Menghilangkan lemak tubuh terkadang terasa lebih sulit dibanding apa yang dibayangkan. Faktanya, banyak sekali orang yang gagal melakukan diet dan bahkan banyak dari mereka yang rela menggunakan uang dan waktu yang berharga demi menurunkan berat badan.

Mungkin yang Anda butuhkan bukan pil atau obat diet, tetapi pilihan makanan dan gaya hidup. Berikut lima alasan lain mengapa diet Anda seringkali gagal:

1. Tidak makan

Ujung dari tidak makan terkadang bukan menurunkan asupan kalori, tetapi malah membuat berat badan Anda bertambah, khususnya jika Anda terus-menerus tidak makan. Tentu saja, Anda akan merasa lapar sesudahnya dan kondisi ini membuat Anda makan berlebihan di sesi makan selanjutnya, yang dengan demikian bisa mengganggu metabolisme Anda.

Laura Moore, RD, direktur program magang diet di Universitas Texas menjelaskan, "Sinyal kimia yang meningkatkan dan menurunkan nafsu makan dikirimkan ke otak. Sistem regulasi berat ini membantu menjaga berat badan sehat dengan memodifikasi rasa lapar, aktivitas, dan metabolisme dengan menjaga tubuh berada di rentang berat badan normal."

"Jika turun di bawah target berat badan ini, misalnya dengan tidak makan, kondisi ini bisa jadi merupakan saat yang menantang karena sistem keseimbangan energi di otak akan bekerja dan mendorong target berat badan ke titik batas atas atau bahkan di atasnya," tambahnya.

Daripada melawan tubuh Anda, Moore merekomendasikan kita untuk mendengarkan sinyal tubuh untuk makan ketika lapar dan berhenti ketika sudah kenyang.

2. Asupan kalori tidak cukup

Orang yang diet seringkali berasumsi bahwa dengan menurunkan asupan kalori, berat badan mereka bisa turun dengan cepat. Namun tampaknya ini terlalu sederhana, karena bukan asupan kalori yang menyebabkan naik-turunnya berat badan, tetapi hormon, faktor pertumbuhan dan proses fisiologis tubuh. Terlalu membatasi asupan kalori tidak selalu berguna atau sehat.

Menurut ahli nutrisi dan penulis Belly Fat for Dummies, Erun Palinski-Wade, kalori hanya sebagian kecil dari bagian yang sangat besar. "Kalori itu hanya kalori saja. Tergantung apa yang Anda konsumsi, kalori dari nutrisi seperti protein dan lemak tidak tersaturasi bisa membuat Anda merasa kenyang untuk periode tertentu, sedangkan kalori dari gula sederhana bisa dicerna dengan cepat."

Dengan demikian, fokus utama diet seharunys adalah makan makanan bernutrisi dengan kuantitas yang benar dan bijaksana dalam memilih makanan dengan membaca label dan mencatat kandungan di dalamnya.

Sebuah penelitian dari Jepang menemukan bahwa pembatasan kalori bisa menyebabkan penurunan kecepatan metabolisme, yang berarti tubuh Anda berada di mode pertahanan, sehingga metabolisme Anda diperlambat untuk menyimpan energi dan menghindari kehilangan berat badan.

3. Tidak banyak minum

Tetap terhidrasi selama diet merupakan hal yang penting. Penelitian dari Universitas Illinois menemukan bahwa orang yang meningkatkan konsumsi airnya satu hingga tiga gelas setiap harinys bisa menurunkan asupan kalori mereka sebesar 68 hingga 205 kalori setiap harinya. Mereka juga bisa menurunkan konsumsi lemak tersaturasi, gula, natrium dan kolesterol.

Minumlah banyak air putih, dan jika Anda tidak terlalu menyukai air putih, cobalah untuk menambahkan beberapa potong lemon ke dalam air Anda. Air membantu Anda merasa penuh sehingga Anda bisa menurunkan asupan makanan Anda. "Tubuh dikomposisikan dari 50% hingga 60% air, sehingga air sangat penting untuk menjaga hidrasi tubuh," kata Moore.

"Air bukan kunci untuk menurunkan berat badan, tetapi air bisa menggantikan makanan bergula, yang kemudian bisa menurunkan asupan kalori," jelas Moore.

4. Tidak banyak beraktivitas

"Jika Anda sudah menyesuaikan asupan makanan tetapi berat badan Anda tidak turun juga, kemungkinan karena diet yang Anda jalankan hanya sebagian kecil dari proses penurunan berat badan," kata Palinski-Wade.

Diet tidak selalu mengartikan berapa banyak makanan yang Anda makan. Olahraga juga merupakan hal yang penting dan ini merupakan kunci penting penurunan berat badan jangka panjang. Olahraga membantu kita mempercepat metabolisme dan sangat berguna jika Anda menggunakannya dalam kegiatan Anda sehari-hari, misalnya lebih memilih menaiki tangga daripada lift, memarkir kendaraan lebih jauh dari pintu, dan melakukan beberapa pekerjaan fisik.

Sebagaimana yang disarankan oleh Palinski-Wade, "Jika Anda menurunkan asupan kalori Anda, tetapi tidak banyak bergerak, sama saja Anda tidak banyak membakar kalori. Kondisi ini menghalangi efek penurunan kalori, yang kemudian menyebabkan terbatasnya penurunan berat badan."

5. Sangat membatasi makan

Orang yang sangat semangat untuk menurunkan berat badan, seringkali melakukan banyak batasan dan menyebutkan bahwa pengorbanan mereka akan menjadi berarti. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, Anda mungkin menyadari bahwa saat Anda puasa satu hari, Anda akan makan sebanyak-banyaknya di hari selanjutnya.

"Terlalu membatasi makan bisa memicu rasa lelah dan makan berlebihan," jelas Palinski-Wade. "Daripada 'mengurangi segalanya,' lebih baik berfokus pada membuat satu atau dua perubahan dan berusaha mempertahankannya seumur hidup." MIMS

Bacaan lain:
5 kesalahan yang sering terjadi saat memutuskan untuk diet
Apakah tidak sarapan lebih baik untuk tubuh?
Kurus tapi gemuk: Orang Asia memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan akibat obesitas meskipun memiliki angka IMT lebih rendah
Orang overweight memiliki otak "10 tahun lebih tua" daripada orang normal


Sumber:
http://www.rd.com/health/diet-weight-loss/diet-isnt-working/
https://authoritynutrition.com/debunking-the-calorie-myth/
https://www.mindbodygreen.com/0-23080/7-signs-your-eating-habits-are-too-restrictive.html
https://www.caloriesecrets.net/dieting-but-not-losing-weight-youre-doing-these-10-mistakes/