Interaksi obat merupakan interaksi antara obat dan substansi lain yang mengubah efek obat dari yang diharapkan. Interaksi obat bisa jadi berguna jika menghasilkan efek sinergis, misalnya pada aminoglikosida penicilin. Namun, bisa juga fatal, bahkan efek samping yang dihasilkan bisa jadi mengancam jiwa. Berikut lima interaksi obat yang mematikan, yang harus diketahui oleh semua apoteker:

1. Kolkisin dan P-glikoprotein (P-gp) atau inhibitor kuat CYP34A

Kolkisin didaftarkan untuk terapi dan profilaksis serangan gout akut. Absorpsi kolkisin dari saluran pencernaan dibatasi oleh resistensi efluks transportes P-glikoprotein (P-gp) dari beberapa obat. Kolkisin dimetabolisme ke metabolit inaktifnya melalui usus dan sitokrom hepatik P450 CYP3A4. Kolkisin utamanya dibersihkan oleh ekskresi hepatobiliari melalui tinja, ekskresi ginjal hanya terjadi pada 10-20% senyawa. Di tahun 2009, Health Sciences Authority di Singapura mempublikasikan peringatan ke semua tenaga kesehatan mengenai kombinasi mematikan antara kolkisin dan P-glikoprotein (P-gp) atau inhibitor kuat CYP34A, diikuti dengan sitasi laporan dari 117 kematian disebabkan toksisitas kolkisin pada dosis terapeutik standar,1 tetapi bersamaan dengan penggunaan inhibitor CYP34A, clarithromycin. Hasilnya, FDA menyimpulkan bahwa ada risiko interaksi obat serius antara kolkisin dan P-gp dan inhibitor kuat CYP34A, seperti siklosporin, makrolida, penghambat kanal kalsium dihidropiridin (verapamil, diltiazem) dan azole (ketokonazol, itraconazol) pada pasien dengan gangguan ginjal atau hati yang mengonsumsi kolkisin. Jika kombinasinya tidak bisa dihindari, maka penurunan dosis atau interupsi kolkisin mungkin perlu dilakukan.

2. Trimetroprim-sulfametoxazol dan kalium

Berdasarkan penelitian dari tahun 1994 hingga 2012 pada 1,6 juta pasien lansia (berusia ≥66 tahun) di Ontario, Kanada, dari lebih dari 11.000 pasien yang meninggal secara tiba-tiba saat menggunakan spironolakton, lebih dari 300 dari mereka mendapat paparan antibiotik dalam periode waktu 14 hari. Dalam subkelompok ini, penggunaan trimetoprim-sulfametoxazol dihubungkan dengan lebih dari dua kali peningkatan risiko kematian mendadak.2 Kejadian serupa juga ditemukan pada pasien pengguna trimetoprim-sulfametoxazol dan ACEI atau ARB.3 Peningkatan risiko trimetoprim-sulfametoxazol kemungkinan disebabkan kapasitasnya dalam meningkatkan kalium serum, yang bisa jadi fatal dibandingkan obat lain yang menyebabkan hiperkalemia – ACEI/ARB, diuretik hemat kalium dan suplemen kalium. Jika kombinasi trimetoprim-sulfametoxazol dan ACE/ARB/diuretik hemat kalium tidak bisa dihindari, dikomendasikan untuk memonitor kadar kalium serum maka dosis dan durasi harus diturunkan untuk penggunaan obat tersebut.

3. Antihipertensi dan OAINS

Antihipertensi (ACEI/ARB), diuretik dan OAINS –  juga dikenal sebagai tiga efek yang tidak diinginkan – merupakan kombinasi obat yang fatal, dengan tingginya hubungan dengan gagal ginjal akut dan kematian. Namun, banyak laporan kematian disebabkan tiga kombinasi obat ini tidak dilaporkan karena pasien yang menggunakan anti-hipertensi ini mengobati dirinya sendiri dengan OAINS OTC. Faktor risiko tiga kombinasi obat ini meliputi usia tua, gangguan ginjal yang sudah ada sebelumnya dan dehidrasi. Dengan adanya faktor risiko, apoteker harus menghindari penggunaan OAINS bersamaan dengan atau memberikan OAINS dengan durasi terpendek pada dosis efektif yang paling rendah.4

4. Metotreksat (MTX) dan probenecid

Probenecid diindukasikan untuk terapi gout dengan meningkatkan sekresi asam urat dalam urin. Probenecid juga bekerja sebagai penghambat sekresi tubulus aktif untuk mencegah ekskresi urin dari obat lain. Dengan kata lain, probenecid meningkatkan waktu paro eliminasi obat, memperpanjang durasi aksi, seperti dalam kasus terapi gonorrhea dengan kombinasi probenecid dan penicillin G.5 Meskipun demikian, kombinasi probenecid dan MTX bisa jadi fatal karena akumulasi MTX. Apoteker harus memberikan intervensi untuk menghindari penggunaan kombinasi mematikan obat ini untuk digunakan sebagai obat kronik.

5. Bromokriptin dan Pseudoefedrin

Bromokriptin biasanya digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson. Kombinasi ini bisa menyebabkan vasokontriksi perifer yang parah, takikardi ventrikular, kejang, dan bahkan bisa menyebabkan kematian.6 Pasien Parkinson yang menggunakan bromokriptin harus diperingati mengenai penggunaan dekongestan OTC seperti pseudoefedrin. Alternatif dekongestan seperti oxymetazoline hidung bisa diberikan dengan durasi penggunaan terpendek. MIMS

Bacaan lain:
Efek berbedanya ukuran dan bentuk pil - dan implikasinya bagi apoteker
6 tips apoteker bisa menjadi lebih unggul dari yang lainnya
Apoteker: 5 fakta menarik bekerja di rumah sakit di Singapura

Sumber:
1. 23 Dec 2009: Important drug. Health Science Authority, Singapore. Available at: http://www.hsa.gov.sg/content/hsa/en/Health_Products_Regulation/Safety_Information_and_Product_Recalls/Product_Safety_Alerts/2009/important_drug_interactions.html. Last accessed on 10 October 2016.
2. Trimethoprim-sulfamethoxazole and risk of sudden death among patients taking spironolactone. Antoniou T, Holland’s S, Macdonald EM, Gomes T, Madman MM, Juurlink DN. Canadian Medical Association. 3 March 2015. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25646289. Last accessed on 10 October 2016.
3. Trimethoprim/Sulfamethoxazole Is Associated with Sudden Death in Patients Who Take Renin-Angiotensin Inhibitor. Paul S. Mueller. British Medical Journal, 30 October 2014. Available at: http://www.jwatch.org/na36201/2014/11/07/trimethoprim-sulfamethoxazole-associated-with-sudden-death. Last accessed on 10 October 2016.
4. Beware of the triple whammy. WHO Drug Information. Volume 20, Number 4, 2006. Available at: http://www.who.int/medicines/publications/druginformation/WHO_DI_Vol20-4.pdf?ua=1. Last accessed on 10 October 2016.
5. Gonorrhea treated by a combination of probenecid and sodium penicillin G. G A Olsen and G Lomholt. Br J Bener Dis. June 1969, Volume 5, Number 2, Page 144- 148. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1048454/. Last accessed on 10 October 2016.6. 10 Drug Interactions Every Pharmacist Should Know. Pharmacy Times. 1 November 2012. Available at: http://www.pharmacytimes.com/publications/issue/2002/2002-11/2002-11-7010. Last accessed on 10 October 2016.