Penelitian mendalam selama beberapa tahun pada pasien kanker payudara menghasilkan beberapa penemuan baru. Beberapa di antaranya ditemukan karena adanya kemajuan teknologi, dan penemuan baru ini diharapkan bisa memberikan pengaruh pada pasien dan dokter dalam memandang dan mengatasi kanker payudara.

Berikut 4 penemuan baru pada kanker payudara.

1. Tidak ada hubungannya dengan ukuran

Hal terpenting dalam kasus kanker payudara, atau kanker lain, adalah mendeteksinya lebih cepat. Saat sel masih selatif kecil, kemungkinan mengeliminasinya lebih besar. Sebuah penelitian baru berhasil menolak pernyataan ini dan menjawab mengapa mammogram tidak banyak menyelamatkan nyawa.

Peneliti menyimpulkan bahwa beberapa sel memiliki ukuran lebih kecil bukan karena terdeteksi lebih awal, tetapi karena sel tersebut memiliki kecepatan pertumbuhan yang lambat. Ini berarti sel-sel membutuhkan waktu yang lama, kemungkinan 15 hingga 20 tahun sebelum mengancam jiwa. Namun, pasien menjadi stres dan takut sehingga melakukan biopsy, kemoterapi dan radiasi yang tidak diperlukan.

Meskipun demikian, untuk menghindari meremehkan sel kanker, solusi jangka panjangnya adalah untuk menciptakan tes baru yang akan membedakan sel kanker yang mengancam jiwa dengan sel-sel yang harus diperhatikan, tetapi tidak perlu segera diterapi.

2. Para mantan penderita kanker payudara masih bisa hamil

Hamil dan memiliki konsentrasi hormon tinggi mungkin meningkatkan kemungkinan kanker payudara untuk kambuh, dengan demikian memaksa beberapa wanita untuk menghilangkan harapan bereproduksi. Meskipun demikian, sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa pada 1.200 pasien mantan kanker payudara menunjukkan berita menarik kepada pasien yang ingin memiliki anak setelah diagnosis dan terapi.

Kehamilan masih bisa dilakukan, setelah menyimpulkan bahwa mereka yang hamil tidak memiliki kemungkinan besar mengalami kekambuhan kanker dibandingkan mereka yang tidak memiliki anak. Selain itu, kemungkinan menyusui juga tetap ada karena banyak laporan menunjukkan keberhasilan menyusui bayinya pada mantan pengidap kanker payudara, kecuali sebagian kecil di antaranya.

3. Alat tanpa jarum baru untuk penyembuhan sendiri

Setelah mastectomy, pasien akan terus datang ke dokter untuk mengikuti prosedur rekonstruksi. Jaringan ditempatkan di bawah dinding dada dan dokter akan menginjeksikan saline ke dalamnya selama beberapa bulan saat kulit mengembang. Ini merupakan metode yang invasif dan juga memakan waktu karena hanya sejumlah tertentu yang bsia diinjeksi pada satu waktu. Hal terakhir yang dibutuhkan pasien adalah beberapa suntikan menyakitkan. Dengan demikian, inilah alasannya mengapa alat pengembang jaringan baru tanpa jarum tampak sangat menarik. Selain saline, alat ini juga menginjeksi karbon dioksida dan kemudian bisa melakukannya secara otomatik.

Pasien bisa mengontrol proses penyembuhannya sendiri dan melakukannya dalam waktu yang lebih pendek. Penelitian awal pada alat ini menunjukkan hanya dibutuhkan 21 hari dari awal mulai hingga akhir, dibandingkan 45 hari terapi saline.

4. Komputer mampu mengidentifikasi sel kanker invasif

Mungkin ada saatnya dimana komputer akan mengambil alih pekerjaan identifikasi dan penggambaran sel kanker payudara berdasarkan slide jaringan digital. Penelitian yang dilakukan oleh Case Western Reserve University di Ohio berhasil mengembangkan penghubung mendalam, yang secara akurat berhasil melakukan demarkasi sel kanker invasif dari slide biopsy. Dalam hal manajemen kanker dimana waktu dan akurasi merupakan hal yang penting, akan sangat baik jika tersedia analisis biopsy otomatis dan peningkatan efisiensi biopsy yang sudah ada sekarang. Dalam penelitian, penghubung ini menjadi lebih akurat dan konsisten dalam memeriksa sel kanker invasif dibandingkan empat ahli patologi.

Perlu diperhatikan mungkin masih diperlukan waktu selama 20 tahun untuk berpraktek dan melatih ahli patologi untuk menyadari kasus kompleks, tetapi hanya dibutuhkan dua minggu bagi alat ini untuk berlatih dan membedakan sel kanker pada 200 slide dimana pada setiap slide-nya hanya dibutuhkan waktu 25 menit. Peneliti berharap agar tenaga kesehatan bisa memiliki lebih banyak waktu dalam merawat pasien mengingat identifikasi ini bisa dilakukan oleh komputer. Meskipun hal ini sama saja berarti komputer mengambil alih pekerjaan ahli patologi, namun mereka mungkin akan memiliki peran pengkaji dan membiarkan sistem yang melakukan analisis. MIMS

Bacaan lain:
Mammogram: Metode deteksi awal kanker payudara
Foto Instagram untuk diagnosis depresi
Peneliti mengubah kode virus komputer menjadi DNA

Sumber:
http://www.npr.org/sections/health-shots/2017/06/07/531786168/some-small-tumors-in-breasts-may-not-be-so-bad-after-all
https://www.statnews.com/2017/06/06/pregnancy-safe-breast-cancer-survivors/
http://www.newsday.com/news/health/new-device-could-spare-breast-cancer-patients-from-painful-shots-1.13716455
https://medicalxpress.com/news/2017-05-accurately-delineates-breast-cancers-digital.html
http://abc7ny.com/health/device-allows-breast-cancer-patients-to-assist-in-their-reconstructive-process/2070319/
http://www.foxnews.com/health/2017/02/09/self-administered-expanders-allow-breast-cancer-patients-to-heal-at-home.html