Meskipun malpraktek medis sudah banyak diceritakan beberapa kali, sayangnya masih ada tenaga kesehatan lain yang menyakiti pasien lain.

Berikut 4 contoh lain realitas dunia medis, yang dilakukan oleh dokter dan perawat.

5. Shiro Ishii

Shiro Ishii merupakan seorang ahli mikrobiologi dan Letnan Jenderal di unit peperangan tentara Jepang selama perang Sino-Jepang, ketika ia mencoba mengadakan program senjata bakteriologi Jepang.

Di Unit 731, dan dalam usaha mengalahkan musuh Jepan, Ishii dan bawahannya melakukan "misi dari Tuhan" dengan mencampur patogen yang menyebabkan penyakit paling mengerikan di dunia: seperti antraks, plak, gas gangren, cacar air, botulisme. Percobaannya dilakukan ke tahanan Cina dan tahanan perang lain dengan memaksa mereka menghirup, memakan, dan menerima injeksi berisi patogen mematikan.

Ia seringkali membunuh korbannya sebelum penyakit membunuh mereka, dan melakukan otopsi untuk menunjukkan perkembangan penyakit dalam tubuh. Selain itu, ia mensuplai tipus, kolera, plak, dan bakteri disentri untuk penggunaan dalam perang.

Ketika ia ditangkap setelah Jepang menyerah, ia menawarkan diri untuk menunjukkan apa yang ia temukan dengan imunitas hukuman perang. Karena Amerika Serikat merasa tertarik belajar hasil eksperimen yang tidak bisa ia lakukan, ia menerima persetujuan oleh pemerintahan tertinggi.

Yang ia temukan hanya memberikan manfaat ke dunia kesehatan, tetapi perjanjian tetap dijaga, dan Ishii kemudian meninggal sebagai seorang yang bebas di tahun 1959.

6. Jane Toppan

Meksipun Toppan merupakan seorang perawat dan bukan seorang dokter, apa yang ia lakukan sama menariknya. Diberi nama "Jolly Jane", ia mengaku membunuh 31 pasien untuk kepuasan seksualnya sendiri, setelah memberikan racun ke korbannya selama 15 tahun.

Satu pasien yang berhasil selamat menggambarkan bagaimana Toppan merangkak ke kasurnya, kemudian mencium wajahnya dan mengelus rambutnya. Ia sangat beruntung bisa selamat karena orang sebelumnya yang masuk ke ruangan Toppan menerima dosis morfin letal.

Toppan ditangkap, tetapi kemudian disebut tidak bersalah karena alasan kegilaan dan diberi hukuman seumur hidup di rumah sakit jiwa Taunton Lunatik di Boston, Massachusetts.

Ini merupakan rumah sakit jiwa yang ia sebut, dan setelah masa hukuman, bahwa ia bermain peran sebagai orang gila sehingga ia bisa dilepaskan, yang mana rencananya tidak berjalan lancar, dan kemudian meninggal di rumah sakit jiwa pada usia 81 tahun.

7. John Bodkin Adams

Tahun 1957, John Bodkin Adams membuat gempar seluruh dunia bahwa menyebabkan kematian 160 pasien, khususnya lansia.

Hal yang paling jelas mengenai kematian ini adalah 132 korban meninggalkan sejumlah besar uang dan warisan untuknya - yang dipercaya ditulis sendiri oleh Adams. Ia menjadi dokter terkaya di inggris, tinggal di rumah yang besar, dan bahkan memiliki mobil Rolls Royce dengan supir pribadi.

Adams dinyatakan bersalah setelah membunuh seorang lansia yang meninggal tahun 1950. Di saat itu, tiga perawat menyaksikan ia memberikan morfin dan heroin dalam dosis tinggi yang kemudian membuatnya mengalami koma. Meskipun sudah ditangkap, pengadilan tidak bisa menghukumnya karena kurang bukti.

Ia melindungi diri sendiir dengan mengatakan bahwa ia melakukan hal tersebut untuk "mempermudah kematian" wanita yang memiliki penyakit parah, seperti apa yang juga sering dilakukan dokter lain.

Ia tidak ditangkap, dan kemudian dinyatakan tidak bersalah, bahkan berusaha membuka praktek baru di Eastbourne, tiga tahun setelah gagal mendapat surat izin praktek.

8. Josef Rudolf Mengele

Josef Rudolf Mengele mungkin merupakan dokter paling kejam sepanjang sejarah. Dikenal sebagai "Malaikat Kematian" di Perang Dunia II, ia memainkan peran sebagai "Solusi Akhir" saat Nazi berkuasa.

Target utamanya adalah anak-anak Yahudi dan Gipsi. Menurut korban selamat, di Auschwitz mereka dikunjungi oleh "Paman Mengele" yang tersenyum yang memberikan permen dan baju. Kemudian mereka akan dibawa ke laboratoriumnya untuk dimasukkan ke dalam eksperimen.

Mereka dimasukkan ke ruang bertekanan, diberikan obat, dimutilasi, dibekukan hingga meninggal, diamputasi, diberikan terapi syok, disterilisasi, diinjeksi dengan serum, dan dipaparkan dengan beragam trauma lain.

Laporan lain mengatakan bahwa ia memberi gas ke 750 wanita yang tinggal di satu ruangan yang terinfeksi kutu rambut.

Setelah perang, Mengele berhasil kabur ke Amerika Selatan, yang berarti visanya disetujui oleh Red Cross. Ia meninggal di Brazil, tenggelam karena menderita stroke. MIMS

Bacaan lain:
Eksperimen pada manusia: Sebuah pelajaran dari perjalanan sejarah
7 pembunuh berantai yang merupakan mantan perawat
5 oknum “dokter palsu”
5 bencana dalam dunia medis dan pengobatan