Sejumlah total 438 siswa di Peran diketahui menderita Penyakit Seperti Influenza (Influenza Like-Illness/ILI) menurut Departemen Kesehatan Perak.

"Jumlahnya sedikit meningkat menjadi 414 siswa (pada Sabtu lalu)," ungkap departemen kesehatan.

Jumlahnya meningkat dalam hitungan hari

Berita kejadian ILI di Perak muncul minggu lalu, setelah ada 273 siswa dai lima sekolah dilaporkan menunjukkan gejala seperti flu, nyeri tenggorokan, batuk disertai sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi dan letargi.

"Sejumlah 29 siswa (16 laki-laki, 13 perempuan), dikarantina di asrama sekolah sedangkan yang lainnya dirawat di rumah mereka," ungkap Kepala Komite Kesehatan Perak, Datuk Dr Mah Hang Soon. "Hingga saat ini, anak-anak ini berada dalam kondisi stabil. Kebanyakan mengeluhkan demam, batuk, nyeri di sekujur badan dan sakit tenggorokan."

Jumlah kasus semakin meningkat menjadi 438 siswa kemarin malam, terjadi pada 225 anak sekolah dari Sekolah Menengah Raja Perempuan Taayah, 115 siswa dari Sekolah Tunku Abdul Rahman (STAR), 82 siswa dari Sekolah Menengah Abdul Rahman Talib (SMART) di Teluk Intan, dan tiga dan 13 dari Sekolah Kebangsaan Klebang Jaya dan Kolej Vokasional Slim River secara berurutan.

Dari total angka tersebut, 304 siswa sudah dikarantina dalam asrama mereka sedangkan tiga yang lainnya dimasukkan dan dikarantina di rumah sakit, menurut pernyataan departemen kesehatan Perak.

"Sejumlah total 15 spesimen swab tenggorokan diambil dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Publik di Sungai Buloh. Departemen Kesehatan sekarang sedang memonitor kondisi siswa ini dan mereka tidak boleh keluar asrama hingga saat ini," ungkap Mah.

Hingga sekarang, enam sampel diuji diketahui positif Influenza B, dan empat positif Influenza A (H3).

Noor Hisham meyakinkan, tren ILI merupakan hal biasa

Menteri Kesehatan bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Perak secara berhati-hati memonitor ILI, kata Direktur Umum Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah minggu lalu, menambahkan bahwa Menteri Kesehatan sedang berusaha memastikan bahwa penyakit ini tidak menyebar ke siswa lain.

Menteri Kesehatan juga menyarankan publik untuk memastikan higienitas personal yang baik dan aktivitas mencuci tangan yang benar, sedangkan untuk orang-orang yang mulai menunjukkan gejala ILI disarankan untuk beristirahat di rumah dan menghindari area publik untuk mencegah penyebaran penyakit, atau untuk mengenakan masker wajah saat keluar rumah.

Noor Hisham juga meminta agar publik tidak panik, dengan mengatakan bahwa ILI merupakan hal biasa di negara ini. Meskipun demikian, individu yang berisiko, seperti anak-anak, lansia, dan orang-orang dengan penyakit kronik disarankan untuk mendapat vaksinasi influenza sebagai salah satu cara melindungi tubuh dari penyakit. MIMS

Bacaan lain:
Virus baru H7N9: Virus yang resisten obat dan ancaman untuk serangan epidemik penyakit baru
Berkontribusi ke dunia kesehatan dengan mendonasikan catatan riwayat medis pasien
Kebanyakan warga Amerika percaya pada vaksin: Apa yang akan Trump lakukan?
3 mitos Zika yang masih sering terdengar


Sumber:
https://kpkesihatan.com/2017/03/10/kenyataan-akhbar-kpk-10-mac-2017-makluman-situasi-terkini-mengenai-kejadian-kluster-influenza-like-illness-ili-di-negeri-perak/ 
http://www.nst.com.my/news/2017/03/220104/perak-influenza-outbreak-cases-rise-438-students-5-schools 
http://www.nst.com.my/news/2017/03/219429/another-57-students-down-influenza-illness-ili-hilir-perak 
http://www.themalaymailonline.com/malaysia/article/47-teluk-intan-students-isolated-for-influenza-like-illness-symptoms