spesifik dan kebanyakan hanya menurunkan berat badan secara sementara tetapi tidak akan berlangsung selama jangka panjang," ungkap Moore.

3. Tidak merencanakan sebelumnya

Agar diet Anda benar-benar memberi efek, coba siapkan makanan Anda untuk seminggu di saat akhir pekan, dan bagi untuk porsi per hari. Tanpa perencanaan, Anda seringkali lupa akan tujuan Anda dan terus mengikuti kebiasaan yang ada. Manusia seringkali makan berlebihan ketika sedang lapar, atau mungkin juga mengonsumsi makanan tidak sehat.

"Keluarga yang sibuk dan mungkin akan lebih memilih makanan cepat saji atau makanan ringan, tetapi kebiasaan ini bisa menambah kelebihan kalori dan kemudian menyebabkan bertambahnya berat badan," ungkap Moore.

Salah satu caranya adalah memasak dalam kuantitas besar dan membekukannya untuk dimakan kemudian hari. Buah dan sayur bisa dibekukan dan bisa menjadi makanan ringan.

4. Tidak berbelanja dengan bijaksana

Pilihan Anda saat berbelanja bisa memengaruhi berat badan Anda, maka berbelanjalah dengan bijaksana. Buatlah daftar makanan yang ingin Anda beli sehingga Anda tidak membeli makanan "berbahaya" ke dalam keranjang belanja Anda. Cobalah untuk menghindari makanan yang bisa menggoda Anda, seperti makanan terproses dan makanan dalam kemasan, soda, permen, dan makanan ringan. Bacalah label dan pilihlah makanan sehat dengan membatasi lemak tersaturasi dan lemak trans, kolesterol, gula dan natrium.

Saran untuk Anda saat berbelanja adalah pergi berbelanja setelah Anda makan. Penelitian dari Universitas Cornell menemukan bahwa orang-orang cenderung membeli lebih banyak makanan, dan khususnya lebih banyak makanan tidak sehat, ketika mereka lapar.

5. Terlalu bergantung pada timbangan

Timbangan berat badan bisa memicu emosi ekstrem - kepuasan dan frustasi. Ketika lebih mengarah ke sisi negatif, orang akan mulai merasa marah, meragukan diri sendiri atau bahkan kecewa. Suasana hati seperti ini bisa menyebabkan Anda kehilangan tujuan menurunkan badan dan kemudian menyebabkan makan sesuai emosi.

"Jika lemak tubuh Anda hilang satu pon dan otot Anda bertambah satu pon, berat badan Anda akan tetap sama dalam timbangan, tetapi ukuran tubuh Anda sebenarnya sudah berkurang satu inchi," saran Moore. "Jadi cobalah menilai diri Anda sebagaimana Anda terlihat dan rasakan, daripada hanya berdasarkan angka timbangan." MIMS

Bacaan lain:
Peneliti Singapura menemukan adanya perbedaan distribusi lemak pada bayi dengan latar belakang etnis berbeda
3 tren kesehatan yang harus Anda hindari
Apakah tidak sarapan lebih baik untuk tubuh?
Kurus tapi gemuk: Orang Asia memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan akibat obesitas meskipun memiliki angka IMT lebih rendah


Sumber:
http://www.rd.com/health/diet-weight-loss/diet-isnt-working/
http://www.womenshealthmag.com/weight-loss/mindful-eating-tips
http://www.huffingtonpost.com/2013/01/19/dread-the-scale-stop-weighing-yourself_n_2458241.html
https://www.sharecare.com/health/weight-loss-strategies/why-plan-meals-lose-weight
http://www.mccartyweightloss.com/keep-healthy-diet-using-smart-shopping-strategies/