Kualitas hidup manusia sudah banyak mengalami peningkatan, bukan hanya di beberapa bagian di dunia tetapi di seluruh dunia. Salah satu alasannya adalah fakta bahwa manusia telah banyak berhasil melakukan kemajuan di bidang teknologi - inovasi baru yang membuat manusia bisa hidup panjang dan lebih nyaman.

Meskipun demikian, inovasi medis sendiri tidak cukup untuk meningkatkan standar kesehatan secara keseluruhan - Terutama, dokter yang bertanggung jawab untuk diagnosis dan terapi pasien mereka, yang membuat dokter wajib ada di institusi kesehatan.

Berikut 3 dokter yang telah banyak berkontribusi dalam dunia kesehatan. Mereka mungkin sudah tiada, tetapi pengaruhnya dalam dunia kesehatan akan selalu diingat.

1. W. Dudley Johnson, 1930-2016

Dr Johnson merupakan penemu operasi bypass jantung. Di dunia, ia terkenal bisa menyembuhkan pasien yang menderita penyakit jantung parah.

Banyak dokter di masa itu akan menyarankan pasien untuk menjaga kesehatan dan/atau menunggu transplantasi jantung. Namun, berbeda dengan Johnson yang merupakan seorang dokter yang rajin dan berdedikasi, ia rela melakukan 8.500 operasi jantung selama hidupnya, selama empat dekade.

Penemuan termutakhirnya adalah pemecahan skeptis di antara sejawat lain, dan dimulainya era operasi bypass dua, tiga dan empat kali. Kemudian, ia mau menjadi sukarelawan untuk menggunakan pompa bypass jantung-paru (juga dikenal sebagai "mesin jantung-paru"); ini digunakan pada bypass jantung-paru, yang merupakan teknik sementara saat operasi untuk menggantikan fungsi jantung dan paru, menjaga sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh pasien.

Namun, tentu saja ia juga pernah menemui jalan buntu, dan apa yang ia lakukan berakhir menjadi suatu kontroversi. Ia menolak melakukan operasi pada seorang pasien AIDS, karena merasa tidak yakin dengan masalah kontaminasi darah. Selain itu, selama perang dingin, ia memilih untuk melakukan operasi jantung ke seorang komunis Kuba.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa operasi bypass jantung bukan merupakan penyembuh penyakit jantung; namun merupakan prosedur untuk pencegahan.

2. Susan Lindquist, 1949-2016

Susan Lindquist merupakan seorang ahli biologi molekuler yang merelakan diri untuk menggunakan ragi protein untuk menemukan fungsi gen dan penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer. Ia mengerahkan semua waktu, tenaga, dan karirnya untuk mempelajari bagaimana protein terbentuk selama pemisahan sel demi menemukan fungsi genetik.

Proses ini dikenal sebagai pelipatan protein, yang bisa gagal dan menyebabkan penyakit neurodegeneratif, cystic fibrosis dan beberapa jenis kanker tertentu. Penelitiannya dilakukan dengan menganalisis sumber penyebab Creutzfeldt-Jakob pada manusia, dan juga scrapie (penyakit degeneratif parah yang memengaruhi kambing dan sapi) dan penyakit sapi gila pada hewan.

Lindquist bisa membuktikan bahwa kesalahan pelipatan protein bisa muncul pada semua spesies dan bahwa perubahan biologis bisa diturunkan dari satu generasi ke generasi lain melalui protein itu sendiri, tanpa partisipasi RNA atau DNA. Sebelumnya, proses ini dianggap tidak mungkin dilakukan.

Tahun 2006, ia mempublikasikan sejumlah eksperimen, dimana ia dan timnya memaparkan gen Parkinson ke sel ragi, menguji 5.000 gen, dan mengisolasi satu gen dengan protein yang menyelamatkan sel ragi. Penemuannya berhasil direplikasi dan dikembangkan ke laboratorium lain, menyelamatkan neuron dari lalat buah dan tikus. Dengan kemajuan ini, pria ini sekarang melangkah lebih maju ke depan untuk menemui penyembuh penyakit Parkinson.

3. Carl Wood, 1929-2011

Card Wood memimpin sebuah tim yang dibentuk untuk melakukan percobaan In Vitro Fertilization (IVF), sebuah metode yang digunakan untuk terapi infertilitas pada manusia. ia berhasil menemukan tabung tes kehamilan pertama di Melbourne, Australia.

Alat ini ditemukan tahun 1973. Meskipun ada partisipan yang mengalami keguguran setelah tiga bulan, namun alat ini masih bisa disebut sebagai penemuan termutakhir. Selain itu, ini juga menjadi awal dari pengembangan tabung tes bayi lima tahun kemudian yang dilakukan oleh Patrick Steptoe dan Robert Edwards di Inggris.

Tahun 1983, ia kemudian mengubah lagi dunia gynaekologi, dengan sukses membuat seorang wanita hamil dengan menggunakan embrio beku. Pasangan ini telah mengalami infertilitas tujuh tahun; maka memiliki anak merupakan suatu kebahagiaan tidak terkira baginya. Di tahun yang sama, ia berhasil menemukan transplantasi donor telur pertama pada manusia, telur yang diimplan berasal dari seorang wanita berusia 42 tahun ke seorang wanita infertil berusia 38 tahun. Sayangnya ia kemudian mengalami keguguran setelah tiga bulan. Kemudian, ia dan timnya mengajukan untuk menggunakan obat fertilitas untuk memproduksi beberapa telur, yang bisa dibekukan.

Konsekuensinya mereka menemukan peningkatan dramatis pada tingkat kesuksesan IVF; ini juga mengurangi kebutuhan bagi seorang ibu untuk melalui prosedur operasi. Menghasilkan dan membekukan beberapa telur sekarang menjadi teknik standar yang sekarang sudah berhasil memproduksi 5 juta bayi IVF di seluruh dunia. Tahun 1986, ia menjadi sukarelawan untuk bayi IVF pertama di dunia menggunakan sperma dengan operasi. Selain itu, ia juga menjadi penanggung jawab untuk prosedur pemindahan bayi IVF intrafalopi dengan mikroinjeksi pertama di dunia, yang dilakukan pada tahun 1992. MIMS

Bacaan lain:
Dibalik sakitnya melahirkan
Kontrasepsi pria: Masalah yang dihadapi
Transplantasi rahim sekarang bisa dilakukan pada manusia
Bayi dengan 'tiga orangtua' membuktikan kontroversi ilmu pengetahuan dapat melawan infertilitas