Dokter ada untuk melayani, dan keberadaan mereka selalu menyediakan keuntungan bagi orang-orang disekitarnya.

Meskipun demikian, ada beberapa dokter luar biasa, yang memberikan pelayanannya di luar dokter-dokter lainnya. Mengorbankan kehidupan mereka sendiri untuk membantu dan mengobati orang-orang yang membutuhkan - berikut tiga dokter mulia tersebut:

1. Dokter yang memberikan wajah baru untuk korban serangan zat kimia

Dr Asim Shahmalak, 56 tahun dokter transplantasi rambut menggunakan uangnya sendiri untuk membantu korban serangan asam di Pakistan.

Shahmalak dilahirkan di Karachi dan mengikuti pelatihan di Pakistan sebelum pindah ke Inggris dan melayani di NHS. Ia menganggap profesinya sebagai 'cara untuk melayani komunitas' dan merogoh uang sebesar £50.000 dari kantung sendiri demi senyum pasiennya.

Dokter bedah Manchester - yang sudah banyak membantu selebriti - akan memberikan terapi enam korban, yang wajahnya mengalami kerusakan karena kecelakaan di dapur, ledakan tabung gas, serangan asam karena kecemburuan dan bahkan ketidakpuasan karena lamaran nikahnya ditolak.

One of the acid attack victims, Sidra Kanwal is pictured before (left) and after (right) the incident when she turned down a marriage proposal. Photo credit: Cavendish/Crown Clinic
One of the acid attack victims, Sidra Kanwal is pictured before (left) and after (right) the incident when she turned down a marriage proposal. Photo credit: Cavendish/Crown Clinic


Korban dibawa oleh organisasi amal di Karachi yang disebut Depilex Smile Again, yang tanpa lelah terus bertemu dengan korban serangan zat asam. Pemerintah Pakistan tidak bisa membantu korban, sehingga membiarkan fisik dan emosi mereka terluka.

Shahmalak berharap bisa mengembalikan kepercayaan diri dan kebahagiaan ke kehidupan pasien, selagi ia juga melatih dokter lokal dengan prosedur remodelisasi.

2. Satu-satunya dokter di daerah terpencil di Sudan

Dr Tom Catena, seorang misioner Katolik dari New York merupakan satu-satunya dokter permanen yang melayani di Sudan selama 10 tahun terakhir. Dokter bedah yang berusia 53 tahun ini mengobati dan menyembuhkan 750.000 masyarakat Gunung Nuba. Selama beberapa tahun, ia sudah melakukan lebih dari 1.000 operasi setiap tahun dan harus menghadapi luka pecahan peluru meriam, melahirkan bayi dan mengamputasi anggota tubuh.

Terjebak dalam perseteruan politik antara pemerintah dan pemberontak Sudan, masyarakat Nuba merupakan masyarakat yang mengalami kerugian terbesar. Pusat dari Rumah Sakit Katolik Mercy, tempat Catena, di Gunung Nuba tidak memiliki alat medis lengkap dan ia banyak dipuji karena bisa mengobati berbagai macam penyakit dengan alat yang terbatas. Kontribusinya diakui saat ia menerima Penghargaan Aurora untuk kategori Awakening Humanity.

Dr Tom Catena received the Aurora Prize for Awakening Humanity in 2017. Photo credit: BBC
Dr Tom Catena received the Aurora Prize for Awakening Humanity in 2017. Photo credit: BBC


"Pemerintah Sudan mengalami kesulitan dalam perselisihan dengan pemberontak yang mengantarkan bantuan, kami harus memasukkan sedikit rasa kemanusiaan," kata Catena di pesta perayaan penghargaan.

3. Dokter yang mengobati anak-anak di Yaman

Dr Amin El Gohary, seorang dokter bedah pediatrik dari Mesir hidup dan berpraktek di UAE meninggalkan ruang konsultasi nyaman demi tanah perang di Yaman. Antara tahun 2015 hingga 2017, dokter yang berusia 69 tahun ini merupakan bagian dari empat misi mulai bersama dengan dua dokter bedah lain. Hanya dalam waktu enam hari, mereka sudah melakukan operasi pada 110 anak-anak korban perang.

Ini bukan misi pertama bagi El Gohary, karena ia sudah pernah bekerja di daerah konflik seperti Eritrea dan Sudan lima kali antara 2004 dan 2010. Operasinya di Yaman dimulai saat dokter sebelumnya membawa beberapa pasien dari Yaman ke Abu Dhabi dimana mereka ditempatkan.

Setelah beberapa waktu, El Gohary merasa tidak cocok jika pasien yang sakit harus melewati perjalanan selama 17 jam untuk bisa menemuinya dan dengan demikian memulai perjalanan ini. Ia harus bertahan melewati lingkungan berbahaya, hanya untuk disambut dengan fasilitas dan suplai medis yang tidak layak, tempat dimana ia langsung mulai melakukan operasi.

Ia mengakui, "Saya merasa ini merupakan pengalaman berguna bagi saya, karena ini merupakan misi yang mulia dan ini merupakan apa yang seharusnya dilakukan oleh dokter. Ini mengenai memberikan sesuatu untuk orang lain." MIMS

Bacaan lain:

Serangan bom kimia di Suriah: AS akan mengambil tindakan
3 dokter yang banyak berkontribusi untuk kemajuan dunia pengobatan
Dokter Kanada berhasil mengidentifikasi gangguan genetik baru pada anak-anak

Sumber:
https://www.thetimes.co.uk/article/british-surgeon-asim-shahmalak-wept-after-hearing-acid-attack-stories-cl2k76q5h
http://www.bbc.co.uk/newsbeat/article/40092185/doctor-in-sudan-who-treats-up-to-750000-people-wins-global-humanity-award
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4598816/Surgeon-rebuild-faces-Pakistani-acid-attack-victims.html
https://www.thesun.co.uk/living/3787314/young-mum-doused-in-acid-for-turning-down-a-mans-marriage-proposal-is-having-her-face-rebuilt-for-free-by-heroic-surgeon/
http://www.arabnews.com/node/1107841/offbeat
http://www.khaleejtimes.com/news/general/69-year-old-uae-doctor-on-mission-to-treat-child-war-victims-in-yemen