Dengan segala macam perubahan di dunia dan pelayanan kepada kaum miskin, dokter berikut ini merupakan beberapa contoh dokter yang banyak menginspirasi dunia kedokteran sekarang ini.

Dokter-dokter berikut ini menggunakan hampir semua waktunya untuk melayani masyarakat dan menciptakan arti mendalam dari dunia kesehatan, bahkan terkadang hingga mengorbankan waktunya sendiri untuk tanggung jawab yang ia pikul.

1. Dr Raj Panjabi

Dr Raj Panjabi diumumkan sebagai pemenang penghargaan tahunan TED 2017 Desember lalu, dan dinyatakan sebagai "seseorang yang kreatif dan memiliki visi yang jelas untuk mengatasi masalah pada waktunya."

Panjabi, seorang dokter di Fakultas Kedokteran Harvard dan Rumah Sakit Wanita Brigham, memiliki cita-cita lebih dari sekedar menyelamatkan nyawa manusia. Ia menyumbangkan hadiah yang ia terima dari TED, sebesar 1 juta USD untuk membantu komunitas tenaga kesehatan, yang bukan merupakan lulusan fakultas dan terkadang tidak dihargai.

Meskipun banyak orang melakukan kegiatan ini untuk mencari nafkah, namun ada juga yang melakukannya karena sukarela. Panjabi sangat mengetahui kelompok ini karena ia merupakan pendiri Last Mile Health, yang menyokong 300 tenaga kesehatan untuk bekerja bersama dengan orang-orang pedesaan di Liberia. Selain itu, Panjabi memulai Akademi Komunitas Kesehatan di Liberia, tempat dimana ia tinggal hingga berusia sembilan tahun, dengan uang dari TED untuk membiayai pekerja terlatih untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah tertinggal atau terpencil.

Dengan demikian, ia banyak bekerja dengan kelompok pendidik dan mencari biaya tambahan untuk mengaplikasikan teknologi untuk lebih memodernisasi edukasi yang mudah diakses secara online melalui telepon pintar. Meskipun Panjabi bukan orang pertama yang memulai kegiatan ini, namun cerita menyentuh dari tenaga kesehatan banyak menginsiprasinya untuk mewujudkan mimpinya yang mulia.

2. Dr Bhakti Yadav

Seorang ginekolog yang tidak pernah tua, Dr Bhakti Yadav, dokter wanita pertama di Indore, India yang baru-baru ini mendapat penghargaan Padma Shri.

Yadav, yang baru saja menginjak usia 91 tahun, dikenal karena kontribusinya dalam dunia kesehatan dengan memberikan terapi gratis sejak tahun 1948. Setelah lulus dari fakultas kedokteran, ia menolak undangan bekerja dari rumah sakit pemerintah dan bergabung dengan Rumah Kehamilan Nandlal Bhandari untuk istri miskin dari pekerja pabrik kain.

Sejak saat itu, ia memimpin rumah kehamilan selama berpuluh-puluh tahun sebelum ia akhirnya membuka kliniknya sendiri. Selama 68 tahun, Yadav sudah melahirkan ribuan bayi tanpa meminta bayaran. Meskipun ia sudah sangat lemah sekarang, namun Yadav masih terus melayani kaum miskin.

3. Dr K Mahadevan

"Banyak orang percaya Tuhan itu ada. Saya tidak tahu apakah Tuhan benar-benar ada, tetapi Bapak Mahadevan bekerja seperti Tuhan untuk kami," kata Supriya (bukan nama sebenarnya), seorang pengidap HIV dan satu dari ribuan pasien yang hidupnya banyak dibantu oleh Dr K Mahadevan.

Mahadevan dari Coimbatorein India banyak menghabiskan waktunya untuk mengobati pasien HIV tetapi yang membuatnya sangat spesial adalah bahwa ia mengobati ribuan pasien setiap tahunnya dengan gratis. Ia juga merupakan satu dari dokter pertama yang memberikan terapi dan merawat pasien HIV.

"Jika mereka mau memberi, biarkan mereka memberikan apapun yang mereka inginkan," kata Mahadevan, yang tidak meminta bayaran apapun.

Di kliniknya, ada kotak untuk pasien untuk berkontribusi apapun yang mau ia berikan. Setelah ia menghabiskan sejumlah uang untuk kebutuhan klinik, ia akan mendonasikan sisanya ke pengidap HIV. Seorang pasien mengatakan bahwa Mahadevan berencana untuk membeli rumah selama 25 tahun tetapi tidak pernah berhasil membelinya karena ia menghabiskan hampir semua uangnya untuk orang lain.

Mahadevan merupakan seorang profesor di Fakultas Kedokteran Pemerintah di Departemen Penyakit Menular Seksual ketika ia pertama membuka kliniknya di tahun 1984, dimana ia meminta bayaran untuk konsultasi. Tetapi, pertemuannya dengan seorang pasien pengidap HIV membuatnya menyadari kesulitan yang dihadapi pasien pengidap HIV.

"Sejak saat itu ia tidak meminta bayaran dari pasien pengidap HIV. Kemudian saya pikir mengapa hanya untuk pasien pengidap HIV. Maka, kami akhirnya tidak meminta bayaran apapun dari semua orang yang datang ke klinik," jelasnya. MIMS

Bacaan lain:

5 dokter dan mahasiswa kedokteran yang mengubah disabilitas menjadi sebuah kesempatan
Berusia 89 tahun, seorang dokter bedah Rusia masih mengoperasi empat hari dalam seminggu dan tidak pensiun
3 dokter lain yang berkontribusi besar dalam kemajuan dunia kesehatan

Sumber:
http://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2017/04/25/525405868/what-this-doctor-is-going-to-do-with-his-1-million-ted-prize
http://www.thenewsminute.com/article/man-golden-heart-coimbatore-doctor-tells-his-patients-pay-what-they-want-60977
http://timesofindia.indiatimes.com/city/indore/91-year-old-woman-doctor-handed-over-padma-shri-in-indore/articleshow/58285105.cms
http://www.indiatimes.com/news/india/indore-s-1st-woman-doctor-who-s-been-treating-patients-for-free-since-1948-to-get-padma-shri-270289.html