Saat peneliti berhasil menciptakan sel punca pembentuk darah, ini kemungkinan satu langkah maju dalam dunia kesehatan untuk membantu berbagai kondisi medis dan membantu kekurangan donor darah.

Berikut empat penelitian dan aplikasi sel punca terbaru yang merupakan kemajuan dan terobosan baru dalam terapi medis.

1. Membuat darah dari sel punca

Dua tim yang dipimpin oleh ahli biologi sel punca George  Daley di Rumah sakit Anak Boston di Massachusetts dan Shahin Rafii dari Fakultas Kedokteran Weill Cornell di New York secara berurutan, akhirnya berhasil menciptakan sel punca di laboratorium yang bisa memproduksi darah setelah 20 tahun mencoba.

Teknik ini bisa digunakan untuk transplantasi darah dan sel imun dengan memprogram kembali sel kulit pasien sehingga mungkin di masa depan tidak akan dibutuhkan lagi donor darah.

Tim Daley memprogram ulang sel kulit dari pasien dewasa menjadi sel punca pluripoten terinduksi (iPS) dan menginjeksikan sel manusia yang sudah termodifikasi tersebut ke tikus untuk dikembangkan. Sel iPS kemudian bertransformasi menjadi sel progenitor yang bisa membentuk darah manusia, termasuk sel imun, yang sama dengan sel punca "hematopoetik".

Di sisi lain, tim Rafii - dengan cara berbeda - membentuk sel punca darah yang sebenarnya dari tikus dengan mengekstraksi sel dari pembuluh darah tikus dewasa, dan kemudian mengembangkannya dalam lingkungan buatan pembuluh darah manusia.

Meskipun menggunakan teknik berbeda, kedua tim peneliti berhasil membuka kemungkinan terapi dalam penyakit gangguan darah.

2. Sel punca penutup jantung

Sementara itu, penelitian yang dilakukan di Universitas Osaka berhasil menemukan penutup jantung menggunakan sel punca yang ditanam dalam paha pasien. Penutup ini ditempelkan ke permukaan daerah yang rusak di jantung untuk membantu jaringan jantung bisa berfungsi lebih baik.

Researchers have mended damaged hearts using a tiny patch containing health-boosting cells. Photo credit: Daily Mail
Researchers have mended damaged hearts using a tiny patch containing health-boosting cells. Photo credit: Daily Mail


Peneliti mengatakan bahwa terapi ini merupakan solusi "menjanjikan" untuk mengatasi gagal jantung karena pilihan terapi yang ada sekarang relatif tidak ideal dan hanya bisa digunakan untuk jangka pendek.

Dalam proses penelitian, 27 pasien gagal ginjal, yang tidak memberikan respon terhadap terapi lain, diberikan penutup sel punca dan menunjukkan peningkatan kondisi signifikan dalam hal kapasitasnya untuk berolahraga dan juga fungsi jantung mereka satu tahun kemudian.

"Sekarang, gagal jantung merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tetapi terapi berbasis sel punca bisa memberikan harapan baru kepada orang-orang yang menderita karena penyakit," kata Prof Metin Avkiran, direktur asosiasi medis di Yayasan Jantung Inggris.

3. Sumber terbesar sel punca

Di Inggris, peneliti berhasil menciptakan sumber sel punca terbesar dari orang-orang sehat yang digunakan dalam penelitian perkembangan dan penyakit manusia. Mereka membentuk sel iPS untuk mempelajari perbedaan sel antar individu dan juga pengaruh dan perkembangan penyakit seperti kanker, Alzheimer dan penyakit jantung.

Sel dewasa diambil dan dikembalikan dalam status embrionik awal menggunakan kondisi pertumbuhan spesifik, dan peneliti menciptakan 711 keturunan sel iPS dan membentuk informasi detail mengenai genome mereka, protein kemudian diekspresikan.

"Ini merupakan hal menakjubkan dari kerja keras selama beberapa tahun untuk menciptakan sumber sel punca kualitas tinggi, berasal dari manusia, dan pluripoten," kata Dr Michael Dunn, Kepala Ilmu Genetika dan Molekular dari Institut Wellcome Trust Sanger.

"Dengan memastikan sumber ini tersedia bagi semua manusia, kami berharap ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam penemuan menakjubkan lainnya.

4. Sel punca dan terapi gen untuk regenerasi tulang

Di sisi lain, sebuah penelitian yang dilakukan di Pusat Medis Cedars-Sinai di Los Angeles mengombinasikan terapi gen, sel punca, dan ultrasound untuk menstimulasi perbaikan tulang babi dalam waktu delapan minggu tanpa operasi invasif.

Menurut penulis penelitian Gadi Pelled, profesor bedah di Pusat Medis Cedars-Sinai, peneliti memasukkan rangka biodegradabel ke dalam tulang yang rusak pada 18 babi kecil. Untuk memicu proses perbaikan tulang, tim memasukkan gen penginduksi tulang ke sel punca menggunakan gelombang ultrasound dan menginjeksikan campuran protein morfogentik tulang dengan gelembung mikro untuk mempermudah masuknya gen ke dalam sel.

Terbukti memiliki potensi untuk perbaikan tulang dengan risiko dan operasi tambahan, penelitian dikatakan berhasil dalam penelitian hewan yang dianggap bisa bergerak lebih cepat ke penelitian klinis manusia.

"Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang menunjukkan bahwa paparan gen termediasi ultrasound ke sel punca hewan sendiri bisa secara efektif digunakan untuk menyembuhkan patah tulang," kata Pelled.

"Metode ini bisa digunakan untuk kebutuhan ortopedik dan memberikan kemungkinan baru kesembuhan pasien dalam dunia medis." MIMS

Bacaan lain:

Hibrida manusia-babi pertama di dunia: Terobosan medis atau dilema etik?
Golongan darah non-O memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan
Konsumsi sirip ikan hiu bisa meningkatkan risiko penyakit Alzheimer


Sumber:
https://www.newscientist.com/article/2131517-human-blood-stem-cells-grown-in-the-lab-for-the-first-time/
http://www.telegraph.co.uk/science/2017/05/17/end-blood-donationscientists-close-unlimited-supply-stem-cells/
https://www.nature.com/news/lab-grown-blood-stem-cells-produced-at-last-1.22000
http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-4501582/Stem-cell-sticking-plaster-beat-heart-failure.html
https://wellcome.ac.uk/news/largest-uk-resource-human-stem-cells-created
https://www.theverge.com/2017/5/17/15653100/microbubble-ultrasound-gene-therapy-bone-regeneration-pig
https://medicalxpress.com/news/2017-05-bones-reconstructed-gene-stem-cell.html
http://www.webmd.com/first-aid/news/20170517/gene-therapy-might-someday-mend-badly-broken-bones#2
http://www.sciencemag.org/news/2017/05/tiny-bubbles-and-bit-gene-therapy-heal-major-bone-fractures-pigs